Minggu, 15 Mar 2026
light_mode

Bagas Godang dan Mandheling Coffee

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 29 Mar 2019
  • print Cetak

Rombongan Mandailing Malaysia di depan Bagas Godang di Hutanagodang, Ulu Pungkut. (foto : Ikatan Mandailing Malaysia-Indonesia)

 

Catatan : Dahlan Batubara

 

Bagas Godang. Di Mandailing. Rumah Besar bahasa Melayu-nya. Istana raja yang memerintah negerinya. Masa lalu. Sebelum ada negara Indonesia.

Setiap ada Bagas Godang selalu ada Sopo Godang.

Banyak pelajaran yang harus diperoleh dari Sopo Godang.

Sopo Godang melambangkan demokrasi kerajaan-kerajaan Mandailing masa lalu. Bahkan ketika Eropa masih gelap, otoritarian, Mandailing sudah lebih dulu berdemokrasi. Bukan demokrasi ala Barat.

Jika Indonesia memakai fungsi DPR. Di gedung DPR. Maka kerajaan-kerajaan Mandailing masa lalu sidang MPR-nya di Sopo Godang.

Rakyat akan ramai duduk di luar Sopo Godang. Menyaksikan sidang yang berada di lantai Sopo. Dari luar Sopo Godang rakyat juga diperkenankan menyampaikan usul.

Itulah Mandailing masa lalu.

Tapi, kini. Bagas Godang dan Sopo Godang tak lagi berfungsi. Apalagi bangunan fisiknya tak lagi dipelihara.

Silahkan pembaca mengujungi Bagas Godang di Hutanagodang, Ulu Pungkut, Mandailing Julu. Atau Bagas Godang di Mandailing Godang. Anda akan tahu bagaimana keadaannya kini.

Anda akan berasumsi bahwa Pemerintah Daerah tidak memiliki kepekaan terhadap sejarah Bagas dan Sopo Godang.

Rumah Gadang di Pagaruyung, Minangkabau pernah terbakar. Habis. Lalu dibangun ulang. Tidak ada istilah dana tak cukup.

Bagas Godang di Hutanagodang itu sudah nyaris ambruk atapnya. Lantai sudah rapuh. Dinding sudah rapuh. Tetapi pemerintah daerah diam membisu.

Saban tahun saya membawa rombongan Mandailing Malaysia ke Bagas Godang di Hutanagodang itu. Bagas Godang itu selalu menjadi pilihan utama bagi mereka yang mengunjungi tanah leluhur.

Kata mereka : Bagas Godang itu memiliki daya magis bagi jiwa. Daya tarik yang sulit terbahasakan. Daya sedotnya tinggi sehingga selalu buka internet untuk sekedar melihat kembali foto Bagas Godang itu. Terbayang bagaimana kerajaan-kerajaan di Mandailing masa lalu.

Kata mereka : meski terlihat cantik dengan cat warna warni Rumah Gadang Pagaruyung tak mampu menggugah jiwa.

Tetapi Bagas Godang Hutanagodang menggugah jiwa. Magnitnya berada di tidak adanya cat warna warni. Warna alam. Mengunjunginya seperti masuk ke masa lalu. Perasaan seolah dapat melihat raja ketika kita masuk ke dalam Bagas Godang itu.

Bukan karena mereka etnis Mandailing. Sekiranya orang Suriname pun yang berkunujung dipastikan akan berpendapat yang sama.

Bagas Godang di Hutanagodang, Ulu Pungkut, Mandailing Julu.

Seandainya pemerintah daerah nihil apresiasi sejarah. Nihil pelestarian peninggalan masa lalu. Nihil menghormati kerajaan-kerajaan Mandailing masa lalu. Setidaknya jangan nihil melihatnya dari sisi pariwisata.

Rumah Gadang di Pagaruyung membawa devisa yang banyak kepada Minangkabau. Candi Prambanan membawa devisa bagi Yogyakarta.

Saya pernah ke Candi Prambanan tahun 2014. Beli tiket masuk 50 ribu rupiah. Ada sekitar 100 pengunjung selama 1 jam saya berada di situ. 100 x 50.000 = 5 juta. Kalau 200 orang akan menjadi 10 juta.

Bukan lokal saja. Di komplek candi itu banyak turis asing. Ada kulit putih. Ada Jepang.

Saya bertemu pasangan Swedia. Prianya ganteng. Gadisnya cantik. Saya ajak gadisnya foto bersama dengan bahasa nekad : “Please ficture together”.

“Oh, yes,” kata gadis Swedia. Untung saya bukan pria ganteng sehingga pria Swedia itu tak bakalan cemburu. Yang bisa saja berpotensi mendua hati via facebook. Padahal foto berdua itu rapat. Saking rapatnya menyebabkan bahu kami menyatu.

Untung gadis itu bersandal jepit sehingga tak terlalu tinggi. Beruntung saya pakai hak sepatu tinggi jadinya agak tinggi. Serasi terlihat. Fotonya saya upload di Facebook. Banyak yang komentar.

Sejatinya Bagas Godang mendatangkan devisa. Juga mendatangkan rupiah dari wisatawan lokal.

Ulupungkut bukan saja memiliki Bagas Godang yang memiliki daya tarik. Tetapi juga memiliki tanah kopi. Mandheling Coffee. Yang termahsyur di dunia internasional. Di pasaran dunia Mandheling Coffe hanya punya satu saingan : kopi Brazil. Keduanya sama-sama kelas wahid.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang tersenyum

Saya (memegang HP yang juga guide) hendak mengabadikan rombongan Mandailing Malaysia yang berkunjung di lokasi penjemuran Mandheling Coffee merek Banamon di Desa Alahan Kae, Ulu Pungkut.

