Budaya

B A B I A T (Episode 5)

Karya: Halak Kotanopan

 

 

Tapi, kemudian Oji Soleh melihat tatapan harimau tersebut lama kelamaan tidak menakutkan lagi. Antara sadar dan tidak, sesaat kemudian dia melihat harimau tersebut menunduk sebelum berpaling dan kemudian menghilang dalam satu lompatan.

Oji Soleh masih tidak beranjak, kakinya masih terlalu lemas untuk melangkah. Dia seolah tidak percaya apa yang terjadi. Rupanya dia tidak ditakdirkan untuk mati saat itu, mati di di terkam harimau.Ā  Sambil mengucap syukur dia mencoba memahami apa yang sedang terjadi. Ya, harimau itu tidak menunjukkan permusuhan kepadanya. Tidak seperti yang dikhawatirkan masyarakat belakangan ini. Bukan harimau yang ingin menerkam siapa saja yang ditemuinya.

Oji Soleh mulai berpikir, jangan jangan harimau tadi bukan sembarang harimau, bukan sembarang babiat. Jangan jangan yang dia temui tadi adalah babiat napa!. Ya.., itu babiat napa!.

Memang sudah lama dia tidak mendengar cerita tentang babiat napa. Tapi dulu,Ā  babiat napa sering menjadi bahan pembicaraan orang orang di kampungnya. Babiat napa ini berupa harimau juga. Tapi kemunculannya hanya pada saat saat tertu saja.

Kemunculan babiat napa selalu menjadi suatu peringatan bagi warga kampung. Biasanya babiat napa hanya muncul apabila ada warga kampung yang berbuat aib. Apabila ada warga yang berbuat zinah, manggampang istilah orang di sana, maka babiat napa akan muncul ke kampung tersebut. Kampung itu akan senantiasa disambangi sang harimau sampai orang yang berbuat aib tersebut menghentikan perbuatannya dan meminta ampun.

Tidak jarang kalau orang yang berbuat zinah tidak juga mengaku, babiat napa datang langsung ke halaman rumahnya, meninggalkan jejaknya di sekeliling rumah orang tersebut. Dengan demikian para tetua kampung bisa menasehati dan terkadang harus memberikan hukuman bagi mereka. Biasanya orang yang telah berbuat zinah akan diminta menikah atau kalau tidak diusir keluar dari kampung tersebut. Setelah itu biasanya harimau tersebut, babiat napa, tidak akan muncul lagi.

Tapi pada masa ini, Oji Soleh tidak bisa sembarangan mengutarakan pendapatnya tersebut. Dia tidak punya bukti. Dia paham, pada saat sekarang ini, tidak bisa sembarangan mengemukakan pendapat seperti itu. Bisa bisa dia di tuduh menyebar fitnah. Bukannya mengucilkan orang yang telah berbuat aib, bisa bisa nanti dia yang sudah tua itu yang akan terkucilkan. (bersambung)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.