Rabu, 18 Mar 2026
light_mode

Alhamdulillah, Harga Karet Terus Bergerak Naik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 28 Apr 2016
  • print Cetak
Seorang pria mengumpul karet mentah di panyabungan

Seorang pria mengumpul karet mentah di panyabungan

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lagi-lagi harga karet alam bergerak naik di tingkat petani di Mandailing Natal (Madina).

Pantauan  di pusat penjualan karet alam di Gunung Tua, Panyabungan, Kamis (28/4/2016), harga berada di Rp.8.200 per kilo gram untuk harga terrendah dan Rp.8.800 per kilo gram untuk harga tertinggi.

Posisi itu mengalami kenaikan sekitar 700 rupiah dari Kamis pekan lalu yang masih berada di Rp. 7.500 per kg untuk harga terrendah dan Rp 8.200 untuk harga tertinggi.

Rangkaian rangkak kenaikan terjadi di rentang sebulan terakhir, memompa semangat para petani getah karet terhadap perbaikan kondisi ekonomi keluarga mereka yang terpuruk dalam beberapa tahun terakhir akibat terpuruknya harga karet alam.

“Kalau dijumlah-jumlah, sudah sekitar 2.000 kenaikan di dalam sebulan ini,” kata Nasution seorang penyadap getah di Desa Gunung Tua Julu.

“Alhamdulillah, semoga teruslah naik di minggu-minggu depan, ‘pinomat’ 10.000 rupiah per kilo kita sudah bersyukur,” kata Sutan seorang  “pangguris” di pusat penjualan Gunung Tua.

Kenaikan harga karet alam di tingkat petani ini tak hanya di Panyabungan. Di kecamatan lain kawasan Madina juga mengalami harga naik. Mayoritas penduduk Madina menggantungkan pendapatan keluarga dari menyadap karet alam sebagai mata pencaharian primer.

Tingkat produksi dan harga karet sangat mempengaruhi posisi perekonomian rakyat Madina serta manjadi gambaran bagi diamika ekonomi di Kabupaten Mandailing Natal.

Sementara itu, pantauan Mandailing Online di data transaksi Tokyo Commodity Exchange,  harga karet untuk pengiriman September 2016 ditutup pada 199,40 Yen pada 25 April 2016 atau naik 0,40 persen dari penutupan sehari sebelumnya. Lalu pada posisi penutupan 26 April 2016 berada pada 199,90 Yen (+0,25%)

Di sisi lain, Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Selatan, Alex K Eddy, Rabu (27/4) yang dilansir Sriwijaya Pos mengatakan sejak April lalu, harga karet mulai merangkak naik, dari harga sebelumnya USD 1 naik menjadi  USD 1.45.

Hal ini terjadi karena kebijakan Agree Export Tonase Scame (AETS) negara produsen karet, Indonesia bersama Malaysia dan Thailand mengurangi ekspor ke negara tujuan. Kebijakan ini sudah dilakukan sejak akhir Maret lalu.

Dengan adanya pembatasan ekspor ini, secara otomatis pasokan karet internasional akan berkurang dan ini akan mendongkrak harga karet internasional.

“Saat ini ada angin segar karena harga minyak dunia sudah mulai naik ini juga mendongkrak harga karet. Selain itu, pemerintah negara pemasok karet melakukan kesepakatan untuk mengurangi ekspor,” ujarnya.

Harga beli pabrik saat ini sudah mencapai Rp 9 ribuan. Harga ini dinilai sudah bisa memenuhi kebutuhan petani karet untuk bertahan.

Setiap tahun, pengusaha karet Indonesia mampu mengirimkan ekspor hingga 1 juta ton, jadi pengiriman ekspor rata-rata perbulan mencapai 90 ribu ton. Namun karena adanya pengurangan stok, saat ini pengiriman hanya berkisar 60 ribuan ton per bulannya.

“Ini sebagai bentuk pengorbanan pengusaha untuk meningkatkan kembali harga karet. Meskipun harus merelakan 20 persen stok karet mengendap,” ujarnya.

Alex mengatakan, kebijakan ini sengaja dilakukan untuk membantu mendongkrak harga karet dari petani.

“Kalau harga karet terus menerus mengalami penurunan, nanti petani menjadi kecil hati dan akhirnya berdampak kepada pengusaha karet karena tidak ada stok untuk diekspor. Untuk itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan AETS ini. Kebijakan ini akan dievaluasi selama 6 bulan,” ujarnya.

