Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

B A B I A T (Episode 7-Tamat)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
  • print Cetak

Karya: Halak Kotanopan

 

Sementara Rosma, sang putri yang belum tidur, juga dapat mendengar auman harimau tersebut. Saat itu dia sedang berada di kamar mandi, di dalam kamarnya. Dia baru saja berkumur kumur sehabis muntah muntah.

Sebenarnya sudah beberapa hari ini di merasa mual mual terus, dan sejak sore dia sudah beberapa kali muntah muntah. Begitu pula saat ayahnya tadi mengetuk pintu kamarnya. Sengaja dia tadi tidak membuka pintu untuk ayahnya, karena dia tahu rasa mualnya ini bukan karena dia masuk angin. Melainkan karena sudah hampir empat minggu ini dia terlambat datang bulan.

Dia tidak mau ayahnya merasa curiga. Untuk itu juga mengapa dia mendadak pulang tadi pagi. Dia ingin mencari orang yang dapat menolongnya dari masalah yang dia hadapi ini. Masalah yang dia perbuat sendiri. Masalah yang hanya bisa dia sesali.

Di Medan, dengan kehidupan yang berlimpah, Rosma bukannya mensyukuri dengan kuliah sebagaimana yang orangtuanya harapkan. Rosma justru lebih tertarik dengan pergaulan di luar kampus. Dengan fasilitas lengkap, di tambah wajah yang cantik dengan mudah Rosma telah menjadi seorang gadis metropolitan, lengkap dengan pergaulan anak mudanya. Tinggal di rumah sendiri juga menambah kebebasannya dalam bergaul.

Gaya pergaulan ini juga yang kadang dia bawa saat pulang ke kampung. Termasuk gaya bergaulanya dengan Badrul, pemuda di kampungnya yang sudah menjadi pacarnya sejak masa SMA. Saat Rosma pulang kampung, tidak jarang pergaulan mereka telah melewati batas norma maupun agama. Selama ini mereka dapat berhubungan dengan sembunyi, tanpa ada yang merasa curiga.

Pergaulan mereka inilah yang sekarang menimbulkan masalah bagi dirinya. Masalah yang akan menjadi aib bagi dirinya, juga akan mencoreng kehormatan kedua orang tuanya. Masalah yang kalau berlarut larut tidak akan bisa dia sembunyikan lagi. Karena itulah dia pulang. Ingin meminta pertanggungjawaban Badrul, atau mencari penyelesaian lain sebelum orang lain dapat melihat perubahan pada dirinya.

Tapi auman hariamau tadi  sungguh mengagetkan Rosma. Dia juga tahu harimau tadi sempat mencakar dinding rumah mereka. Rasa takut dan malu seketika berkecamuk dan bercampur aduk dalam dirinya.

Dengan kondisinya sekarang ini dan apa yang telah dia lakukan sebelumnya, dia langsung tahu bahwa babiat napa telah datang menyatroni rumahnya, bahkan babiat napa tersebut telah menandai rumahnya dengan cakarannya. Babiat napa telah datang untuk memberitahu orang kampung tentang kelakuan Rosma yang telah melanggar norma. 

Suara langkah terdengar bergerak dari samping rumah sampai ke belakang rumah mereka. Langkah langkah itu tentunya akan meninggalkan jejak jejak di pagi hari nanti. Jejak  yang akan memberitahu para tetangga bahwa ada orang yang telah berbuat zina / manggampang di rumah mereka. Jejak yang akan menelanjangi perbuatannya selama ini. Jejak babiat napa yang secara adat telah dipercaya secara turun menurun hanya mendatangi mereka yang telah berbuat bejat.

Rosma langsung lemas. Dia tidak tidak tahu apa yang harus dia perbuat. Dia sadar dia tidak akan bisa berkelit lagi. Babiat napa telah menunjuk langsung pada dirinya. Dia tidak tahu mau dikemanakan mukanya kalau ketemu tetangganya.

Dia bisa membayangkan kalau para anak gadis yang masih duduk di SMA, yang selama ini mengidolakannya, akan berbalik mencibirnya. Dia pasti tidak akan sanggup menatap para tetua adat yang akan datang memaksanya untuk mengakui perbuatannya dan harus menunjuk hidung lelaki temannya berbuat gampang.

