Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Asmara Subuh dan geng motor meresahkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 23 Jul 2012
  • print Cetak

geng motor

MEDAN – Tim Operasi Antisipasi Asmara Subuh dan Geng Motor di yang sudah siap beroperasi sejak Jumat (20/7) lalu, nampaknya harus bekerja keras. Tim akan melakukan operasi selama 14 hari untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga Kota Medan yang tengah menjalankan ibadah puasa. Tak hanya memantau aktifitas ‘asmara subuh’ tetapi juga mengamankan ulah geng motor yang turut meramaikan jalanan kota Medan di pagi hari.

Tim yang terdiri dari Polresta Medan, Polres Pelabuhan belawan, Kodim 0201/BS, Linud Medan. Denpom 1/5 Medan, Yon Maharlan Belawan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Kesbangpol Lionmas Kota Medan dan Bagian Administrasi Pemerintahan Umum.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Fahri Matondang minta seluruh personil yang masuk dalam tim gabungan untuk melakukan operasi pengamanan asmara subuh dan geng motor untuk mematuhi jadwal yang telah diberikan. Seluruh personil diharapkan sudah berkumpul di lokasi yang telah ditetapkan mul;ai pukul 05.00 WIB. Rencananya, operasi akan dilaksanakan sampai pukul 08.00 WIB.

“Selain asmara subuh dan geng motor, saya harapkan tim gabungan juga mengamankan segala kegiatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban. Apabila menemukan ada pihak-pihak yang ingin mengganggu keamanan dan ketertiban, saya harap segera berkoordinmasi dengan instansi terkait,” kata Fahri tadi malam.

Saat operasi berjalan, Fahti mengingatkan kepada seluruh personil untuk selalu mengedepankan sikap dan tindakan persuasif. Dia tidak mau ada personil yang mengedepankan sikap arogan sehingga akan memicu timbulnya tindakan perlawanan. “Jadi utamakanlah sikap dan tindakan persuasif ketika operasui,” harapnya.

10 personel dibagi dalam 5 tim, masing-masing tim terdiri atas 11 personel yang terdiri dari Polresta Medan 1 orang, Polres Pelabuhan Belawan (1 orang), Kodim 0201/BS (1 orang), Lanud Medan (1 orang), Denpom 1/5 (1 orang), Yon Maharlan Belawan (1 orang), Satpol PP (2 orang) Dishub (1 orang), Kesbangpol Linmas (1 orang) dan Bagian Adpemum (1 orang).

Tim 1 bertugas melakukan operasi di Jalan Gatot Subroto, persisnya seputaran Tomang Elok, seputaran Ring Roang dan Jalan T Amir Hamzah, sedangkan titik kumpul di Jalan Ringroad (Petronans). Tim 2 bertugas Jalan Metal Ujung/Jalan Krakatau, seputaran Pelindo dan di bawah tol Bandar Selamat, titik kumpul di Jalan tol Bandar Selamat.

Tim 3 bertugas di Jalan Polonia Ujung, Jalan Tritura/Jalan Brigjen Katamso dan seputaran Asrama Haji/Jalan Pangkalan Masyhur, titik kupul di Jalan Tritura. Tim IV bertugas dijalan Cemara, Jalan Raya Marelan, seputaran BCT Belawan dengan titik kumpul di Jalan Cemara. Sedangkan Tim 5 bertugas di Jalan Menteng Raya dan seputaran Stadion Teladan Medan dengan titik kumpul di seputaran Stadion Teladan.

Guna mendukung mobilitas tim dalam melakukan operasi, Fahri minta Satpol PP menurunkan 3 unit mobil patrol untuk Tim 1, Tim 2 dan Tim 3. Sementara Dishub diminta menurunkan dua unit mobil patroli untuk membantu Tim 4 dan Tim 5. Dijelaskannya, tim gabungan ini akan memulai operasi Sabtu (21/7) subuh guna memberikan rasa aman dan nyaman di titik-titik yang telah ditetapkan

Pantauan Waspada Online sejak Sabtu kemarin, ada beberapa titik jalanan yang diramaikan para kaum remaja yang berkonfoi dalam momen ‘asmara Subuh’ khusunya sejak pukul 05.30 WIB. Diantaranya Jalan DR. Mansyur kampus USU, Ringroad Setiabudi, Pangkalan Mansyur Asrama Haji, Starban Ujung Polonia, seputaran Stadion Teladan.

