Selasa, 17 Mar 2026
light_mode

Seputar Guru Olahraga Pukuli Wartawan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
  • print Cetak


Korban Menolak Diajak Berdamai
MADINA-
Todung Mulya Lubis, wartawan media cetak yang dipukuli guru olahraga SMK Negeri 1 Siabu, Karoche, menolak diajak berdamai, Jumat (22/7).
Menurut Todung, Kamis (21/7) malam keluarga Karoche mendatangi keluarganya. Mereka (keluarga Karoche) ingin berdamai agar kasus ini tak berlanjut. Namun, keluarga Todung tidak mau berdamai dan tetap ingin kasus berlanjut.
“Mereka datang ke rumah tadi (kemarin) malam. Mereka minta damai, tetapi saya tak mau. Saya ingin kasus ini tetap berlanjut,” tegasnya.
Sementara itu, Karoche sudah ditetapkan sebagai tersangka. Berdasarkan keterangan saksi, Karoche telah melakukan pemukulan terhadap Todung Mulya Lubis. Tersangka diancam pasal 351 tentang penganiayaan ringan.
Hal ini disampaikan Kapolsek Siabu AKP S Daulay saat dikonfirmasi METRO, melalui telepon selulernya, Jumat (22/7).
“Kita telah menetapkan Karoche sebagai tersangka atas pemukulan itu, tapi kita belum memeriksa dia. Saat ini kita telah memeriksa sejumlah saksi, yakni kepala sekolah, Darlin, dan seorang wali murid yang saat itu berada di dalam ruangan,” sebut Kapolsek.
Kapolsek menambahkan, pihaknya akan memeriksa tersangka hari ini, Sabtu (23/7). Untuk sementrara tersangka disangkakan pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman maksimal 2 tahun penjara.
Sebelumnya diberitakan, seorang wartawan jadi sasaran amuk seorang guru olahraga di SMA Negeri 1 Siabu, Madina, Kamis (21/7). Adalah Todung Mulya Lubis, wartawan media cetak terbitan Medan yang harus menderita luka lebam di bagian wajah karena dipukuli oleh sang guru tersebut. Tidak terima diperlakukan seperti itu, Todung membawa kasus ini ke kantor polisi.
Kejadian bermula saat Todung dan rekannya, Darlin mendatangi SMAN 1 Siabu atas undangan silaturahmi via telepon dari kepala sekolah (kasek) Drs Aliruddin Pulungan. Waktu dihubungi, kasek mengaku ingin membicarakan rekaman dugaan kutipan-kutipan liar di SMA yang dipimpinnya. Setibanya di sekolah tersebut, Todung dan Darlin menunggu di depan ruang Kasek. Tiba-tiba datang guru olahraga yang bernama Karoche dan langsung melontarkan kalimat kasar.
“Di mana kau simpan rekaman itu? Berikan sama saya!” ucap Todung menirukan kalimat Karoche.
Mendengar permintaan itu, ia (Todung) diam saja. Rekaman yang diminta Karoche adalah rekaman dugaan pengutipan liar pembayaran SKHU dan uang PMDK siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. “Saya punya rekaman kalau siswa yang mau mengambil SKHU, dan bagi yang ingin melanjutkan ke PT harus membayar Rp500 ribu per siswa. Itu lah (rekaman) yang diminta Karoche tetapi belum saya berikan,” beber Todung.
Dijelaskannya, laporan dugaan kutipan liar ini diperolehnya dari masyarakat sekitar. Atas dasar itu lah ia melakukan investigasi mencari tahu kebenaran dugaan kutipan tersebut. “Beberapa hari yang lalu, saya jumpa dengan Karoche dan dia minta rekaman itu, tapi tidak saya berikan tapi dia terus memaksa. Dan, saat diundang kepala sekolah untuk bersilaturahmi, saya mau saja. Ternyata saya malah mendapat perlakuan kriminal. Ia (Karoche) memukuli saya. Pukulannya beruntun ada sepuluh kali. Pukulannya melayang ke muka (wajah), kepala, dada, dan bibir,” terangnya sambil menunjukkan bibirnya yang pecah.
Todung menambahkan, usai dipukul Karoche, pihak sekolah bersama Camat Siabu Mukhlis MSi mengajaknya untuk negosiasi atas pemukulan tersebut, bahkan Kepala Dinas Pendidikan Madina Imron Lubis turut meminta Todung untuk berdamai agar kasus tersebut tidak diperpanjang.
“Mereka (Kadis, Kepsek, Camat, red) minta supaya kasus ini jangan diperpanjang dan dilakukan perdamaian, tetapi dalam hal ini saya tersakiti,” tambahnya.
Sementara itu, Karoche yang dikonfirmasi METRO usai melakukan rapat di ruang Camat Siabu membantah telah memukul Todung. Menurutnya, Todung yang memukul duluan. “Saya tak memukul dia (Todung, red), dia yang mukul saya,” bela Karoche.
Sedangkan rekan Todung, Darlin yang mengaku berada saat kejadian itu, mengaku melihat Karoche memukuli Todung dan bukan hanya sekali. “Saya lihat langsung Karoche memukuli Todung. Ia (Todung) hanya bisa menutupi wajah dengan tangan sembari berusaha menghindar,” beber Darlin.
Kadisdik Madina Imron Lubis, kepada wartawan usai melakukan negosiasi di ruang Camat Siabu mengatakan Todung yang terlebih dahulu memukul Karoche sehingga terjadi perkelahian. “Pengakuan Karoche, Todung yang duluan mukul, tetapi kita inginkan kasus ini berakhir dengan damai,” sebut Imron.
Kepala SMAN 1 Siabu Aliruddin, mengatakan pihaknya tidak tahu apa sebenarnya masalah yang terjadi antara Todung dengan Karoche. Menurut kasek, ia mendapat telepon dari Todung untuk mempertanyakan beberapa hal, tetapi dikatakan Aliruddin agar Todung datang ke sekolah. “Saya bilang dia datang saja ke sekolah, tetapi kalau persoalan mereka saya tak tahu karena saya masih 2 minggu bertugas di SMAN 1 Siabu ini,” akunya.
Kapolres Madina AKBP A Fauzi Dalimunthe SIK yang dikonfirmasi METRO melalui Kapolsek Siabu AKP S Daulay membenarkan pihaknya menerima pengaduan atas nama Todung Mulya Lubis dengan nomor surat pengaduan LP/52/VII/2011/Sek Siabu. “Benar kita menerima pengaduan itu, dan sekarang sedang dilakukan pemeriksaan terhadap korban,” sebut kapolsek. (wan)
Sumber : Metro_Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMGP Mau Buka Sumur Lagi, Sibanggor Minta Tunda