 

Saking terkenalnya Mandheling Coffe menyebabkan orang Italia lebih sering mendengar kata “Mandheling” ketimbang nama “Indonesia”.

Nyaris di negara-negara Eropa ada Mandheling Coffee. Rusia hingga Jepang dan Tiongkok.

Keterkenalan Mandheling Coffee akan menimbulkan ketertarikan mengunjungi tanah kopi Mandailing.

Tentu itu potensi devisa.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berdiri, pohon, langit, luar ruangan dan alam

Bus pariwisata ukuran sedang saja masih sulit menjangkau Ulu Pungkut akibat jalan yang masih sempit.

 

Caranya : benahi Bagas Godang. Benahi jalan menuju ke sana agar terlalui bus besar. Termasuk jalan besar menuju perkebunan kopi. Sediakan tempat minum kopi di dekat kebun kopi. Sediakan juga kopi bubuk atau kopi beras. Turis pasti akan membawa buah tangan.

Tak sampai di situ. Selain promosi. Harus kerjasama dengan perusahaan-perusahan travel.

Toh, tiap hari bus pariwisata senantiasa melewati Mandailing. Yang berada di jalur lintas Sumatera.***

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • LIRA Sumut Terima Pengaduan Ketimpangan Penanganan Dugaan Korupsi Dana PS Sidempuan

    LIRA Sumut Terima Pengaduan Ketimpangan Penanganan Dugaan Korupsi Dana PS Sidempuan

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sumut menerima pengaduan telah terjadi ketimpangan dalam penanganan kasus dugaan korupsi dana pengelolaan Persatuan Sepakbola (PS) Sidempuan sebesar Rp3,2 milyar. Pengaduan tersebut disampaikan istri tersangka berinisial HAN, Hj Henny Herlina SE belum lama ini dalam kunjungan silaturahmi ke Graha LIRA Sumut Jalan Bukit Barisan II Medan. […]

  • Samsat Temukan Sejumlah Mobil Dinas Pemda Madina Tak Taat Pajak

    Samsat Temukan Sejumlah Mobil Dinas Pemda Madina Tak Taat Pajak

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ), – Dari giat operasi Razia Gabungan Kepatuhan Pajak Kenderaan Bermotor di ketahui puluhan kenderaan mobil dinas Pemkab Madina tidak bayar pajak. ‎Salah satunya diketahui mobil dinas Kasatpol PP Madina BB 8120 R Mitsubishi Triton sang Penegak Perda. Dari data yang didapat dari Samsat Madina di ketahui bahwa mobil dinas Kasatpol PP […]

  • IKM Dukung Paslon Harun – Ichwan di Pilkada Madina

    IKM Dukung Paslon Harun – Ichwan di Pilkada Madina

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Ikatan Keluarga Minang ( IKM) Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) menyatalan dukungan kepada Paslon nomor urut 1 Harun- Ichwan pada Pemilukada serentak yang akan digelar bulan November depan. Sikap tersebut diutarakan Ketua IKM Harmansyah Tanjung saat silaturahmi Harun Mustafa Nasution dengan pengurus IKM Minggu 29/9/2024. “Saya yakin pasangan Harun- Ichwan […]

  • Aktifis Karang Taruna dan Ksr PMI BLU Staim Gelar Aksi Sosial SINABUNG.

    Aktifis Karang Taruna dan Ksr PMI BLU Staim Gelar Aksi Sosial SINABUNG.

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Panyabungan – (Mandailing Online) –  Puluhan aktivitis kemanusiaan dari Karang Taruna Kab. Madina dibantu KSR PMI BLU STAIM gelar aksi peduli Sinabung. Aksi aktifis kemanusian ini  turun ke jalan dibeberapa titik stategis pusat Kota Panyabungan sejak hari Selasa- Sabtu (04/02-10/02) untuk menggalang sumbangan kemanusiaan  untuk membantu korban Bencana Gunung Api Sinabung. “Hasil penghimpunan sumbangan selama […]

  • Rela Antri Belasan Jam

    Rela Antri Belasan Jam

    • calendar_month Jumat, 7 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Langkanya minyak tanah di Mandailing Natal masyarakat rela antri belasan jam untuk mendapatkan jatah lima liter minyak tanah. Hal ini terpaksa dilakukan warga karena sulitnya memperoleh minyak tanah dalam satu bulan terakhir. Dalam satu bulan terakhir minyak tanah bersubsidi langka di Madina akibat adanya program pemerintah memberlakukan konversi minyak tanah ke gas yang rencananya […]

  • Madina Raih Juara II Umum Kejurda Shotokai Karate Sumut 2019

    Madina Raih Juara II Umum Kejurda Shotokai Karate Sumut 2019

    • calendar_month Jumat, 1 Feb 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Kontingen Karate dari Mandailing Natal berjaya menyabet Juara Umum II Kejurda Shotokai Karate-Do Indonesia Sumatera Utara 2019. Ini menjadi kabar gembira bagi dunia karate di Mandailing Natal. Kontingen yang diketuai Ny. Ika Desika Dahlan Hasan itu juga mengantongi Best Of The Best Junior Putri. Kejuaraan Daerah (Kejurda) ini berlangsung pada 26 […]

expand_less