Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

Musim Tanam Padi Sawah Tiba Bibit Lokal Primadona

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 4 Jan 2012
  • print Cetak

Musim tanam padi sawah di Sipirok, Tapsel telah tiba, dan masyarakat petani masih memprimadonakan (cenderung) menggunakan bibit lokal jenis Silatihan untuk musim tanam raya. Alasan mereka, hasilnya lebih menjanjikan.
Keunggulan lainnya dari bibit lokal ini adalah rasanya lebih enak, harganya lebih mahal serta perawatannya lebih mudah. Kecendrungan petani ini untuk menggunakan bibit lokal, tidak mempengaruhi promosi bibit unggul lainnya yang terus dipromosikan pemerintah selama ini.
Seorang warga Lingkungan Pagaran Batu, Kelurahan Parausorat, Sipirok, Tapsel, Tua Siregar (46) mengatakan, masih lebih memilih bibit lokal jenis Silatihan untuk musim tanam kali ini. Alasannya, karena harga gabah atau beras Silatihan jauh lebih mahal dari jenis lain, kendati usia tanaman bisa mencapai 5 bulan.
“Usia tanamannya memang 5 bulan, tapi kami lebih menyukai jenis ini karena hasilnya lebih bagus, dan harganya juga lebih baik,” katanya sambil menanam jenis padi tersebut, Selasa (3/1).
Adapun jarak tanam jenis padi Silatihan sambung Tua, lebar sekitar 25 centimeter dan panjang 40 centimeter, sedangkan pemupukan juga sama saja dengan tanaman padi lainnya yakni 2 kali setiap musim. “Tanaman Silatihan inikan rimbun, jadi jaraknya harus disesuaikan, kalau tidak maka kurang bagus,” katanya sambil mengatakan jenis pupuk yang digunakan adalah urea dan ponska.
Disamping itu, perawatan tanaman padi lokal dengan padi unggul juga hampir sama. Dimana ketika tanaman sudah rimbun tentunya perkembangbiakan gulma diantara tanaman juga semakin berkurang. “Bedanya cuma harus menunggu lebih lama,” kata Tua.
Untuk diketahui, pola tanam pertanian lahan basah (sawah) di wilayah Sipirok memang secara berangsur selama 15 tahun terakhir sudah mulai bergeser dari pola tanam sekali setahun menjadi 2 kali setahun, kendatipun belum secara keseluruhan menerapkannya. Sehingga, setiap musim tanam yang dimulai setiap akhir dan awal tahun merupakan musim tanam raya atau secara keseluruhan sawah yang ada tanpa terkecuali pasti akan ditanami padi.
Dan setiap musim tanam yang dipertengahan tahun merupakan musim tanam selang (taon holang) dan pada musim tanam ini tak semua sawah bisa ditanami dengan berbagai faktor, seperti petani belum faham betul akibat kurang dan lemahnyanya penyuluhan, kurangnya sarana-prasarana pendukung terutama air dan berbagai alasan lainnya. Yang jelas, setiap musim tanam raya, petani cenderung menggunakan bibit lokal, sedangkan pada musim selangan, petani cenderung menggunakan bibit unggul dari pemerintah.
Apapun alasannya, dengan 85 persen masyarakat Tapsel merupakan petani dan mengandalkan mata pencahariannya dari sektor pertanian, tentunya pemerintah Tapsel dibawah kepemimpinan Bupati, H Syahrul Martua Pasaribu harus terus berupaya mewujudnyatakan sektor pertanian sebagai primadona menuju kesejahteraan dan kemakmuran Tapsel ke depan. (amr/mer.metrotabagsel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Christopher Shelton: Selesai Baca Alquran, Saya Menjadi Muslim

    Christopher Shelton: Selesai Baca Alquran, Saya Menjadi Muslim

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Setiap harinya, Christopher Shelton mendengar teman-temannya tengah membahas Islam. Satu atau dua temannya memang seorang Muslim.  Itu terjadi ketika Shelton duduk di bangku sekolah. “Awalnya ada teman saya seorang Muslim bernama Raphael, ia bercerita banyak tentang Islam. Saat itu, saya belum tertarik mendengar bahasan itu,” ucap dia seperti dikutip arabnews.com, Rabu (4/12). Memasuki kelas sepuluh, […]

  • Saat Umroh, Atika Doakan Madina

    Saat Umroh, Atika Doakan Madina

    • calendar_month Rabu, 29 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MAKKAH, SAUDI ARABIA (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, Sumut, Atika Azmi Utammi Nasution mendoakan daerah ini saat melaksanakan umroh. Doa dipanjatkan Atika di dua kesempatan, yakni saat berada di Raudhah dan ketika melaksanakan tawaf. “Saya mendoakan Mandailing Natal (Madina) di dua tempat makbul, InshaAllah. Di Raudhah dan sewaktu tawaf,” ujar Atika dari Arab Saudi […]

  • RSUD Naikkan Tarif 100 persen

    RSUD Naikkan Tarif 100 persen

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TEBING TINGGI- Sedikitnya 161 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang hendak mendapatkan pemeriksaan Narkotika di RSUD Kumpulan Pane Tebing Tinggi mengeluh. Pasalnya, rumah sakit ini menerapkan pungutan di atas tarif yang diatur dalam Perda Sebelum memasuki penerimaan CPNS, rumah sakit ini menerapkan tarif test Narkotika sebesar Rp80 ribu. Tapi, setelah penerimaan CPNS tarifnya naik menjadi […]

  • REFORMULASI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS: ANTARA PERDESAAN DAN PERKOTAAN

    REFORMULASI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS: ANTARA PERDESAAN DAN PERKOTAAN

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Rahmad Daulay*   PENDAHULUAN Permasalahan gizi di Indonesia masih menjadi isu serius yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), proporsi populasi stunting pada anak usia di bawah lima tahun masih cukup tinggi terutama di wilayah dengan tingkat kemiskinan dan akses pangan yang rendah. Pemerintah telah mencanangkan […]

  • Dari Kolong Rumah Panggung

    Dari Kolong Rumah Panggung

    • calendar_month Kamis, 10 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : RIVON PAINO – Gorontalo Saat senja memancarkan lembayung, rumah panggung itu terlihat kokoh. Sinar merah jingga seperti menghangatkan tiang-tiang papan rumah yang tampak tua dan terlihat keropos. Dari bawah kolong rumah panggung, seorang anak duduk menghentak-hentakan kakinya. Tatapannya mengarah ke teman-temannya yang sedang bermain sepak bola sembari memberi semangat. Mereka berkejar-kejaran hingga ke […]

  • Aceh Terkorup Kedua, Gubernur: Pejabat Korupsi Seharusnya Malu

    Aceh Terkorup Kedua, Gubernur: Pejabat Korupsi Seharusnya Malu

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BANDA ACEH, (MO) – Aceh yang dinobatkan sebagai provinsi terkorup nomor dua di Indonesia membuat Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah merasa sangat terpukul. Karena itu ia bertekad untuk membersihkan pejabat Aceh dari korupsi agar Aceh bisa lebih baik ke depan. “Pejabat yang korupsi di Aceh seharusnya malu kepada rakyat dan Allah. Apalagi Aceh Serambi Mekkah […]

expand_less