Home / Seputar Madina / Bupati Madina Bantah Terlibat Korupsi Taman Raja Batu

Bupati Madina Bantah Terlibat Korupsi Taman Raja Batu

Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution

MEDAN (Mandailing Online) Bupati Mandailing Natal, Sumut, Dahlan Nasution membantah soal dugaan korupsi di kasus Tapian Sirisiri dan Taman Raja Batu.

Kalau ada kerugian negara yang terjadi, dia meminta agar ditetapkan siapa yang bersalah.

“Saya enggak ada pernah korupsi, kok… Jangankan beratus juta, serupiah pun saya tidak ada korupsi di Madina. Kalau ada dapat kalian saya korupsi, saya berhenti, seratus ribu saja. Udah ya…” kata Dahlan memutus percakapan yang dilansir Kompas.com edisi Kamis (11/7/2019).

Sebelumnya, Asisten Intelijen Kejati Sumut Leo Simanjuntak menyatakan, pihaknya akan mengumumkan penetapan tersangka kasus Tapian Sirisiri dan Taman Raja Batu pada peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-59 yang jatuh pada 22 Juli 2019 mendatang.

Leo mengaku, pihaknya masih sanggup menangani perkara ini meski telah menembuskannya ke KPK.

Alasannya, KPK punya kewenangan untuk mensupervisi kejaksaan bila terjadi keterlambatan yang disengaja. Dia juga berterima kasih kepada para mahasiswa yang mendukung kejaksaan menuntaskan kasus TRB dan TSS.

Saat ini, lanjutnya, Kejati Sumut sedang menghitung kerugian negara yang terjadi dalam pembangunan dua proyek tersebut. Saksi-saksi sudah dimintai keterangan.

Namun, Leo tak mau merinci berapa kerugian negara yang terjadi serta menyebutkan nama-nama tersangka dengan alasan sedang dalam penyelidikan.

Untuk memastikan ucapan Leo bahwa pada peringatan Hari Bhakti Adhyaksa nanti tersangka kasus Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri diumumkan, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut Sumanggar Siagian yang dikonfirmasi Kompas.com membenarkan.

“Ya, benar infonya…” kata Sumanggar lewat pesan singkatnya kepada Kompas.com, Kamis (11/7/2019).

Kasus Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara mencuat setelah adanya pengaduan masyarakat ke Kejatisu tahun lalu. Hingga kini gelombang unjukrasa mahasiswa kerap terjadi ke Kejatusu mendesak penuntasan kasus itu.

Unjukras terbaru terjadi pada Kamis (4/7/2019) oleh ratusan massa DPP IMA-Tabagsel di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jl. AH Nasution, Medan, menuntut lembaga ini menetapkan tersangka dan memanggil bupati Madina yang diduga kuat ada di belakang pembangunan dua taman tersebut.

Sumber : Kompas.com ( Bupati Mandailing Natal: Kalau Ada Saya Korupsi, Saya Berhenti… )

Editor : Dahlan Batubara

 

 

Comments

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: