Home / Seputar Madina / Atika Nasution Salurkan Masker ke Pedagang

Atika Nasution Salurkan Masker ke Pedagang

Atika memasangkan masker kepada keluarga pedagang

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Atika Azmi Utammi Nasution, B.AppFin, MFin menyalurkan bantuan masker kepada para pedagang sejak tanggal 14 hingga 17 April 2020 dalam upaya melindungi pedagang dari Covid-19.

Bantuan masker kepada pedagang ini memperlihatkan ketajaman perspektif Atika pada sektor ekonomi di Mandailing Natal.

Pantauan wartawan di pasar lama Panyabungan, Jum’at (17/4) Atika didampingi kader Ikatan Pemuda Karya (IPk) membagikan masker kepada pedagang dan abang beca.

Total masker yang dibagikan berjumlah 2000 helai.

Selain pasar Panyabungan, penyaluran juga di pasar lain seperti pasar Kotanopan.

Atika Azmi Utammi Nasution adalah figur muda yang maju sebagai calon wakil bupati Madina untuk Pilkada 2020 mendampingi calon bupati H.M Jak’far Sukhairi Nasution yang telah mendapat surat rekomendasi dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menjawab wartawan, Jum’at, Atika mengatakan ia sengaja memilih lokasi pasar dan parkiran abang-abang becak tempat untuk membagi masker, karena tempat tersebut menjadi aktifitas padat masyarakat lalu lalang datang dan pergi yang asalnya kemungkinan dari berbagai penjuru.

Kesibukan para pedagang dan abang-abang becak di lapangan terbuka di tambah sulitnya akses untuk mendapatkan masker, menjadikan masyarakat harus beraktifitas di luar rumah tanpa menggunakan masker.

“Padahal pemerintah sudah membuat aturan ketat agar masyarakat selalu mengggunakan masker wajah terutama saat keluar rumah dalam menghadapi pandemi Corona ini,” katanya.

Berdasar itu Atika Nasution mengambil inisiatif pembagian masker di lokasi tersebut sekaligus menjadi moment penting untuk lebih dekat dan mengenal para pedagang dan mengetahui perkembangan harga berbagai macam jenis dagangan di pasar-pasar rakyat.

Atika Azmi Utammi Nasution, B.AppFin, MFin

Menurutnya, dagangan sayur mayur dan juga buah-buahan untuk Madina masih banyak di datangkan dari luar daerah. Padahal potensi Sumber Daya Alam (SDA) untuk hal tersebut cukup potensial di Madina. Namun, akibat kurangnya perencanaan skala prioritas pemerintah menjadikan Madina yang semestinya sebagai produsen, terbalik menjadi daerah konsumen.

Di akhir komentarnya, Atika Nasution berharap masker yang diberikan dapat dijaga dan diterima masyarakat dengan baik, dan yang terpenting selalu digunakan saat melakukan aktifitas demi kesehatan masyarakat itu sendiri, karena bagaimanapun mencegah jauh lebih mudah dari pada mengobati.

Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: