Kamis, 12 Mar 2026
light_mode

Ahli Geologi ITM : Gunung Berapi Sumatera Beda dengan Jawa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
  • print Cetak


MEDAN : Komposisi gunung api kawasan Pulau Sumatera berbeda dengan di Pulau Jawa. Perbedahan tersebut dilihat dari komposisi magma yang dikeluarkan gunung api tatkala meletus.

“Secara umum, magma gunung api di Jawa komposisinya intermidiatis hingga basa atau adesitic. Sedangkan gunung api yang ada di Sumatera cenderung intermidiatis hingga asam atau granitis,” ucap Pakar Geologi ITM, Ir Lisnawaty MT didampingi Ka Humas ITM, MH Vivahmi Manafsyah SH MSi, Selasa [9/11] di kampus ITM Jalan Gedung Arca Medan.

Menurut Ketua Jurusan Geologi ITM ini, debu vulkanik yang dikeluarkan Gunung Merapi, yang saat ini sedang meletus, ke depan bernilai ekonomis untuk mengembalikan kesuburan tanah, bahkan pasir yang dimuntakan memiliki kualitas terbaik untuk bahan bangunan dibandingkan pasir sungai.

Kualitas ekonomis ini jika dilihat dari bentuk debu vulkanik yang dikelurkan bukan dari komposisi magma. Tapi jika dilihat dari komposisi setiap gunung api akan memiliki komposisi material yang berbeda.

Untuk Gunung api di kawasan Pulau Sumatera debu vulkaniknya tebal dan memiliki keasaman sedangan di Jawa tipis dan sifatnya basa.

Dipaparkannya, Indonesia sangat rawan terjadi gempa bahkan wilayah Sumut potensi gempa sangat besar. Kerawanan gempa itu berada di sepanjang pesisir pantai barat.

“Di Sumut ada dua sumber jalur gempa yang sangat berpotensi terutama jalur sepanjang pantai barat dan sumber jalur darat yakni bukit barisan,” jelas dosen ITM ini.

Kerawanan gempa itu, ujar Lisnawaty yang juga Sekretaris Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumut, ada di sepanjang pantai barat sumbernya dari laut dan berpotensi stunami.

Gempa yang bersumber di laut itu disebabkan daerah itu masuk dalam lempeng Asia yakni tempat pertemuan lempeng benua Asia dan lempeng Samudera Hindia.

Tumbukan Lempeng

Tumbukan kedua lempeng itu mengakibatkan kepulauan kecil terdepan, seperti Nias, dan daerah pesisir barat yakni Tapsel, Taput dan Madina sekitarnya terlebih dahulu dihantam gempa.

Gempa akibat tubrukan dua lempeng lempeng sifatnya bisa menyeluruh, karena getarannya dirasakan oleh daerah lain yang sangat jauh dari sumber gempa.

Tidak itu saja, pulau – pulau yang terdekat dengan sumber gempa juga bisa hilang, diakibatkan naiknya permukaan air laut dan turun akibat retakan bumi.

Lebih lanjut dikatakannya, sepanjang pegunungan Bukit Barisan, merupakan jalur gempa di darat yakni pada jalur patahan semangko. Di Sumut jalur patahan itu masuk pada tiga segmen patahan yakni sekmen patahan Renun melalui Dairi, Karo. Langkat, Pakpak Barat, Tobasa dan Humbang Hasudutan.

Kemudian segmen patahan Toru yakni melintasi Tapanuli Utara dan Tengah dan segmen ketiga adalah patahan angkola meliputi Tapsel dan Madina. “Contohnya jalan Aeklatong Tapsel yang tak pernah bagus karena jalan itu masuk jalur sehmen patahan angkola,” ujarnya.

Untuk Sumut gunung – gunung yang tergolong aktif dan berpotensi gempa di Sumatera Utara itu yakni Gunung Sibayak, Sinabung, Martimbang, Sibual-buali, Sorik Merapi dan Gunung Lubuk Raya.

Dari sisi keilmuan, ditegaskannya potensi gempa selalu ada namun belum bisa dipastikan kapan terjadi dan berapa besar skala richter. Karena itu sebaiknya pemerintah melakukan mitigasi yakni antisipasi sebelum dan sesudah gempa terjadi.

