Jumat, 20 Mar 2026
light_mode

Sumut Impor ‘Sampah’ Malaysia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 26 Sep 2011
  • print Cetak

MEDAN – Sumatera Utara (Sumut) menjadi pengimpor ‘sampah’ Malaysia, berupa produk pangan yang hampir kadaluarsa. Padahal, produk pangan yang diimpor tersebut dinyatakan sudah tidak layak beredar lagi di Malaysia.

Informasi diperoleh, produk-produk pangan yang nyaris kadaluarsa itu dipasok melalui Medan. Letak geografis yang berhadapan langsung dengan luar negeri, dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan pribadi.

Hampir setiap minggu produk pangan ilegal itu diangkut dengan KM Kelud, kapal pompon, dan kapal ikan, yang menyeberangi kawasan Selat Malaka. Setelah lolos dari Pelabuhan Belawan, produk pangan itu beredar di pasaran Kota Medan tanpa proses registrasi dan pengujian di laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) .

KM Kelud merupakan kapal penumpang milik PT Pelni yang melayari rute Tanjung Priok, Tanjung Balai Karimun, Batam, dan berakhir di Pelabuhan Belawan. Setiap kapal ini memasuki Pelabuhan Belawan, diperkirakan selalu disusupi produk pangan ilegal asal luar negeri.

Lemahnya pengawasan karena kapal ini hanya melayani rute dalam negeri. Ketika bersandar di wilayah bebas bea Batam, para pelaku dengan leluasa membawa produk pangan ilegal itu ke wilayah Sumut melalui Medan.

Sumber mengatakan, barang yang selalu dipasok ke Medan antara lain produk pangan kadaluarsa, barang bekas dan minuman keras. Seyogianya barang-barang tersebut dimusnahkan oleh pemerintah Malaysia karena tidak layak digunakan atau dikonsumsi lagi. Namun, ada pihak-pihak yang menampung ‘sampah-sampah’ tersebut, kemudian dijual ke Sumut.

Staf Humas PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), Nova Indrawan, membenarkan kawasan Batam, Tanjung Balai Karimun serta Pulau Bintan merupakan kawasan Free Trade Zone (FTZ ), yakni wilayah bebas bea. Dengan demikian, semua barang-barang asal luar negeri termasuk produk pangan, dijual bebas di daerah tersebut.

Setiap Minggu, kata Nova, KM Kelud merapat di Batam dan Tanjung Balai Karimun, sebelum bersandar di Belawan. Selain mengangkut penumpang, KM Kelud juga membawa barang. Setiap bersandar di Pelabuhan Belawan, kapal ini banyak membawa barang, termasuk dengan menggunakan peti kemas.

Sedangkan tokoh masyarakat Belawan, M Adnan Noor, mengakui kawasan Belawan rawan masuknya barang terlarang, selain sebagai pelabuhan besar juga pantainya luas. Dia menyayangkan sikap Malaysia terkesan sengaja meloloskan barang-barang yang seharusnya dimusnahkan itu untuk dibawa ke Indonesia.

Sementara itu, berdasarkan data selama Agustus, ribuan koli barang ilegal Malaysia berhasil disita, di antaranya dua kapal bermuatan 700 bal pakaian bekas diamankan BC di Belawan, 218 bal pakaian bekas diamankan Polres Langkat, serta ribuan ton gula pasir ilegal ditemukan di gudang Mabar, serta ribuan koli pakaian bekas dari Tanjungbalai Asahan.
Sumber : Waspada online

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Komisi DPRD Tapsel Dilapor ke Badan Kehormatan

    Ketua Komisi DPRD Tapsel Dilapor ke Badan Kehormatan

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Tindakan salah seorang oknum Ketua Komisi DPRD Tapanuli Selatan berinisial HT yang menemui pihak PTP Nusantara III Batangtoru ditengah sengketa lahan pengembangan PTPN III Batangtaoru yang diperkirakan tumpang tindih dengan lahan Transmigrasi Swadaya Mandiri, memperoleh kecaman dan cemoohan dari sejumlah elemen masyarakat. Aktifis LSM Tapsel Laidin Pohan kepada wartawan di Padangsidimpuan, Sabtu (07/05/2011) menilai […]

  • Soal Ibu Kota, Mendagri Takut Dimarahi Jokowi

    Soal Ibu Kota, Mendagri Takut Dimarahi Jokowi

    • calendar_month Senin, 21 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO)- Mendagri Gamawan Fauzi enggan menanggapi wacana pemindahan ibu kota. Menurutnya, isu pemindahan ibu kota bukan menjadi kewenangan kementerian dalam negeri. “Kalau bicara pemindahan ibu kota, biar Pak Presiden saja yang bicara, jangan saya,” katanya di sela-sela rapat bersama Komisi II DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta,Senin, (21/1). Menurutnya, kementerian hanya mengurus soal pemindahan […]

  • Jalan Simpang Pagur Mulai Di Perbaiki

    Jalan Simpang Pagur Mulai Di Perbaiki

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jalan simpang Pagur – Pagur sekitar 800 meter mulai dikerjakan oleh kontraktor. Jalan ini rnecananya akan diaspal hotmix oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal.(hol/mo)

  • Guru Sejahtera Dalam Sistem Islam Kaffah

    Guru Sejahtera Dalam Sistem Islam Kaffah

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Sri Handayani   Para guru melalui Forum Komunikasi Guru SPK (Satuan Pendidikan Kerja Sama) mengeluhkan penghentian tunjangan profesi. (Kompas Tv) Tunjangan profesi yang dihentikan ini tercantum dalam Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 6 Tahun 2020. Dalam aturan tersebut, di Pasal 6 tercantum bahwa tunjangan profesi ini dikecualikan bagi guru bukan […]

  • Pemkab Madina Belum Sepenuhnya Hapus Tenaga Honor. Disdikbud Masih Alokasikan 1 M lebih untuk Gaji

    Pemkab Madina Belum Sepenuhnya Hapus Tenaga Honor. Disdikbud Masih Alokasikan 1 M lebih untuk Gaji

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-(Mandailing Online) : Aturan pemerintah indonesia terkait penghapusan tenaga honorer seperti tenaga kerja sukarela ( TKS ) mulai tahun 2025 sesuai undang undang nomor 20 tahun 2023 tentang aparatur sipil negara ( ASN ) ternyata belum sepenuhnya dijalankan di pemerintah Kabupaten Mandalling Natal ( Madina ). Di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan contohnya masih mengalokasikan anggaran […]

  • Jika ini Ramadan Terakhirku

    Jika ini Ramadan Terakhirku

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nurhabibah   Tuhan…. Aku bersimpuh di hadapanmu Aku takut dengan semua dosa dosaku Jika ini Ramadan terakhirku Terimalah amalanku Tuhan… Terimalah linangan air mataku Tanda keinsyafan atas segala salahku Aku takut ini Ramadan terakhirku Berilah aku ampunan-Mu Tuhan… Aku bersimpuh di hadapan-Mu Bersimpuh dengan balutan salah dan dosa Aku menghadap memohon ampunan-Mu Ampunan […]

expand_less