Titik tersebut bukan hanya dilalui para pengendara remaja yang menikmati momen ‘asmara subuh’ namun juga gerombolan pengendara bermorot yang berknalpot bodong, sehingga membuat bising jalanan. Ditambah lagi, para remaja yang kerap berlalu-lalang sembari melontarkan petasan. Ulah para remaja ini tentu saja sangat mengganggu wilayah sekitar karena dapat memancing keonaran.

“Remaja-remaja yang keluyuran habis sholat Subuh ini sudah mulai meresahkan. Pasalnya mereka berlalu-lalang sambil melemparkan mercon ke arah pengemudi lain. Saya saja hampir terkena lemparan mercon Subuh tadi saat saya melintasi Jalan Starban Polonia,” kata Amir Hamzah, warga Starban Polonia kepada Waspada Online.

Selain itu, lanjut Amir, ada juga gerombolan anak-anak muda mengendarai motor dengan suara knalpot yang bikin bising. “Suara knalpotnya bising sekali, hampir membuat telinga kita pekak. Sambil geber-geber pula, sepertinya sengaja memancing keributan,” tuturnya lagi.(waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Banjir Terima Bantuan dari Pemkab

    Korban Banjir Terima Bantuan dari Pemkab

    • calendar_month Sabtu, 1 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS – Bupati Kabupaten Padang Lawas (Palas), H Ali Sutan Harahap (TSO) membagikan bantuan berupa sembako, kebutuhan pangan, dan ganti rugi musibah bagi masyarakat yang terkena bencana alam berupa banjir. “Seluruh desa yang terkena bencana sudah dibagikan bantuan. Camat-camat dan Badan Penanggulangan Bencana Alam sudah saya perintahkan untuk turun ke lapangan melihat secara dekat, apa […]

  • Ribuan Ha Sawah Dihantam Banjir

    Ribuan Ha Sawah Dihantam Banjir

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Ribuan hektare lahan persawahan di Kecamatan Siabu rusak dihantam banjir, belum lama ini. Masing-masing lahan tersebar di Desa Sihepeng, Huraba, Simangambat dan Bonan Dolok. Peristiwa ini terungkap saat Wakil Bupati (Wabup) Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution, meninjau lokasi tersebut, Senin (9/1). “Sampai sekarang lahan yang dihantam banjir ini belum bisa digunakan atau ditanami […]

  • Empat Penambang Emas di Hutabargot Tewas Keracunan

    Empat Penambang Emas di Hutabargot Tewas Keracunan

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Biarkan alam yang menjawab. Mungkin kata-kata itulah yang tepat terkait keberadaan tambang emas ilegal di Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Keberadaan tambang emas ilegal kian hari kian tidak terkoordinir. Tinggal menunggu waktu terjadinya bencana? Sebenarnya, tanda-tanda bencana sudah mulai tampak. Seperti baru-baru ini, empat penambang dari Jawa, meninggal dalam lubang tambang diduga karena […]

  • Pemda Madina Gelar Rapat Evaluasi Penyerapan Anggaran

    Pemda Madina Gelar Rapat Evaluasi Penyerapan Anggaran

    • calendar_month Senin, 12 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan rapat evaluasi pelaksanaan program/kegiatan penyerapan anggaran OPD di Aula Kantor Bupati, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Senin (12/12). Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution itu membahas dampak inflasi menjelang natal dan tahun baru (nataru), mengevaluasi kinerja setiap dinas di Pemkab Madina […]

  • Gubsu Diminta Banyak Istighfar

    Gubsu Diminta Banyak Istighfar

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Zubaidah Nasution meminta Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi untuk banyak beristighfar. Hal ini disampaikan Zubaidah menanggapi pernyataan Gubsu yang terkesan menyindir Partai Golkar saat mengikuti acara pelantikan pengurus DPD Banteng Muda Indonesia (BMI) di Hotel Grand Inna, Jl. Puti Hijau, […]

  • Kisah di Balik Tugu Perintis Kotanopan

    Kisah di Balik Tugu Perintis Kotanopan

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Askolani Nasution Budayawan   Suatu hari di tahun 80-an, H. Mahals, nama pertama di prasasti Tugu Perintis Kemerdekaan Kotanopan, datang ke rumah kami yang berdinding “gogat”. Ia menanyakan arsip-arsip almarhum ayah ketika masih bersama beliau dipenjara Belanda di Sukamiskin dan Digul. Bertemu beberapa catatan. Ia menyebut beberapa tokoh (di prasasti itu) masih […]

expand_less