Antisipasi itu diantaranya, melakukan pemetaan daerah rawan gempa dan memberikan pendidikan kepada masyarakat sehingga masyarakat siap menghadapi jika gempa terjadi.

Ketua Dewan Penasehat IAGI) Pusat, Prof Andang Bachtiar ketika memberikan kuliah umum di ITM baeru – baru ini membenarkan Indonesia sangat rawan gempa karena hampir seluruh wilayah Indonesia merupkan jalur lintasan gempa, kecuali kawasan Provinsi Kalimatan Tengah, Kalimatan Selatan, Kalimatan Barat, namun Kalimatan Timur di Utaranya seperti Tarakan masuk kategori rawan gempa.(aje
Sumber : Berita Sore

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MARSIDAO-DAO (episode 22)

    MARSIDAO-DAO (episode 22)

    • calendar_month Kamis, 26 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara “Adong do etek nami sanga tobang nami i, umak?,” ning si Pikek. “Adong, etekmu sada, goarna Laila, umur nia 30 taon mei sannari. Tobangmu indadong harana umak ma nagodangna adaboru. Mamakmu sada, tai mariganan i tano ranto do, tinggalna i Kalimantan,” ning umak nia. “Etek Laila mi, tar suang […]

  • Panyabungan Dicemari Galundung, Pemkab Mandul Atasi Tambang Liar

    Panyabungan Dicemari Galundung, Pemkab Mandul Atasi Tambang Liar

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih mandul mengatasi persoalan tambang emas liar di berbagai kawasan di Madina. Sementara itu kota Panyabungan sudah dikepung oleh banyaknya unit-unit galundung (gelondongan batu emas) yang berdampak makin berbahayanya keselamatan warga kota dari pencemaran mercury. Disisi lain, korban nyawa melayang juga sudah banyak terjadi di lobang-lobang […]

  • PT.TBS, Pansus DPRD dan Surat Kepada Bupati Madina

    PT.TBS, Pansus DPRD dan Surat Kepada Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Kasus dugaan pembabatan hutan mangrove di Sikara-kara, Natal, Mandailing Natal (Madina) menjadi top issu dalam sebulan terakhir. Gerakan suara protes dari para tokoh Pantai Barat Madina terus menggelinding meminta pengusutan tuntas terhadap dugaan kejahatan terhadap ekosistem pantai laut. Suara-suara itu mengungkap berbagai dugaan “perselingkuhan” antara penguasa dengan manajemen PT. Tri Bahtera Srikandi (PT.TBS). Para […]

  • SDN 166 Purba Lama Butuh Perbaikan

    SDN 166 Purba Lama Butuh Perbaikan

    • calendar_month Senin, 25 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dinas Pendidikan Diminta Jangan Pilih Kasih LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Sejumlah orang tua siswa SDN 166 Purba Lama, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal mengeluhkan buruknya kondisi bangunan sekolah tersebut. Bagian atap yang sudah lapuk dikhawatirkan dapat membahayakan kepada para siswa dan juga para guru-guru pendidik. Salah satu orang tua siswa yang di […]

  • Kenaikan Harga Pupuk Beratkan Petani

    Kenaikan Harga Pupuk Beratkan Petani

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir menilai kenaikan harga eceran tertinggi (HET) untuk pupuk urea bersubsidi sebesar 12,5% per 1 Januari 2012 dari sebelumnya Rp 1.600 per kg menjadi Rp1.800 per kg akan memberatkan petani. “Petani yang mempunyai lahan kecil atau kurang dari 0,3 hektare akan kesulitan dengan naiknya harga pupuk […]

  • Hari ini KPU Madina Distribusikan Surat Suara ke 7 Kecamatan Terjauh

    Hari ini KPU Madina Distribusikan Surat Suara ke 7 Kecamatan Terjauh

    • calendar_month Sabtu, 10 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hari ini Sabtu 10/02/2024,  Komisi Pemilihan Umum Kabupaten ( KPU ) Mandailing Natal ( Madina ) mulai distribusikan logistik pemilu untuk 7 kecamatan terjauh, dari 23 total Kecamatan yang ada di Mandailing Natal. Ketua KPU Madina Muhammad Ikhsan saat dijumpai di Kantornya di Kelurahan Kayu Jati mengungkapkan, pendistribusian itu mulai dilakukan […]

expand_less