Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Bagian Kesra Madina, Belanja Dulu Baru Umumkan RUP

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 6 Mei 2016
  • print Cetak
Zikir akbar HUT Madina tahun 2015 dan tahun 2016

Zikir akbar HUT Madina tahun 2015 dan tahun 2016

JAKARTA (Mandailing Online) – Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Mandailing Natal akhirnya mengumumkan Rencana Umum Pengadaannya pekan ini, meski beberapa paket belanja sudah dilaksanakan.

Demikian rilis Aliansi Rakyat Peduli Madina (ARPM) yang disiarkan di akun facebook-nya, Jum’at (6/5/2016).

“Pemkab Madina, tampaknya tidak peduli dengan Undang-Undang dan aturan pengadaan barang dan jasa lagi,” kata Ardian N, jubir ARPM.

Salah satu anggaran yang sudah dibelanjakan tanpa terlebih dulu mengumumkan RUP adalah Penyelenggaraan Zikir dan Doa dalam rangka HUT Mandailing Natal, dengan pagu anggaran Rp326 juta.

Menurut Ardian, kegiatannya positif, wajib didukung. Tetapi, sesuai Pasal 52 UU No. 14 Tahun 2008, masyarakat dapat menuntut SKPD terkait dengan pidana 1 (satu) tahun penjara karena belanja tanpa mengumumkannya di RUP terlebih dulu.

Betulkah zikir dan doa di Tapian Siri-Siri menghabiskan Rp326 juta dalam sehari? “Itu pertanyaan lain,” kata Ardian. Secara administrasi, ketika diaudit oleh BPK, mungkin wajar, karena dilengkapi dengan kuitansi dan faktur. “Tetapi dari segi kepatutan dan efisiensi, masih harus dipertanyakan.”

Aliansi Rakyat Peduli Madina melihat penyusun anggaran juga lihai karena biaya zikir dan doa masuk ke dalam “swakelola”. Sesuai aturan RUP, pengadaan dengan “swakelola” direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi sendiri oleh penanggung jawab anggaran. Sedangkan pengadaan melalui “penyedia” harus diserahkan kepada pihak ketiga.

Kejanggalan lain bisa muncul jika membandingkan jumlah anggaran zikir dan doa HUT Mandailing Natal Tahun 2015 (Rp464,5 juta) dengan Tahun 2016 (Rp326 juta). Pada Tahun 2015 diselenggarakan di masjid, tetapi lebih mahal dari Tahun 2016, yang diselenggarakan di Tapian Siri-siri, yang masih harus menyiapkan banyak hal, mulai dari pemasangan tenda hingga mobilisasi undangan.

“Apalagi tahun ini mengundang kiai kondang segala dari Jakarta,” kata Ardian.

Karena menyangkut agama Islam, Aliansi Rakyat Peduli Madina, sebenarnya enggan membicarakan hal ini. “Tapi kalau kesalahan atas kewajaran dan efisiensi anggaran terus dibiarkan, ini juga bagian dari dosa kita sebagai umat Islam,” kata Ardian.

ARPM sangat mengapresiasi kegiatan ini karena di Sumatera Utara, pada APBD 2016, hanya Pemkab Mandailing Natal yang menganggarkan khusus biaya zikir dan doa dalam rangka hari jadi Kabupaten atau Kota. Daerah lainnya tidak menampilkan secara khusus, karena sebagian masuk dalam anggaran rangkaian ulang tahun.

Beberapa Kota dan Kabupaten, hingga awal Mei, bahkan belum menginput biaya hari jadinya, seperti Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhan Batu, Langkat, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Padang Lawas, Simalungun, Tapanuli Tengah, dan Toba Samosir.

Untuk tahun ini, Tapanuli Selatan, sementara, menjadi Pemerintah Kota atau Kabupaten yang paling banyak belanja hari jadi (Rp1,8 miliar), diikuti Tebing Tinggi (906.9 juta), Asahan (690 juta), Binjai (660 juta), Batubara (634 juta), Dairi (487 juta), Samosir (410.9 juta), Tapanuli Utara (400 juta), Medan (393.9 juta), Pakpak Bharat (265.7 juta), Padangsidempuan (259 juta), Labuhanbatu Utara (81.5 juta), Labuhan Batu Selatan (63.6 juta), Serdang Bedagai (60 juta), Padang Lawas Utara ( 21 juta).