Dia tidak keberatan kalau terpaksa kawin dengan Badrul, tapi tidak dengan cara seperti ini, cara yang sangat memalukan sekali. Dia juga tidak sanggup kalau harus hidup diasingkan, diusir dari kampung mereka kalau tidak mau mengakui dan meminta maaf.

Rosma bisa membayangkan betapa malunya orangtuanya nanti. Kepercayangan dan rasa sayang orangtuanya telah dia balas dengan mencorengkan aib di muka mereka.

Sekali lagi Rosma masih mendengar deheman babiat napa dari belakang rumahnya, sebelum dia terkulai tidak sadarkan diri, tidak kuat membayangkan rasa malu yang akan dia tanggung. (tamat)

Halak Kotanopan, November 2011.

Catatan: Cerita ini hanya rekaan belaka. Apabila ada kesamaan nama, kemiripan dengan karakter serta pengalaman seseorang, itu hanya faktor kebetulan semata. Semoga dapat mengambil hikmahnya.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Adjie Massaid Meninggal Mendadak Usai Main Bola

    Adjie Massaid Meninggal Mendadak Usai Main Bola

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jangan Tinggalin Aku… JAKARTA-Kepergian Raden Pandji Chandra Pratomo Samiadji Massaid atau biasa dipanggil Adjie Massaid untuk selamanya, yang meninggal akibat diduga serangan jantung usai bermain sepak bola di lapangan bola Lebak Bulus membuat sang istri, Angelina Sondakh sontak histeris. Derai air mata tak sanggup menunjukkan kepedihannya. Angie pun memohon agar tidak ditinggalkan oleh suami tercintanya. […]

  • Tiga Situs Di Madina Diusul Menjadi Cagar Budaya

    Tiga Situs Di Madina Diusul Menjadi Cagar Budaya

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Tympanum Novem Multimedia mengusulkan tiga titik peninggalan sejarah di Mandailing Natal (Madina) dijadikan cagar budaya. Ketiga titik itu adalah Candi Siwa di Simangambat, Bagas Godang di Huta Godang Ulu Pungkut dan Situs Padang Mardia di Huta Siantar Panyabungan. Usulan itu diajukan pihak Tympanum menyusul permohonan pertimbangan pilahan dari Dinas […]

  • Payabulan

    Payabulan

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Salah satu tujuan wisata lokal di Mandailing Natal adalah Payabulan, Desa Pangkat Kec. Puncak Sorik Marapi. Alam Payabulan yang sejuk, asri, dengan latar pegunungan Tor Sihite salah satu daya tarik wisatawan lokal di Mandailing Natal.(hol)

  • Kemasan Plastik Daur Ulang, Halalkah?

    Kemasan Plastik Daur Ulang, Halalkah?

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Akhir-akhir ini banyak pesan broadcast yang tersebar secara berantai mengenai dampak pemakaian plastik daur ulang kemasan berwarna hitam yang membahayakan tubuh. Selain bahaya terhadap kesehatan perlu diperhatikan juga kehalalan bahan pembuatnya. Dr Roy Sparringa, Deputi Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM) mengatakan, plastik hitam atau yang sering disebut sebagai […]

  • DLH Madina Sosialisasi Dampak Pencemaran Lingkungan dan Kebersihan Sungai Aek Mata

    DLH Madina Sosialisasi Dampak Pencemaran Lingkungan dan Kebersihan Sungai Aek Mata

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA : Mandailing Online : Kebersihan sungai pada prinsipnya bukan hanya tanggung jawab Pemerintah, akan tetapi seluruh elemen masyarakat mempunyai komitmen terkait hal kebersihan dan menjaga alam di Madina. Hal ini dikatakan Khairul selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal ( Pemkab Madina) saat sosialisasi dengan tema pemulihan kebersihan pencemaran dan kerusakan lingkungan […]

  • Terkait Galian C Tanpa Izin, Jimmy Minta Maaf ke Gubsu

    Terkait Galian C Tanpa Izin, Jimmy Minta Maaf ke Gubsu

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online)  – Waskita Karya-SMJ-Utama KSO mengakui adanya kesalahpahaman atau miskomunikasi terkait pemberitaan yang mengatakan percepatan rehabilitasi jalan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendapatkan restu atau izin dari Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) untuk menggunakan material Galian C tanpa Izin. Hal ini diungkapkan Jimmy, yang merupakan penanggung jawab pekerjaan rehabilitasi jalan Propinsi di Kabupaten Madina […]

expand_less