Kamis, 12 Mar 2026
light_mode

Biaya Pembuatan KTP di Madina Mancapai Rp50.000

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merasa keberatan. Pasalnya, biaya pembuatan Kartu Keluarga (KK) disebut mencapai Rp20.000 dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Rp50.000.

Mahalnya biaya pembuatan KK dan KTP tersebut terungkap saat puluhan massa tergabung dalam Barisan Muda Mandailing Natal (Madina) terdiri dari PC PMII Madina, Madina Institute, Pantai Barat Mandailing Foundation, PMP Madina, IMA Nabana, AMK Madina, GMPI Madina dan GM KAMUS Madina, berunjukrasa ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Madina, Selasa (08/02/2011).

Dalam orasinya, pengunjukrasa membeberkan dugaan pungutan liar yang terjadi Dinas Kependudukan. Disebutkan, sesuai Perda Madina Nomor 2 Tahun 2010 Tentang Retribusi Penggantian Biaya Cetak Dokumen Kependudukan dan Akta Catatan Sipil, tarif Kartu Keluarga (KK) untuk WNI Rp3.750 dan WNA Rp15.000, tarif Kartu Tanda Penduduk (KTP) WNI Rp12.500 dan WNA Rp25.000.

Namun berdasarkan temuan di lapangan, biaya pembuatan KK mencapai Rp20.000 dan KTP Rp50.000, sehingga hal tersebut memberatkan masyarakat Madina dan tidak sesuai dengan Perda 2/2010. Bukan itu saja, dalam orasinya pengunjukrasa juga membeberkan tentang indikasi dugaan korupsi di Dinas Kependudukan yang akan mereka ungkap.

Terkait hal itu, massa Barisan Muda Madina meminta pertanggungjawaban tentang adanya dugaan pungutan liar di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta meminta Pj Bupati Madina Aspan Sofian Batubara secepatnya menuntaskan dugaan korupsi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Apabila dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kasus ini tidak bisa diselesaikan, maka Barisan Muda Madina akan menggiring kasus ini lewat jalur hukum. Terakhir, dalam pernyataan sikapnya Barisan Muda Madina meminta agar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil segera dicopot dari jabatannya.

Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Madina Ahmad Daulay yang menerima pengunjukrasa berjanji akan menyampaikan tuntutan pengunjukrasa kepada Kepala Dinas. Namun semenjak menjabat Sekretaris Dinas Kependudukan, Ahmad mengaku tidak pernah mengetahui terjadinya pungli seperti yang disampaikan Barisan Muda Madina.

Setelah berunjukrasa di Kantor Dinas Kependudukan, massa Barisan Muda Madina melanjutkan aksi mereka ke Kantor Dinas Pariwisata. Namun pengunjukrasa kecewa karena Kantor Dinas Pariwisata sudah tutup sehingga tidak satu pun pegawai yang bisa ditemui di kantor tersebut. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenapa Inses Bisa Terjadi Secara Berulang?

    Kenapa Inses Bisa Terjadi Secara Berulang?

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd Akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan berita-berita yang menyayat hati. Serasa tidak ada habisnya, di berbagai daerah di negeri kita tercinta ini hampir setiap hari dikabarkan berita hamil karena hubungan inses dan pelecehan seksual yang dilakukan seorang ayah kepada anaknya, seorang paman mencabuli keponakannya, dan masih banyak lagi kasus yang tidak […]

  • Bupati Madina Ikuti Rakor Percepatan Realisasi APBD 2022

    Bupati Madina Ikuti Rakor Percepatan Realisasi APBD 2022

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution bersama Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis, Kapolres Madina AKBP HM Reza Chairul AS, dan Kasubagbin Kejari Madina Putra Masduri menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Realisasi APBD Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara tahun 2022 yang akuntabel sesuai dengan PP Nomor 12 Tahun 2019. Rapat koordinasi yang […]

  • Ribuan Perangkat Desa Tuntut Jadi PNS

    Ribuan Perangkat Desa Tuntut Jadi PNS

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Ribuan personil perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) berunjuk rasa di depan Gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), di Jakarta, Senin, menuntut agar pemerintah mengangkat seluruh perangkat desa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ketua Umum PPDI Ubaidi Rosyidi ditengah-tengah aksi unjuk rasa mengatakan perangkat desa menginginkan agar tuntutan ini diakomodasi […]

  • Mahasiswa Minta Poldasu Usut PT. Capital Mining Hutana

    Mahasiswa Minta Poldasu Usut PT. Capital Mining Hutana

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Kapolda Sumut didesak mahasiswa mengusut aktivitas tambang PT. Capital Mining Hutana (PT.CMH) di Linggabayu, Mandailing Natal. Desakan itu disuarakan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan saat berunjukrasa di Poldasu, Kamis (7/11/2019). Mahasiswa menyatakan perusahaan itu diduga merusak lingkungan dan diduga belum mengantongi izin penambangan emas. Poldasu […]

  • Ahmad Husein : Infrastruktur Kebutuhan Vital Pertumbuhan Ekonomi Rakyat Madina

    Ahmad Husein : Infrastruktur Kebutuhan Vital Pertumbuhan Ekonomi Rakyat Madina

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bakal Calon Bupati Madina, Ahmad Husein Nasution menyatakan bahwa infrastruktur sangat urgen menopang pertumbuhan ekonomi rakyat. Itu diungkapkannya menjawab wartawan usai menyampaikan visi misi di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di aula hotel Rindang, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Selasa (28/1/2020). Infrastruktur dan sektor ekonomi kerakyatan merupakan dua poin prioritas utama […]

  • Mobil Box Terjungkal ke Jurang

    Mobil Box Terjungkal ke Jurang

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PARAPAT- Sebuah truk jenis (box) kanvas BK 8916 LW yang dikemudikan Alex Manurung (29) bermuatan garam, arang dan bahan sembako lainnya, terjungkal ke jurang di kawasan jembatan kembar Mar suse, Senin (1/8) sekira pukul 15.00 WIB. Menurut saksi mata bermarga Manik (30) mengatakan, mobil tujuan Siantar dari Parapat itu, terjun ke jurang sekitar pukul 15.00 […]

expand_less