    SMGP Mau Buka Sumur Lagi, Sibanggor Minta Tunda

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIBANGGOR (Mandailing Online) – PT SMGP hendak membuka sumur lagi. Rencananya hari ini. Tetapi warga Desa Sibanggor Julu justru minta tunda. Warga masih trauma pada peristiwa demi peristiwa keracunan yang menimpa warga dalam beberapa tahun terakhir. Keracunan sangat fatal. Bukan saja pingsan, banyak warga yang tewas kala sumur panas bumi dibuka. Konflik kepentingan yang saling […]

  • Mari Tepuk Tangan! Polda Sultra Gagalkan Pembalakan 2700 Batang Kayu

    Mari Tepuk Tangan! Polda Sultra Gagalkan Pembalakan 2700 Batang Kayu

    • calendar_month Jumat, 27 Nov 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    KENDARI – Polda Sulawesi Utara tancap gas memberantas aksi illegal logging. Rabu (25/11) kemarin, polisi berhasil mengamankan satu unit KLM Cahaya Satriani, GT 138 yang mengangkut 300 kubik atau 2700 batang kayu diduga hasil pembalakan liar dari Ereke, Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara. Penangkapan itu dilakukan di pesisir Pantai Pasir Putih, Desa Damai Loborona, […]

  • Jakfar Sukhairi : Potensi Zakat Mampu Dorong Ekonomi Rakyat

    Jakfar Sukhairi : Potensi Zakat Mampu Dorong Ekonomi Rakyat

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bakal calon bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution menyatakan potensi zakat di Madina sejatinya sangat besar yang mampu mendorong ekonomi ummat. Itu diungkapkannya menjawab wartawan usai menyampaikan visi misi di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di aula hotel Rindang, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Selasa (28/1/2020). Dari potensi zakat saja, katanya, pembiayaan […]

  • Wakil Bupati Batubara Gongmatua Siregar Diberhentikan DPRD

    Wakil Bupati Batubara Gongmatua Siregar Diberhentikan DPRD

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATUBARA : Perseteruan DPRD dengan Wakil Bupati Batubara Gongmatua Siregar berujung dengan terbitnya rekomendasi pemberhentian Gongmatua dari jabatannya. Keputusan ini merupakan hasil rapat paripurna anggota Dewan setempat yang digelar, Jumat 11 Februari 2011. Anggota DPRD Batubara yang berjumlah 35 anggota secara bulat menyetujui terbitnya rekomendasi pemberhentian wakil bupati tersebut. “Rekomendasi itu akan segera kami sampaikan […]

  • Kontras Minta Kapolda Sumut Diganti

    Kontras Minta Kapolda Sumut Diganti

    • calendar_month Minggu, 1 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Kontras menilai Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisnu Amat Sastro tidak tegas dalam mengambil tindakan terhadap anggota yang dinilai melakukan tindakan kekerasan di lapangan. Bisa dilihat banyaknya jumlah kasus yang terjadi, namun sangat disayangkan belum ada pelaku (oknum) sampai ke meja persidangan. “Kapolda dibawah kepemimpinan Wisnu tidak reformis dan tegas dalam mengambil tindakan terhadap […]

  • Bupati Madina Himbau Rakyat Waspadai Banjir dan Longsor

    Bupati Madina Himbau Rakyat Waspadai Banjir dan Longsor

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Jafar Sukhairi Nasution mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera mengambil langkah pencegahan terkait hujan deras yang mengguyur Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut dalam beberapa hari terakhir meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor. “Kita harus siaga penuh! Warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan longsor harus lebih berhati-hati. […]

expand_less