Baitul Arqam Angkatan I Guru Muhammadiyah Sukses Digelar di Batahan

BATAHAN (Mandailing Online) – Kegiatan Baitul Arqam Angkatan I (Satu) bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Muhammadiyah resmi digelar di MTs Muhammadiyah 11 Batahan, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Senin, 8/9/2025.

Ketua Panitia, Muhammad Sanusi Hasibuan, S.Pd., S.E., M.Ak., dalam sambutannya menegaskan bahwa Baitul Arqam bertujuan menanamkan pemahaman Islam dan nilai-nilai Muhammadiyah, membentuk kader berintegritas, berkarakter, serta berwawasan luas untuk berkontribusi bagi umat dan bangsa. Kegiatan tersebut mengusung tema “Guru Muhammadiyah Agen Perubahan, Terwujudnya Generasi Qurani dan Sekolah Unggul Berkemajuan”, kegiatan ini diikuti 103 peserta utusan dari 17 sekolah/madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Madina.

“Melalui Baitul Arqam, yang dilaksanakan dari Jumat hingga ahad, 5-7 September 2025 ini, para guru dapat memperdalam ideologi Muhammadiyah dan ajaran Islam yang komprehensif sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kegiatan ini juga baru menampung 30 persen dari total guru Muhammadiyah di Madina. InsyaAllah akan dilaksanakan Angkatan II untuk menampung lebih banyak peserta,” Jelas Ketua Panitia.

Acara pembukaan turut dihadiri Kapolsek Batahan, Camat Batahan, pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah se-Madina, serta Ketua Dikdasmen Syakban Nur S. pd. MS., jajaran yang membidangi dikdasmen, dan Ortom (Organisasi Otonom) Muhamadiyah lainnya.

Menurut Sanusi, Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kemeriahan juga ditambah dengan penampilan Siswa / I Muhammadiyah, seperti drumband, Tapak Suci Putra Muhammadiyah, serta seni tari dari beberapa sekolah, di antaranya MTs Muhammadiyah 11 Batahan, SD IT Muhammadiyah Batahan, MA Muhammadiyah 8 Batahan, dan MTs Muhammadiyah 20 Natal.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan lahir kader guru Muhammadiyah yang berkomitmen, berakhlak mulia, serta siap menjadi agen perubahan dalam dunia pendidikan demi terwujudnya sekolah unggul dan berkemajuan.

Sekretaris kegiatan, Muhammad Habibie, S. A.P. juga menyampaikan Pada Mandailing Online bahwa Baitul Arqam ini bukan sekadar forum pembinaan, tetapi juga wadah penguatan ideologi dan profesionalitas guru. Diungkapkan Habibi, Baitul Arqam angkatan 1 ini salah satu contoh dari 21 Amal Usaha Muhamadiyah (AUM) di bawah naungan PDM Madina dalam sektor pendidikan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap pendidik Muhammadiyah memiliki pemahaman yang utuh tentang visi dakwah persyarikatan, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah maupun madrasah Muhammadiyah di Madina,” ujar Habibie.

Dalam silabus kegiatan yang disusun, dijelaskan bahwa Muhammadiyah melalui Dikdasmen memiliki tugas pokok dan fungsi mengelola lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah. Hal ini sejalan dengan pedoman Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/PED/I.0/B/2018 tentang pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah.

“Pendidikan Muhammadiyah diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang berakhlak, cerdas, terampil, serta memiliki spiritualitas yang kuat demi kepentingan keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” tertulis dalam silabus tersebut,” Ditambah Sekretaris kegiatan.

Muhammadiyah, sebagai organisasi dakwah Islam yang menaruh perhatian besar pada dunia pendidikan, selama ini dikenal memiliki keterkaitan erat dengan dunia pendidikan. Dengan gerakan tajdid (pembaruan), Muhammadiyah terus berkembang mengikuti kemajuan zaman dan diterima oleh berbagai elemen masyarakat.

“Melalui kegiatan Baitul Arqam ini, Dikdasmen Muhammadiyah Madina berharap seluruh guru dan tenaga kependidikan semakin memiliki kompetensi serta semangat dakwah pendidikan, sehingga mampu membawa sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Madina semakin maju dan berdaya saing. K.H. Ahmad Dahlan. Sang pendiri Muhammadiyah menekankan bahwa guru tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk kepribadian siswa agar menjadi insan berkemajuan,”Ditutup Habibi.

Ketua Dikdasmen PDM Madina, Syakban Nur, S.Pd., M.S., dan WK, PDM Kordinator Bidang Majelis Dikdasmen & PNF, Mhd Idris Harahap, ST, M.Si, mereka memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan perdana ini. Syakbar Nur, menekankan pentingnya peran guru Muhammadiyah sebagai agen perubahan yang tidak hanya mendidik, tetapi juga membimbing siswa menuju akhlak mulia dan prestasi unggul.( fikri )

Comments

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses