Senin, 16 Mar 2026
light_mode

ATAS NAMA GALUNDUNG

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
  • print Cetak


Ada banyak kata ternyata yang mati, zaman melupakannya. Tapi ada juga banyak kata yang kembali terpilih, karena zaman tak melupakannya. Sebutlah “galundung” sebuah idiom yang tiba-tiba meneror pola perhatian kita. Ia bukan sekedar alat pemecah batu. Kalau hanya itu, ia tidak akan lebih hebat dari palu, martil, “indalu” atau “batu panggilingan”, meskipun dalam konteks fungsi yang sama. “Galundung” berwibawa karena konteks sosialnya. Ia adalah kata bagi pertanda “harapan” atau lebih tepat “impian.” Impian bahwa dengan galundung nasib kita akan berubah hari ini. Dan kita suka mimpi itu, karena dalam mimpi gairah kita dibangunkan. Sama dengan judi, kita suka bukan karena permainnya, tetapi pada impian selama proses judi, bahwa dalam beberapa detik kita akan bermetamorfosa menjadi “Sutan” atau selamanya “Setan.”
Begitulah semua impian! Tentu saja! Siapa yang tak suka keajaiban! Tuhan memang pemilik segala nasib, tetapi impian kita yakini dapat membuat nasib berubah (dengan atau tanpa restu pemiliknya, siapa yang masih peduli).
Aha, besok kita bangun langsung menjadi orang kaya. Hari ini adalah akhir dari kekumalan, akhir dari kemiskinan, keterpurukan, akhir dari seseorang yang tak dianggap, seseorang yang selalu menelan air liur dan menahan emosi setiap kali kita sebagai rakyat dicorengi.
Galundung dan logam mulia yang diberinya adalah awal dari kehidupan kita sebagai rakyat akan diakhiri. Kita lahir menjadi seseorang: suaranya bukan hanya pelengkap pilkada. Ucapan kita bisa menjadi hukum, karena kita lah pemilik baru ruang keadilan. Bukan hanya suara hakim yang bisa kita beli, bahkan juga suara keadilan.
Betapa enak menjadi pemilik nilai. Betapa enak menjadi sumber inspirasi bagi orang miskin, karena setelah ini, orang miskin akan ingin menjadi seperti saya juga! Karena itu, dalam lobang yang berpuluh-puluh meter, dalam keyakinan bahwa semakin dalam semakin dekat ke ajal dan semakin bergantung kita kepada keajaiban Tuhan, dalam keyakinan akan ada karunia bergumpal-gumpal emas, dalam keyakinan bahwa tak mungkin Tuhan tidak memberi kita limpahan rezeki seperti yang diberikannya kepada penggali lain (bukankah Tuhan tak mungkin dendam kepada kita?), dan dalam berbagai impian lain, sekalipun dengan mempertaruhkan nyawa kita! Nyawa, ah siapa yang peduli. Enak mati muda, begitu kata Soe Hok Gie, tokoh muda yang senantiasa mengilhami para penggagas perubahan. Kita tak ingin mati sia-sia, karena itu kita pertaruhkan segalanya untuk satu dua lubang yang kita impikan akan segera mengubah hidup kita!
Oleh : Askolani Humas DPRD Kabupaten Mandailing Natal

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berantas Judi, Kapoldasu Diminta Turun ke Palas

    Berantas Judi, Kapoldasu Diminta Turun ke Palas

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGBOLAK- Ketua DPK Masyarakat Pancasila Indonesia Paluta, Nuhrom Ahadi Siregar meminta Kapoldasu Irjen Wisjnu Amat Satro agar turun ke Padang Lawas Utara karena Kapolres di daerah itu dinilai gagal memberantas judi dan togel di wilayah hukumnya. “Kepada Kapoldasu yang baru, turun langsung ke Paluta menyaksikan maraknya peredaran judi togel dan kim,” harap Nuhrom didampingi Kordinator […]

  • Tiga Rumah Kontrakan di Banjar Sehat Ludes Terbakar

    Tiga Rumah Kontrakan di Banjar Sehat Ludes Terbakar

    • calendar_month Rabu, 14 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) : Tiga unit rumah kontrakan terbuat dari papan di banjar sehat, Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) Rabu Sore 14/6/2023 sekitar pukul 15.20 ludes dilalap si jago merah. Besarnya api membuat seisi rumah tidak bisa di selamatkan, warga sekitar yang melihat kejadian itu pun berhamburan dan membantu […]

  • Tak Berkategori

    KPK: Bupati Madina Janjikan Satu Paket Proyek BDB ke Kontraktor

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Medan, – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi menyebut dari tiga proyek yang bersumber dari Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Pemprov Sumut yang didapatkan pemerintah kabupaten Mandailing Natal(Madina). Bupati Hidayat Batubara menjanjikan satu proyek untuk digiring pengerjaannya oleh kontraktor Surung Panjaitan. “Ada tiga paket proyek di APBD Madina yang bersumber dari BDB Pemprov Sumut. […]

  • BKD Gandeng Kantor Pos

    BKD Gandeng Kantor Pos

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Penerimaan berkas administrasi pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2010 di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akan tetap menggunakan jasa kantor pos. Ini dilakukan untuk lebih kondusifnya pelaksanaan penerimaan berkas pelamar. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Madina, Asrul Daulay SIP saat ditemui METRO di ruang kerjanya, Jumat (5/11) mengatakan, pada penerimaan seleksi CPNS yang tak […]

  • IBUKU LEBARAN DI SYURGA

    IBUKU LEBARAN DI SYURGA

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen Rina Youlida   “Santi, ayo bangun, mari bantu mamak menyiapkan sahur kita, kamu panaskan air di periuk kecil itu supaya masak nasinya lebih cepat”. “iya mak”, jawabku dengan suara lembut sambil mengucek mataku karena masih terasa sangat berat untuk beranjak dari tempat tidurku yang hanya beralas sebuah tikar tipis dari anyaman daun pandan berduri […]

  • Penyanyi Senior Diana Nasution Meninggal Dunia

    Penyanyi Senior Diana Nasution Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    JAKARTA, – Penyanyi senior Diana Nasution meninggal dunia di Rumah Sakit Gading Pluit, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat, 4 Oktober 2013 pada pukul 00.45 WIB. Sebelum menghembuskan napas terakhir, ibunda dari penyanyi Marcello Tahitoe alias Ello itu sempat dikabarkan kritis. Kabar duka tersebut didapat dari kerabat sekaligus presenter Thessa Kaunang. “Iya benar. Sekarang mama dan […]

expand_less