Hingga saat ini, Pemkab Mandailing Natal menganggarkan biaya hari jadi Rp498 juta. Realisasi jumlahnya bisa lebih besar lagi karena sampai awal Mei 2016, beberapa SKPD belum menginput RUP, seperti Dinas Pendidikan, Badan Kepegawaian Daerah, Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Bagian Hukum dan Organisasi, Bagian Perekonomian, Bagian Tata Pemerintahan, BLU STAIM, dan seluruh kecamatan, kecuali Pakantan.

“Semoga tidak sampai Rp1,8 miliar, seperti Tapanuli Selatan,” kata Ardian.

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Real Count Data C-1 Pleno: SAHATA Menang 50,6 %, ONMA 49,4 %

    Real Count Data C-1 Pleno: SAHATA Menang 50,6 %, ONMA 49,4 %

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution – Atika Azmi Utammi Nasution mendeklarasikan kemenangan dalam Pilkada Madina 2024, Rabu (27/11/2024) malam. Dalam deklarasi itu, Paslon Saipullah-Atika (SAHATA) didampingi oleh Ketua Tim Pemenangan Khoiruddin Faslah Siregar, para pimpinan partai politik pengusung dan pendukung, […]

  • Dinas Kehutanan: PT.M3 Tak Dikasih Izin Tebang Kayu

    Dinas Kehutanan: PT.M3 Tak Dikasih Izin Tebang Kayu

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Musaddad Daulay melalui Kabid Bina Produksi Zulkarnaen Hasibuan mengatakan pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin penebangan kayu yang dilakukan PT Madinah Madani Mining (PT.M3) di Kelurahan Tapus, Lingga Bayu. “Dan kalau ada penebangan kayu di wilayah tersebut itu tidak memiliki izin dan termasuk illegal loging,” katanya menjawab […]

  • Puluhan Sopir Anatra Trayek 03 Panyabungan-Kotanopan Mogok

    Puluhan Sopir Anatra Trayek 03 Panyabungan-Kotanopan Mogok

    • calendar_month Rabu, 17 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Puluhan sopir angkutan pedesaan Anatra trayek 03 jurusan Panyabungan-Kotanopan-Muara Sipongi, melakukan aksi mogok, Selasa (16/10). Aksi mogon ini menyebabkan ratusan penumpang yang mempergunakan angkutan pedesaan, terlantar Informasi yang dihimpun di lapangan, aksi mogok ini di picu adanya pungutan liar yang di lakukan oleh para agen penumpang diluar pungutan resmi di terminal […]

  • Madina Produsen Ganja Terbesar Kedua di Indonesia

    Madina Produsen Ganja Terbesar Kedua di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) untuk tahun anggaran 2013 diharapkan lebih memprioritaskan pemberantasan narkoba dan penyakit malaria untuk menunjang visi misi dari Bupati HM Hidayat Batubara. Prioritas anggaran itu terkait dengan data yang diungkap Bupati Madina HM Hidayat Batubara melalui Wakil Bupati Dahlan Hasan, Juli lalu, bahwa berdasarkan survei, kabupaten […]

  • Tewasnya Jenderal Spoor Diseminarkan

    Tewasnya Jenderal Spoor Diseminarkan

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SIPIROK- Sejarah telah mencatat tewasnya Jenderal Spoor sangat berkaitan dengan upaya penembakan atau pembunuhan yang dilakukan tentera Belanda terhadap salah seorang pejuang asal Sipirok, Sahala Muda Pakpahan yang merupakan dalang utama dalam menghadang konvoi tentara Belanda di Jembatan Aek Kamibiri Simagomago. “Jenderal Spoor merupakan panglima Belanda di Indonesia. Berdasarkan laporan, wilayah Sumut ketika itu sepenuhnya […]

  • Ekonomi dan Zakat

    Ekonomi dan Zakat

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Artikel Ramadan : NUR SYA’ADI Mahasiswa FIAI Universitas Islam Indonesia   Berbicara menegenai Zakat dan Ekonomi tentu akan sangat erat diantara keduanya, terlebih ada tiga dimensi dalam zakat yakni Moral, Sosial dan Ekonomi. Alasan dari tiga dimensi ini maka Zakat bisa dijadikan salah satu instrumen keuangan Sistem Eonomi Islam. Zakat juga merupakan ranah publik […]

expand_less