Rabu, 18 Feb 2026
light_mode

Capaian PAD Rendah, Pansus DPRD Madina Minta Kinerja OPD Dievaluasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
  • print Cetak

Dodi Martua membacakan Laporan Pansus DPRD Madina pada rapat paripurna DPRD Madina, Senin (1/9/2025). (foto: Dahlan Batubara/Mandailing Online)

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tergolong rendah, Panitia Khusus DPRD Madina berharap dilakukan pembenahan dan evaluasi terhadap kinerja OPD.

Hal itu dicuatkan dalam Laporan Pembahsan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Mandailing Natal (Madina) tentang Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2024.

Laporan Pansus itu dibacakan Ketua Pansus, Dodi Martua (dari Partai Demokrat) di hadapan rapat paripurna DPRD di gedung dewan, Senin (1/9/2025).

Paripurna ini dipimpin Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis. Dihadiri Bupati Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution.

Dalam laporan Pansus, realisasi PAD Madina tahun 2024 sebesar Rp 145.882.264.563 dari target Rp 169.046.592.152 atau 86,3 persen.

PAD itu berasal dari Pendapatan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, Lain-lain Pendapatan Asli Daerah.

Realisasi Pendapatan Transfer Dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 1.735.066.405.130 dari target Rp 1.785.824.313.882 atau 97,16 persen.

Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah sebesar Rp 6.362.835.066 dari rencana Rp 5.000.000.000 atau 127,26 persen.

Realisasi Belanja Daerah sebesar Rp 1.919.469.744.801 dari rencana Rp 2.057.782.317.359 atau 93,28 persen. Terdiri dari Belanja Operasi, Belanja Modal, Belanja Tidak Terduga dan Belanja Transfer.

Realisasi Pembiayaan Daerah sebesar Rp 117.131.976.932 dari rencana Rp 97.911.411.325 atau 119,63 persen.

Dari seluruh proses pembahasan Pertanggumgjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2024, ada beberapa catatan Pansus agar menjadi perhatian pemerintah daerah.

Pada kelompok PAD ada beberapa Pajak Daerah realisasinya cukup rendah. Pajak Hotel 62,98 persen, Pajak Air Tanah 57,16 persen, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan 33,12 persen, Pajak Sarang Burung Walet 9,42 persen, Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan 40,97 persen.

Capaian tahun 2024 itu lebih rendah dibanding tahun 2023.

Capaian dari Retribusi Daerah juga rendah. Retribusi Pelayanan Kesehatan dari Rumah Sakit Umum Daerah 6,98 persen. Retribusi Penyediaan dan Penyedotan Kakus 0 persen. Retribusi Pengawasan dan Pengendalian Menara Telekomunikasi 0 persen. Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah/Pemakaian 34,62 persen.

Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Bermotor/Alat 10.86 persen. Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung 8,59 persen. Retribusi Penggunaan Tenaga Kerja Asing 0 persen.

“Menurut hemat kami potensi PAD yang ada belum dikerjakan secara optimal,” ungkap Dodi.

Oleh karena itu Panitia Khusus DPRD Madina berharap dilakukan pembenahan dan evaluasi terhadap kinerja OPD.

Selain itu, dalam upaya meningkatkan realisasi PAD perlu diberlakukan punishment bagi OPD yang tidak dapat memenuhi target PAD di satu sisi, dan reward bagi OPD yang mampu memenuhi PAD di sisi lain.

Dalam rangka optimalisasi PAD secara transparan dan akuntabel pemerintah daerah harus segera melakukan pengelolaan pendapatan pajak dan retribusi daerah yang terintegrasi dan berbasis IT. (dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DCS Dapil 2 PBB Madina

    DCS Dapil 2 PBB Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 2 PBB Madina

  • Harga Karet Naik ke Level 8.600

    Harga Karet Naik ke Level 8.600

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga karet alam di Panyabungan, Mandailing Natal mengalami kenaikan dalam tiga pekan terakhir. Pantauan di lokasi pertimbangan karet, Gunungtua Iparbondar, Panyabbungan, Kamis (16/1/2020) harga karet basah di terrendah Rp 8.200 per Kg, tertinggi Rp 8.600 per Kg. Sahrin Nasution, penyadap karet dari Gunungtua Julu mengungkapkan harga karet alam ini mengalami […]

  • Jelang Lengser, Kepala Daerah Dilarang Mutasi

    Jelang Lengser, Kepala Daerah Dilarang Mutasi

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Banyaknya praktik kecurangan yang dilakukan kepala daerah sebelum mengakhiri masa jabatan membuat Kemendagri menyusun aturan baru. Yakni, enam bulan sebelum masa jabatan berakhir kepala daerah dilarang mengeluarkan kebijakan strategis. “Sebelum mundur, mereka (kepala daerah) biasanya mengeluarkan kebijakan strategis yang menguntungkan diri sendiri dan kelompoknya,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Reydonnyzar Moenek. Pria yang […]

  • Bupati Madina: Pergaulan Bebas Dampak Globalisasi

    Bupati Madina: Pergaulan Bebas Dampak Globalisasi

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Bupati Mandailing Natal menyampaikan, pegaulan bebas dewasa ini merupakan dampak dari globalisasi dan mudahnya mengakses beberapa informasi menyebabkan banyak kaula muda (remaja-red) terjebak dalam perilaku free seks (pergaulan bebas). Hal ini telah membuat keresahan bagi para orangtua dan masyarakat. Demikian disampaikan Bupati Mandailing Natal Ir Aspan Sofian Batubara MM diwakili oleh Asisten IV Zulkarnen […]

  • Tantangan Era TV Digital bagi Komisioner Baru Sumut (Bagian 1)

    Tantangan Era TV Digital bagi Komisioner Baru Sumut (Bagian 1)

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ludfan Nasution Tenaga Ahli Pimpinan DPRD Mandailing Natal   TAK bisa dielakkan, era televisi digital sudah di depan mata. Ketua KPI Pusat, Agung Suprio menggambarkan (koran-jakarta.com), migrasi dari siaran analog ke siaran digital, bakal memaksa KPI Pusat dan KPID untuk mengawasi tidak lagi hanya 18 stasiun televisi, melainkan bisa bertambah hingga 68 stasiun. […]

  • Puluhan Pegawai PLN Curhat Soal Korupsi

    Puluhan Pegawai PLN Curhat Soal Korupsi

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) baru saja meluncurkan buku anti korupsi berjudul ‘Saatnya Hati Bicara jilid 2’. Buku setebal 342 ini merupakan kelanjutan dari buku dengan judul yang sama yang diluncurkan pada Maret 2013 lalu. Sesuai dengan judulnya, buku ini berisi kumpulan 59 tulisan pegawai dari berbagai level jabatan tentang pengalamannya dalam menghadapi […]

expand_less