Selasa, 17 Mar 2026
light_mode

PT SM Mulai Kontruksi Selambatnya Tahun 2013

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 8 Feb 2012
  • print Cetak

Nurul Fazrie, 08/2/2012

Panyabungan (MO)- Perusahaan tambang emas PT Sorikmas Mining akan memulai masa kontruksi atau pembangunan sarana dan prasarana selambatnya pada bulan November tahun 2013.

Sedangkan untuk saat ini PT SM berada pada masa study kelayakan untuk proyek Sihayo-Sambung setelah melewati masa eksplorasi di tahun 2011 lalu.

Goverment and Media relations Superintendent, Nurul Fazrie saat dikonfirmasi MO, Senin (6/2), menjelaskan study kelayakan untuk Proyek Sihayo-Sambung yang dimulai pada bulan Oktober tahun lalu, akan berjalan selama dua tahun atau hingga bulan Oktober tahun 2013.

“Selambatnya pada bulan November tahun 2013 PT SM akan memulai tahapan kontruksi. Saat ini kita pada masa study kelayakan yang berjalan selama setahun dan dapat ditambah setahun lagi atas persetujuan Indonesia atas izin kontrak karya dan merujuk kepada Undang-Undang nomor 11 Tahun 1967 dan Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 1969,” jelasnya.

Dikatakan Nurul, masa atau tahapan konstruksi ini akan berjalan selama tiga tahun dan selambat-lambatnya empat tahun atas persetujuan dari pemerintah RI untuk memasuki tahapan selanjutnya,”.

“Atas persetujuan memasuki tahapan lanjutan itulah nantinya kita akan memasuki tahapan kontruksi, dan masa kontruksi akan berakhir selambatnya pada Oktober tahun 2017,  lalu kita menuju tahapan eksploitasi relevan disebut produksi, masa produksi dimulai selambatnya pada tahun 2017 dan lamanya tiga puluh tahun,” bebernya lagi.
Ditambahkan Nurul, selama masa tahapan study kelayakan, perusahaan tetap bisa melakukan eksplorasi atas dasar peraturan, begitu juga pada masa atau tahapan selanjutnya.

“Meskipun masa eksplorasi sudah berlalu dan kita sudah pada tahapan study kelayakan, kita tetap bisa melakukan tahapan sebelumnya baik penyelidikan umum maupun tahapan eksplorasi,” katanya.

Dijelaskan Nurul, pada masa eksplorasi, perusahaan sudah melakukan beberapa kegiatan serta kegiatan yang sedang berlangsung, mulai dari pemetaan geology termasuk surveygroundmag dan survey topography, lalu pengambilan contoh batuan di permukaan tanah dan tepian sungai, pengambilan contoh sedimen (endapan) sungai, pengambilan contoh tanah survey geolistrik, pemboran untuk mengambil contoh inti batuan, dan pendefenisian batuan serta survey helimag.

Terkait luas wilayah tambang PT SM, Nurul menjelaskan bahwa sudah terjadi dua kali penciutan dari total luas pada izin kontrak karya yang dimiliki dimana luas awalnya 206.200 hektar, kemudian terjadi penciutan hingga saat ini PT SM sedang melakukan kegiatan di lahan seluas 66.200 hektar.

”Penciutan akan terus terjadi sesuai dengan kebutuhan perusahaan, dimana penciutan selanjutnya, lahan kita akan menjadi 50.000 hektar, dan jumlah ini akan terus berkurang sesuai dengan kebutuhan perusahaan nantinya, di luar lahan produksi nantinya juga akan ada zona lestari” tambahnya mengakhiri.(idw)


  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Harus Evaluasi Perusahaan Perkebunan Yang Membandel

    Pemkab Madina Harus Evaluasi Perusahaan Perkebunan Yang Membandel

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di Mandailing Natal (Madina) masih banyak perkebunan yang diduga dengan sengaja melalaikan tanggungjawab membangun plasma untuk masyarakat sekitar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Itu diungkapkan Ali Mutiara Rangkuty, tokoh masyarakat Pantai Barat Madina yang juga mantan anggota DPRD Madina kepada wartawan,Rabu (22/10/2014) di Panyabungan. “Terdapat beberapa agenda yang masih jalan ditempat […]

  • TEMBAKAU PILKADA

    TEMBAKAU PILKADA

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen: Rina Youlida Nurdina Opuk ukuran dua kali tiga meter yang sudah berdiri miring namun masih digunakan berposisi di tengah kampung seiring usianya yang telah tua. Daun rumbia yang menutupi atap opuk itu tinggal setengah dan sudah ditempeli dengan seng sebahagiannya, sehingga keestetikan opuk legendaris ini sudah berkurang. Tiang-tiang penyangga opuk yang terbuat dari batang […]

  • DPR jangan cuma retorika soal pemberantasan korupsi

    DPR jangan cuma retorika soal pemberantasan korupsi

    • calendar_month Minggu, 23 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat bersikap tegas dalam melihat kewenangan institusi yang diketuai Abraham Samad tersebut. Juru bicara KPK, Johan Budi, mendesak para anggota dewan agar tidak munafik. Pasalnya banyak anggota dewan yang di depan mendukung pemberantasan korupsi, namun di belakang justru menikam. “Teman-teman mari kita hentikan retorika, […]

  • Wabup Atika Hadiri Pramuktamar ke-48 Muhammadiyah

    Wabup Atika Hadiri Pramuktamar ke-48 Muhammadiyah

    • calendar_month Minggu, 26 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menghadiri Pengajian Akbar Gebyar Pramuktamar ke-48 Pimpinan Daerah Muhammadiyah Madina di Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, Panyabungan, Minggu (26/6). Gebyar Pramuktamar memiliki berbagai rangkaian acara yaitu, Milad Aisyiyah ke-105 dan pelantikan Pimpinan Cabang Ikatan Muhammadiyah Madina (PC IMM Madina). Ketua […]

  • Akhirnya Guru di Madina Terima Dana Sertifikasi

    Akhirnya Guru di Madina Terima Dana Sertifikasi

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Guru di Mandailing Nata (Madina) sedikit bernafas lega. Akhirnya, mereka menerima dana tunjangan sertifikasi sejak Senin (1/11). Namun, Dinas Pendidikan (Disdik) baru mencairkan dana itu untuk 6 bulan, sedangkan 6 bulan lagi dijanjikan segera dibayarkan. “Sesuai petunjuk dan dana yang kita terima baru mencukupi untuk pembayaran 6 bulan. Sisanya akan segera dibayarkan,” kata Sekretaris […]

  • Manduda Bulung Gadung di Kerangai, Malaysia

    Manduda Bulung Gadung di Kerangai, Malaysia

    • calendar_month Minggu, 5 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejumlah kaum ibu manduda bulung gadung (menumbuk pucuk daun ubi) di Kampung Kerangai, Jelebu, Negeri Sembilan, Malaysia, Sabtu (4/11/2017). Gulai bulung gadung naiduda (pucuk daun ubi tumbuk) merupakan masakan khas etnis Mandailing di Sumatera Utara. Gulai tradisi ini masih tetap lestari di kalangan kaum Mandailing di Malaysia sejak bermigrasi ke Tanah Semenanjung pada tahun 1800-an. […]

expand_less