Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Belum Difungsikan, Komisi III DPRD Madina Temukan Sejumlah Fasilitas Bangunan PMI yang Rusak

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
  • print Cetak

Komisi III DPRD Madina saat tinjauan lapangan ke pembangunan gedung markas PMI Madina Rabub12/11/2025 ( ist )

Panyabungan ( Mandailing Online ): Komisi III DPRD Madina kesalkan perencanaan pembangunan gedung markas Palang Merah Indonesia ( PMI ) yang sudah 6 kali dianggarkan namun belum bisa di fungsikan. Saat peninjauan lapangan melihat progres lanjutan pembangunan gedung tersebut. Komisi III menemukan sejumlah bangunan yang sudah tidak layak pakai seperti kusen dan jaringan listrik yang sudah tidak ada meski sudah ditampung anggarannya.

” sudah 6 kali anggaran namun belum bisa difungsikan ya jelas kami ragukan kualitas tim perencana bangunan ini. Ini saja kami temukan sudah banyak bangunan yang tidak layak pakai. Apalagi tahun depan 2026 bisa dipastikan tidak akan ada anggaran pembangunan lanjutan gedung markas PMI ini,” kata Binsar Nasution anggota komisi III DPRD disela sela kunjungan lapangan ke gedung PMI di komplek perkantiran Bupati Mandailing Natal Rabu 12/11/2025

Pembangunan gedung markas PMI ini kata Binsar Nasution parah, belum selesai dibawah sudah masuk progres ke lantai II sehingga ke dua lantai tak bisa difungsikan.

Pemerintah daerah kata Binsar harusnya melakukan perencanaan dengan benar setiap perencanaan pembangunan yang ada jangan seperti pembangunan gedung PMI ini yang perencanaannya tidak bagus sehinggal selama 7 tahun tak bisa difungsikan.

Perlu diketahui, tahun 2025 ini alomasi anggaran untuk lanjutan pembangunan gedung markas PMI ini senilai Rp. 525.863.760 dengan pekerjaan dinding lantai 2 dan atap dikerjakan oleh CV Bejana Utama.

Dari data bahwa pembangunan gedung markas PMI ini dimulai di tahun 2018. Dinas PUPR menganggarkan pembangunan ruang staf dengan nklai kontrak Rp 194.600.000. Pembangunan lanjutan tertunda di 2 tahun yakni 2019 dan 2020.

Selanjutnya Dinas PUPR kembali mengalokasikan anggaran ditahun 2021 dengan progres pekerjaan pembangunan Ruang Bidang,  Slop Aula dan Kolom Aula dengan nilai kontrak Rp.198.656.000.

Untuk tahun 2022 sendiri lanjutan pembangunan gedung markas PMI ini menelan anggaran Rp.198.600.000 untuk pembangunan balok aula dan lantai. Dan tahun 2023 berlanjut ke pekerjaan dinding, kusen dan teras lantai satu dengan nklai kontrak Rp.192.689.000.

Tahun 2024 sendiri tabapan lanjutan pembangunan markas PMI ini kembali dialokasikan anggaran senilai Rp.198.554.000 untuk pekerjaan kolom lantai dua gedung PMI.

Kepala Bidang Tataruang Dinas PUPR Madina Ahmad Basri yang dikonfirmasi mengatakan, untuk tahun 2025 ini progres pekerjaan per 11/11/2025 mencapai 34,12 persen plus ( napi )

 

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Batahan Tuding DPRD Madina Penghianat

    Warga Batahan Tuding DPRD Madina Penghianat

    • calendar_month Selasa, 4 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Warga Kecamatan Batahan geram. Pasalnya kasus sangketa warga Batahan versus PT. Palmaris tak jelas berujung setelah ditangani Panitia Khusus (Pansus) DPRD Mandailing Natal (Madina). Muaranya, warga Batahan menilai para anggota DPRD Madina penghianat rakyat. Warga juga menuduh lembaga legislatif ini telah menghabiskan ratusan juta rupiah biaya Pansus, namun tak pernah ada hasilnya. […]

  • Ketua DPRD dituding berbohong

    Ketua DPRD dituding berbohong

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGSIDIMPUAN – Ketua DPRD Padangsidimpuan, Aswar Syamsi, dituding melakukan pembohongan publik, karena menyebut isi surat mosi tidak percaya yang dilayangkan 15 anggota dewan sebagai fitnah. “Tidak ada fitnah dalam mosi tidak percaya kami kepada Ketua DPRD, ” kata Ketua Fraksi Gabungan Karya Bersatu, Erwin Nasution, pagi ini. Erwin merupakan seorang dari 15 anggota dewan yang […]

  • Tiga Pemeran Yang Dipuja Penonton di Film “Marina”

    Tiga Pemeran Yang Dipuja Penonton di Film “Marina”

    • calendar_month Jumat, 1 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ada tiga pemain di film Mandailing “Marina” yang dipuja penonton. Ketiganya adalah bocah. Dua bocah laki-laki dan satu bocah perempuan. Ketiganya direkrut dari salah satu desa terdekat dari Rodang Tinapor, Desa Bonan Dolok Kecamatan Siabu. Kedua bocah laki-laki itu bernama Abdul Rosi dan Irpan Raja memerankan Lian dan Makbul. Mereka sehari-hari tak berbaju, dengan kulit […]

  • Guru Harus Punya Filosofi Pengabdian

    Guru Harus Punya Filosofi Pengabdian

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Profesi guru harus dipandang sebagai pengabdian, mengabdikan diri dan waktu serta ilmu yang dimiliki bagi generasi penerus. Filosofi itu ditekankan di Sekolah Dasar Negeri 033 Desa Huta Baringin, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal. Pengabdian itu dirangkai pula dengan karya.  “Sekolah adalah tempat kita untuk mengabdi dan berkarya, agar kita biasa selalu fokus […]

  • PNPM – LMP Dipertanyakan

    PNPM – LMP Dipertanyakan

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Proyek PNPM – LMP Di beberapa Desa Dikecamatan Natal dan Kecamatan Muara Batang Gadis dipertanyakan. Hal ini Pnpm dari anggaran tahun 2010 dikecamatan ini masih banyak yang belum selesai dikerjakan belum lagi pengerjaannya yang asal-asalan.(MPOL)

  • Tunjangan Sertifikasi Dipotong

    Tunjangan Sertifikasi Dipotong

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kabar bahwa terjadi pemotongan tunjangan sertifikasi guru tampaknya bukan isapan jempol belaka. Hal tersebut bisa dilihat dari data yang dihimpun wartawan dari beberapa guru yang tak mau disebutkan namanya. Beberapa guru dari seribuan guru di Kabupaten Mandailing Natal yang menerima tunjangan sertifikasi, menyatakan tunjangan sertifikasi mereka kembali dipotong sebesar Rp 100 ribu per orang […]

expand_less