Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

BKD Gandeng Kantor Pos

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
  • print Cetak


Penerimaan berkas administrasi pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2010 di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akan tetap menggunakan jasa kantor pos. Ini dilakukan untuk lebih kondusifnya pelaksanaan penerimaan berkas pelamar.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Madina, Asrul Daulay SIP saat ditemui METRO di ruang kerjanya, Jumat (5/11) mengatakan, pada penerimaan seleksi CPNS yang tak lama lagi akan dibuka, BKD akan tetap bekerja sama dengan kantor pos yang ada di Kabupaten Madina seperti tahun 2009 lalu.

Hal ini dilakukan untuk lebih mempermudah dan membuat suasana kondusif bagi pelamar yang akan melamar nantinya. Meski ini bukan salah satu yang ada di petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksanaan (Juklak), namun kerja sama dengan kantor pos tersebut merupakan kebijakan Pemprovsu, begitu juga dengan Pemkab Madina. Sebab dengan menggunakan jasa kantor pos dalam penerimaan berkas maka akan memperlancar dan mempermudah dalam menjalankan tahapan dan rangkaian CPNS.

“Tahun lalu juga kita buat seperti ini yakni bekerja sama dengan kantor pos dalam penerimaan berkas pelamar CPNS. Lalu, pihak kantor pos nantinya yang akan mengantar ke BKD Madina kemudian berkasnya diverifikasi. Ini untuk mempermudah penerimaan nantinya,” ujarnya.

Asrul menambahkan, BKD Madina saat ini hanya menunggu jumlah formasi serta MoU dalam hal penerimaan CPNS. Direncanakan, jumlah formasi akan diterima dari MenPAN pada pertengahan November ini. Setelah itu, BKD Madina akan berkoordinasi dengan BKD Sumut terkait jadwal pelaksanaannya serta hal lain terkait penerimaan CPNS.

“Penetapan waktu akan ditentukan setelah ditetapkannya jumlah formasi dan rangkaian lainnya, karena kita masih akan melakukan koordinasi dengan BKD Sumut,” tambahnya.

Terkait isu yang beredar soal mengutamakan pelamar yang memakai KTP daerah, Kepala BKD Madina menjelaskan, dalam Juklak dan Juknis tidak ada menyebutkan bahwa pelamar harus memakai KTP daerah yang dilamar atau harus mengutamakan pelamar dari daerah itu sendiri. “Itu tak ada dalam Juklal dan Juknis, pelamar yang lulus nantinya hanyalah pelamar yang memiliki kemampuan dan lulus dalam ujian,” tegasnya.

Masih dikatakan Asrul, Pemkab hingga saat ini belum menetapkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mana yang akan diajak bekerja sama soal penerimaan CPNS. Dan sesuai dengan Juklak, juga tidak ada disebutkan harus bekerja sama dengan PTN yang ada di daerah saja.

“Soal teknis dan administrasi lainnya kita mengacu kepada Juklak dan Juknis. Sedangkan soal kerja sama dengan PTN mana, itu belum bisa dipastikan, karena kita akan memilih PTN yang memang berpengalaman dan sesuai dengan kemampuan kita,” pungkasnya.

Tapsel Masih Tunggu Rapat Tim

Sementara itu Kepala BKD Tapanuli Selatan, Drs Aswad Daulay MH, belum bisa memastikan apakah dalam penerimaan berkas pelamar akan bekerja sama dengan kantor pos atau tidak. BKD saat ini masih menunggu jadwal seleksi penerimaan CPNS dan rincian formasi yang diperkirakan pertengahan November 2010 ini baru akan keluar.

“Nanti tim penerimaan CPNS rapat dulu, baru bisa diketahui. Memang permohonan dari kantor pos sudah ada, tapi itu bukan suatu kewajiban,” ujar Aswad Daulay, Jumat (5/11).

Diungkapkan Aswad, jadwal pendaftaraan CPNS sangat menentukan apakah mungkin bekerja sama dengan kantor pos atau tidak. Jika waktu pendaftaran panjang, bisa saja itu dilakukan. Tapi jika waktu pendaftaran singkat, tentu perlu pertimbangan yang matang.

