Minggu, 15 Feb 2026
light_mode

Awas! Pelaku Begal Kini Incar Perempuan

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2015
  • print Cetak

PEREMPUAN harus lebih waspada jika bepergian pada siang. Sebab, para pelaku curas menjadikan mereka sebagai sasaran utama ketika beraksi. Saat ini, pelaku tidak lagi berpikir untuk beraksi saat sepi atau malam. Di tempat ramai dan siang bolong pun, pelaku tetap nekat beraksi.

Hal itu merupakan pengakuan Syaiful, 22, dan Rega Bagus, 18, warga Jalan Tanjungsari, Surabaya. Keduanya merupakan pelaku penjambretan yang ditangkap anggota Satlantas Polrestabes Surabaya pada Rabu (4/3) di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya. Berdasar pemeriksaan di Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, keduanya bukan pemain baru.

Tetapi, keduanya belum pernah ditangkap polisi. Selama ini, mereka berhasil kabur dengan memanfaatkan situasi yang sudah digambar sebelumnya. Ditemui di Polrestabes Surabaya, Syaiful mengaku sudah beraksi tiga kali selama Februari 2015 lalu. Yaitu, di Jalan Tanjungsari, Jalan Darmo Satelit, dan Jalan Mayjen Sungkono. Setelah berhasil, keduanya mengulangi perbuatannya di Jalan Mayjen Sungkono, tetapi gagal.

Dalam beraksi, mereka selalu berdua. Sasarannya, perempuan yang menaiki sepeda motor seorang diri. Terlebih ketika korban menggunakan tas cangklong yang diletakkan di bahu atau digantungkan di depan jok. ''Ambilnya mudah,'' katanya memberi alasan.

Keduanya juga mengaku tidak mempunyai perhitungan khusus ketika akan beraksi. Siang hari dan kondisi jalan yang ramai tidak lagi menjadi kendala. Mereka te­tap saja berani beraksi. Contohnya, yang dilakukan di Jalan Mayjen Sungkono pada Rabu lalu. Situasi lalu lintas sedang padat-padatnya karena berbarengan jam pulang kerja. Tetapi mereka berani beraksi.

Para pelaku pun sudah menjadikan begal sebagai mata pencaharian mereka. Buktinya, mereka tidak memiliki pekerjaan sama sekali. Keduanya menggantungkan kebutuhan hidup dari hasil membegal. ''Uangnya buat makan sama ngopi,'' ucap pelaku tersebut.

Sementara itu, proses regenerasi penjahat jalanan dimulai dari maraknya pesta miras remaja. Kapolrestabes Surabaya Kombespol Setija Junianta menyatakan, embrio pelaku kejahatan jalanan adalah anak muda yang suka nongkrong.

Di sisi lain, dua anggota Satlantas Polrestabes Surabaya yang berhasil menangkap pelaku curas mendapatkan penghargaan khusus dari Setija. Mereka adalah Brigadir David Rizal Fatah dan Brigadir Rizky Zamrut. (Jpnn)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Pemutusan Listrik di Gedung BPM Tak Harus Terjadi Jika Sekretariat Pemkab Madina Sinergis

    Kasus Pemutusan Listrik di Gedung BPM Tak Harus Terjadi Jika Sekretariat Pemkab Madina Sinergis

    • calendar_month Rabu, 19 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus pemutusan listrik di gedung Badan Pemberdayaan Masyarakat  Mandailing Natal (Madina) oleh PLN harusnya tak terjadi jika sekretariat Pemkab Madina mampu mengantisipasi. Pemutusan itu akibat BPM Madina belum membayar tagihan rekening listrik sejak Januari 2017. Itu sebagai dampak lambannya bupati melakukan pengukuhan atau pelantikan pejabat di instansi ini sejak berlakunya PP […]

  • Warga Sipirok Masuk Islam Di Panyabungan

    Warga Sipirok Masuk Islam Di Panyabungan

    • calendar_month Senin, 9 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Parlan (33) warga Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan secara sadar dan tanpa ada paksaan menyatakan dirinya masuk Islam. Dia mengucap dua kalimat sahadat serta proses untuk menjadi seorang muslim di Mesjid Nur ‘Ala Nur, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jum’at (6/7). Parlan menyatakan, dia memeluk islam atas kesadaran yang timbul dalam dirinya. Tidak […]

  • 100 Desa di Madina Keluar Dari Cengkraman SK 44

    100 Desa di Madina Keluar Dari Cengkraman SK 44

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Sebanyak 100 dari 116 pemukimkan desa di Mandailing Natal (Madina) telah berhasil dikembalikan kepada statusnya menjadi non hutan lindung setelah sekitar 10 tahun statusnya dipaksa menjadi hutan lindung oleh SK Menhut Nomor 44 Tahun 2005. Kabid Kehutanan Dinas Kehutanan Perkebunan Madina, Ahmad Faizal menjawab Mandailing Online, Senin (18/5) menyatakan 100 […]

  • Wakil Bupati Madina : Camat Jangan Diam Saja, Harus Kreatif Mendorong Dana Desa Bagi Perekonomian Rakyat

    Wakil Bupati Madina : Camat Jangan Diam Saja, Harus Kreatif Mendorong Dana Desa Bagi Perekonomian Rakyat

    • calendar_month Jumat, 21 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penggunaan Dana Desa selama tahun 2015 dan 2016 yang belum memberikan dampak bagi pertumbuhan perekonomian warga desa menuai kritikan dari Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Jakfar Sukhairi Nasution. Kegelisahan wakil bupati ini sangat realistis karena tahun-tahun sebelumnya pemerintahan desa terkesan tak memiliki ketajaman visi ekonomi sehingga program yang didanai Dana Desa […]

  • Isu Mutasi Jabatan di Pemkab Madina Merebak

    Isu Mutasi Jabatan di Pemkab Madina Merebak

    • calendar_month Jumat, 13 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- isu mutasi besar besaran di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal ( Pemkab Madina ) merebak, selain eselon II yang akan dilakukan pelantikan pasca selesainya lelang jabatan, Camat jabatan Eselon III b, dan eselon IVa, seperti Kepala Sub Bagian, Sekretaris Camat, Kepala Seksi, Kepala Sub Bidang, Lurah, Kepala Unit Pelaksana Teknis […]

  • Gatot: Sengketa Tapal Batas Sumut-Riau Tunggu Mendagri

    Gatot: Sengketa Tapal Batas Sumut-Riau Tunggu Mendagri

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTAPINANG : Permasalahan sengketa tapal batas antara Propinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Propinsi Riau masih menunggu kepastian dari Kementrian Dalam Negeri RI. Perbatasan tersebut melibatkan tiga Kabupaten di Sumut dan dua Kabupaten di Riau. Yakni, Kabupaten Padang Lawas, Labuhanbatu Selatan (Labusel) dan Labuhabatu, Sumut. Sementara di Propinsi Riau di antaranya Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dan […]

expand_less