Karena tidak adanya cash flow selama kebijakan ini dijalankan, anggota Gapkindo mengharapkan agar pemerintah memberikan kebijakan-kebijakan seperti suku bunga kredit murah untuk resi gudang, dan kebijakan-kebijakan lainnya.

“Karena selama ini suku bunga kredit yang diberikan kepada kami adalah suku bunga komersil. Kami mengharapka agar suku bunga ini bisa lebih murah,” ujarnya.

Peliput : Dahlan Batubara

Sumber tambahan : Tokyo Commodity Exchange/Sriwijaya Pos

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Pegawai Honorer Unimed Dipecat Karena Kritis

    Tiga Pegawai Honorer Unimed Dipecat Karena Kritis

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Tiga pegawai honorer Universitas Negeri Medan (Unimed) resmi dipecat setelah dianggap membuat keributan dan berusaha menggagalkan pelaksanaan rapat senat pemilihan Rektor Unimed. Pemecatan itu diakui ketiganya, Safwin Asrudi Rambe, Arianto Siregar, dan Andi Wijaya terkesan mendadak dan sangat dipaksakan. Apalagi surat pemecatan yang ditandatangani Pembantu Rektor II, Chairul Azmi itu diterima ketiganya pada […]

  • HUT Madina: Bintang Film CDSB Hibur Pengunjung dengan Monolog

    HUT Madina: Bintang Film CDSB Hibur Pengunjung dengan Monolog

    • calendar_month Kamis, 10 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Salah satu rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Mandailing Natal (Madina) adalah Pagelaran Kreativitas Seni Budaya. Hari pertama pagelaran tersebut, Rabu (9/3) Bintang film Cinta dalam Sepotong Bambu (CDSB) Leli Marito Panggabean menghibur pengunjung dengan penampilan monolog. Pemeran Sahnah pada film yang diproduksi Dinas Pariwisata itu menampilkan monolog […]

  • RP-APBD 2012 Madina 817 Milyar

    RP-APBD 2012 Madina 817 Milyar

    • calendar_month Rabu, 24 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RP APBD) tahun 2012 sebesar Rp. 817 milyar disampaikan Wakil Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution pada sidang paripurna DPRD Madina, Rabu (24/10). Besaran pagu anggaran di RPAPBD ini merupakan peningkatan yang luar biasa dalam sejarah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sekaligus memperlihatkan ketangguhan pemerintahan Hidayat-Dahlan […]

  • APDESI Diminta Netral Pada Pemilu Kada Tahun 2024 ini

    APDESI Diminta Netral Pada Pemilu Kada Tahun 2024 ini

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) diminta netral dalam perhelatan Pilkada tahun ini, hal ini dikatakan Bupati Mandailing Natal ( Madina ) H.M.Ja’far Sukhairi Nasution melalui Asisten II dr.Syarifuddin Nasution saat Silaturahmi Daerah ( Silatda ) Kerja Desa se Kabupaten Madina Kamis 30/5/2024 di Gedung Serba Guna Aek Godang Panyabungan. “Saya […]

  • Ratusan Ekor Ayam Mati Mendadak di Siabu Madina

    Ratusan Ekor Ayam Mati Mendadak di Siabu Madina

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sejak sepekan terakhir, ratusan ekor ayam di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mati mendadak. Mendengar laporan kejadian ini, Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Madina, Sabtu (07/05/2011) langsung melakukan penyemprotan untuk menghindari penyakit ganas ini dan mengantisipasi bertambahnya ayam yang mati mendadak. Kejadian ini terungkap akibat keresahan masyarakat terhadap ayam […]

  • Mendagri : Surat Pengunduran Bupati Madina Salah Prosedur

    Mendagri : Surat Pengunduran Bupati Madina Salah Prosedur

    • calendar_month Minggu, 21 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan surat pengajuan pengunduran diri Bupati Mandailing Natal, Dahlah Hasan Nasution, salah prosedur. Itu diungkap Tjahyo Kumolo lewat keterangan pers, Minggu (21/4/2019). Dahlan Hasan Nasution mengajukan pengunduran diri kepada Presiden RI usai kekalahan Jokowi-Ma’ruf pada Pilpers 2019 di Mandailing Natal. Mendagri menyatakan telah menerima surat […]

expand_less