Dijelaskan Aswad, jika waktu pendaftaran singkat, dan ketika berkas pelamar yang sampai di BKD dicek dan ada yang kurang, tentu berkas tersebut dikembalikan lagi melalui kantor pos, dan itu butuh waktu. Sehingga dikhawatirkan waktu memasukkan berkas lamaran pelamar yang kurang, waktu pendaftaran sudah habis. Sementara jika diterima langsung oleh Pemkab, bisa dicek langsung apakah berkasnya kurang atau tidak.

“Tapi intinya bagaimanapun tekhnis penerimaan berkas lamaran pelamar CPNS nantinya, itu semua dilakukan untuk memudahkan proses pendaftaran CPNS,” ucap Aswad.

Untuk diketahui, Kabupaten Tapanuli Selatan mendapat jatah formasi CPNS 2010 sebanyak 229 orang. (wan/neo)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 3)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 3)

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara   Dengan rasa kagum melihat keberanian dan kecekatan putra raja, kontelir akhirnya memberikan senjata itu sebagai hadiah. Dari cerita dapat dilihat betapa tanggung jawab merupakan sesuatu yang harus dijunjung tinggi apabila seseorang ditugaskan melakukan suatu pekerjaan. Di samping itu, cerita tersebut pun memberikan gambaran bahwa Willem […]

  • Harga Daging Mahal, Bupati Madina Sampaikan Aspirasi Kaum Ibu

    Harga Daging Mahal, Bupati Madina Sampaikan Aspirasi Kaum Ibu

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina), Saipullah Nasution menyampaikan aspirasi kaum ibu kepeda pedagang terkait harga daging di Panyabungan lebih mahal dibandingkan di Sidimpuan. “Kami berkeliling ke beberapa tempat dan ada aspirasi masyarakat, aspirasi ibu-ibu yang katanya harga daging di Panyabungan lebih mahal dibandingkan di Sidimpuan misalnya,” kata bupati memulai diskusi dengan pedagang […]

  • “Mambayu” di HUT RI

    “Mambayu” di HUT RI

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sejumlah gadis cilik Mandailing memperagakan aktivitas mambayu (mengayam tikar) dan marmasak (memasak) dalam kegiatan parade memperingati HUT RI di pasar Panyabungan, Mandailing Natal, tahun lalu.   Foto : Takesi

  • Dr. Radjamin Nasution Walikota Pertama Surabaya

    Dr. Radjamin Nasution Walikota Pertama Surabaya

    • calendar_month Selasa, 24 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Namanya dr. Radjamin Nasution, gelar Sutan Kumala Pontas, lahir di Barbaran Julu, Panyabungan Barat, Mandailing Natal, Sumatera Utara tanggal 15 Agustus 1892. Di Surabaya, Radjamin Nasution termasuk bumiputera yang berpendidikan tinggi. Naluri dan jalan pikirannya bangkit. Apalagi ia menyadari bahwa tinggal dan berkeluarga di tempat kelahiran sobatnya, dr. Soetomo. Radjamin mulai menyingsingkan lengan baju, memulai […]

  • KUD Batu Mundom-PT MAL Teken MoU Plasma

    KUD Batu Mundom-PT MAL Teken MoU Plasma

    • calendar_month Jumat, 20 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. PT Madina Agro Lestari (MAL) meneken MoU kerja sama perkebunan plasma dengan KUD Batu Mundom, Rabu (18/1), di aula Kantor Bupati Madina, disaksikan Sekda M Daud Batubara, Sekretaris Dishutbun Muara Ondak, Kadis Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pasar Lismulyadi, dan notaris Cipto Sunaryo SH. Ketua KUD Batu Mundom, Kazwan, mengatakan, persoalan antara masyarakat dengan PT […]

  • DCS Dapil 1 Hanura Madina

    DCS Dapil 1 Hanura Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 1 Hanura

expand_less