Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Harga Raskin di Batu Sondat Batahan Tembus Rp2.120/Kg

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 12 Jul 2011
  • print Cetak


Panyabungan,
Program pemerintah membantu masyarakat miskin melalui program beras untuk rakyat miskin (Raskin) ternyata belum dinikmati masyarakat dengan baik. Hal itu terbukti dari investigasi wartawan di Desa Batu Sondat, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu (09/07/2011) lalu.

Berdasarkan pantauan wartawan di Batu Sondat pada saat aparat Desa Batu Sondat menyalurkan raskin, harga jual raskin tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah.

Konfirmasi wartawan dengan beberapa warga yang sedang membeli raskin di lokasi pengambilan beras mengatakan, mereka membeli beras bersubsidi tersebut seharga Rp106. 000 per karung yang beratnya 50 kilogram tanpa pernah diberi penjelasan berapa harga perkilonya.

Sementara, harga yang tetapkan pemerintah hanya Rp1.600 per kg. Jadi apabila Rp1.600 x 50 kg = Rp80.000. Namun harga yang ditetapkan pemerintah sangat jauh berbeda dengan harga yang ditetapkan perangkat Desa Batu Sondat yakni sebesar Rp2.120 per kg. Penjualan raskin dipimpin langsung Kepala Desa Batu Sondat Herman.

Kepala Desa Batu Sondat Herman saat dikonfirmasi terkait harga raskin yang tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah menjawab, soal penjualan raskin ini beliau hanya meneruskan harga ataupun ketentuan yang selama ini telah berjalan di Desa Batu Sondat.

“Saya hanya meneruskan dari harga raskin yang lalu, dan masalah harga raskin ini telah kita musyawarahkan dengan masyarakat Desa Batu Sondat pada saat selesai Sholat Jumat dan semua warga menerima ataupun menyetujui harga raskin ini,” jelas Herman.

Dijelaskan Herman, Desa Batu Sondat menerima beras raskin perbulannya sebanyak 6.930 kg yang akan dibagikan kepada 520 kepala keluarga. Apabila ada raskin yang tidak diambil warga, maka beras tersebut akan disumbangkan kepada anak yatim di Desa Batu Sondat.

Namun keterangan Kepala Desa Batu Sondat Herman tidak sesuai dengan apa yang dinyatakan warga yang dikonfirmasi wartawan di Desa Batu Sondat. Salah seorang warga yang tak mau menyebutkan namanya yang sehari-hari bekerja sebagai petani mengatakan, warga tidak pernah mengetahui adanya musyawarah terkait tentang harga raskin yang akan dibagikan di desa mereka.

“Hanya saja, pada saat kita baru selesai melaksanakan Sholat Jumat di masjid, perangkat desa ataupun Kepala Desa hanya menyampaikan bahwasanya beras raskin kita telah tiba dan bisa diambil atau dibeli di tempat yang biasa. Hanya begitu saja dari dulu, tidak lebih,” ungkapnya. (BS-026)
Sumber : .beritasumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beasiswa Kepada 280 Mahasiswa Miskin Disalurkan

    Beasiswa Kepada 280 Mahasiswa Miskin Disalurkan

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Dinas Pendidikan, Selasa (27/1)  menyalurkan beasiswa bagi 280 orang mahasiswa miskin berperstasi asal Madina yang tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia. Dana bantuan yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2014 ini merupakan program tahunan yang sudah berjalan beberapa tahun beranjak dari visi […]

  • Pemadaman berlanjut, PLN bisa digugat

    Pemadaman berlanjut, PLN bisa digugat

    • calendar_month Minggu, 14 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pemadaman listrik selama Ramadhan sudah sangat mengganggu kenyamana warga. Apalagi, listrik padam tak kenal kompromi. Bisa saja siang, sore, bahkan pada saat berbuka puasa, sahur dan shalat tarawih. Pemadaman listrik selalu muncul pertanyaan mengenai tanggung jawab, komitmen dan sensitifitas PLN atau Perusahaan Listrik Negara dalam masalah ini. Padahal deretan peraturan perundang-undangan begitu banyak […]

  • Tentara Dihajar Massa

    Tentara Dihajar Massa

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Seorang prajurit TNI AL, Praka Impol Sianipar (30) kritis setelah dipukuli warga di kawasan Jalan Krakatau Ujung Kelurahan Tanjung Mulia Kecamatan Medan Deli, Medan. Prajurit yang bertugas di Satkamla Lantamal I Belawan ini menjadi sasaran amuk massa saat akan melerai sekelompok pemuda yang terlibat keributan. Informasi diperoleh, Rabu (29/1) kemarin, menyebutkan, penganiayaan dialami […]

  • Sosialisasi JKN dan BPJS-Kes di Madina

    Sosialisasi JKN dan BPJS-Kes di Madina

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) bersama PT.Askes Cabang Padangsidimpuan melaksanakan sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS-Kes) di Panyabungan, Senin (4/11/2013). Plt Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution mengungkapkan paska terbitnya Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan BPJS, saat ini pemerintah sedang […]

  • Ketika Pengadilan Merestui Nikah Beda Agama

    Ketika Pengadilan Merestui Nikah Beda Agama

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Novida Sari, S.Kom Ketua Majelis Taklim Islam Kaffah Mandailing Natal Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mengabulkan permohonan pernikahan beda agama yang diajukan oleh pasangan Islam dan Kristen, berinisial RA dan EDS. Hakim mengabulkan permohonan pernikahan beda agama tersebut untuk menghindari praktik kumpul kebo dan memberikan kejelasan status anak (sindonews.com, 23 Juni 2022). Berita pernikahan beda […]

  • Bayi Dijual di Tengah Beban Hidup  Mahal, Kemana Fitrah Ibu?

    Bayi Dijual di Tengah Beban Hidup  Mahal, Kemana Fitrah Ibu?

    • calendar_month Minggu, 1 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Ibu dan Pemerhati Umat Seorang ibu sejatinya memiliki fitrah untuk menyayangi buah hati yang dilahirkannya. Sembilan bulan mengandung telah terjalin ikatan batin yang kuat dalam diri seorang ibu. Sang buah hati adalah harapan yang dinantikan lahir dengan selamat, sehat hingga bertumbuh besar. Namun sayang, kondisi tak lazim harus dirasakan oleh seorang bayi […]

expand_less