Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

CATATAN RAMONA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 3 Feb 2018
  • print Cetak

 

Cerpen (publis bagian 1)
Karya : Wahyuni Lubis

Catatan Ramona cover

Tuan, ejaan kata mana lagi yang akan kau lontarkan padaku agar hujan di pipiku menjadi reda, bisakah kau beri aku solusi untuk keluar dari pilu ini? Kau tau jika aku adalah wanita yang mudah jatuh hati apalagi semenjak kau katakan padaku bahwa aku adalah wanita yang tak pantas untuk disakiti. Tapi, dengan mudahnya kau malah main hati.

Kau sungguh kejam, Tuan. Kau semai mawar di dalam hatiku dan kau biarkan dia tumbuh menjadi mekar hingga durinya menusuk ke relung hati. Harusnya kau biarkan mawar itu layu tanpa harus memupuknya dengan perhatian dan menyiraminya dengan kasih sayang, dengan begitu aku tak perlu lagi bersusah payah mencari obat untuk luka yang sudah mulai menganga.

Kata demi kata yang tak akan habis untuk mengungkapkan rasa sakit ini. Rasa yang selalu menyakitiku ketika ku membiarkannya menjalar, mengalir hingga ke seluruh aliran darahku. Bicaralah, aku mohon beri aku penjelasan, kenapa harus aku korban dari sebuah penghianatan? Kenapa harus pada ku anak panah dusta itu kau tancapkan? Apa cintaku tak cukup meyakinkan bagimu untuk membuatmu bertahan? Aku mohon jawab?

“Maafkan aku Ramona,”

“Apa katamu? Maaf”?

“Kau pikir ini sebuah lelucon, apa kau sangka ini sebuah drama yang endingnya akan baik-baik saja ketika kau meminta maaf. Dimana letak hatimu Riki? Dengan mudahnya kau meminta maaf sedangkan hati ku sudah retak menjadi kepingan-kepingan luka yang tak terbilang. Ah…..aku tak habis pikir denganmu Riki”.

“Lantas dengan kata apalagi aku harus bisa mengembalikan hatimu, Mona?”, sungguh aku sudah kehabisan cara untuk membuatmu kembali seperti semula. Aku akui aku salah, aku terjerat akan rayuannya, aku terperangkap dalam jeruji kebohongannya hingga akhirnya situasi ini membuat ku jatuh dalam pilihan yang salah,” aku mohon, maafkan aku, Mona!!!

“Entahlah, aku bingung harus bagaimana lagi, bagiku ini adalah kado ulang tahun termewah yang pernah kuterima, kado yang membuatku merasakan hujan sendirian dan basah hanya di bagian wajahku saja. Kau cukup lihai memerankan lakonmu , kau panggil aku dengan sebutan “sayang”  dan padanya juga kau panggil demikian, panggilan yang sama untuk dua orang yang berbeda. Mungkin bagimu itu hal yang biasa namun bagiku itu sangat istimewa”.

Kenapa harus dia yang hadir di tengah-tengah kita, dia yang kau sebut masa lalumu, dengan mudahnya kau persilahkan dia masuk. Kau sempat bercerita tentang luka yang dia lukis, katamu tak ada yang lebih menyakitkan dari lukisan yang bertintakan air mata.

Aku tak habis pikir kau bisa melakukan ini semua padaku. Nyatanya, kau tebang habis rasaku, sempat ku berpikir ini tidak mungkin. Tapi kau memang tak bisa menjaga hati. Aku seperti tak mengenal siapa kamu. Kusangka kau tulus dalam hal ini. Namun ternyata diam-diam kau menyimpan senjata runcing yang menusukku tiada ampun.

Luka yang kemarin baru sembuh, kini kau robek kembali, dengan sengaja kau tancapkan pisaumu disaat aku sedang memelukmu dengan erat. Ingin rasanya kukutuk pertemuan kita dahulu jika pada akhirnya aku tak lebih bagimu hanya sebagai candaan. Ku akui aku cukup bodoh mempercayaimu bahwa kau juga memiliki rasa yang sama denganku. Ternyata aku salah, cintaku kau buat hanya sebagai gurauan semata, setiaku kau anggap sebagai palsu belaka.

Inilah yang aku cemaskan selama ini, jatuh cinta sendirian, padahal masih tangkas dalam ingatan, janji yang pernah kau lontarkan. Bersumpah untuk tidak meninggalkan, namun nyatanya kau malah pergi dengan dia yang pernah kau ludahkan.

Kau tau,bagaimana aku tanpa mu!!!!

Ah,,,,,sudahlah, tidak penting. Aku baik-baik saja. (bersambung)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 2)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 2)

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

              Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara    3. PEMBAHASAN Memberikan pengertian serta batasan-batasan apa dan bagaimana sebenarnya yang dikatakan sebuah cerita pendek adalah suatu pekerjaan yang rumit dan bahkan menjurus kepada kesia-siaan belaka. Ukuran panjang atau pendeknya sebuah cerita pun ternyata belum bisa memastikan apakah cerita tersebut […]

  • Bibit Padi Yang Diduga Kadaluarsa, Dinas Pertanian Madina Tuding Dinas Pertanian Sumut

    Bibit Padi Yang Diduga Kadaluarsa, Dinas Pertanian Madina Tuding Dinas Pertanian Sumut

    • calendar_month Rabu, 8 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Dinas Pertanian Madina belum memberikan konfirmasi soal bantuan bibit padi varietas Mekongga yang diterima petani sebagai bibit yang diduga kadaluarsa. Mandailing Online tak berhasil menemui Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal (Madina), Taufik Zulhandra Ritonga, ketika Mandailing Online mendatangi kantornya, Rabu (8/2/2016). Kepala Bidang Holtikultura, Juli juga tak ditemukan di kantor […]

  • Polres Labuhanbatu Ringkus Lima Tersangka Curanmor

    Polres Labuhanbatu Ringkus Lima Tersangka Curanmor

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rantauprapat, . Dalam kurun waktu seminggu, Unit Ranmor Sat Reskrim Polres Labuhanbatu meringkus dua residivis atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan tiga tersangka lainnya diduga spesialis pencurian kendaraan becak bermotor (Betor). “Dua tersangka spesialis pencurian kendaraan bermotor tersebut baru saja bebas dua minggu lalu dari LP,” jelas Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak […]

  • Ketika Azan Mesjid Dikelilingi Pemilik Banyak Uang Tanjung Balai

    Ketika Azan Mesjid Dikelilingi Pemilik Banyak Uang Tanjung Balai

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kolom Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Ketika zaman kian menempatkan posisi uang di segala garis edar pergerakan manusia, maka mereka yang memiliki banyak uang akan mudah berenang di arus pergerakan aktivitas di peradaban bumi. Ketika zaman kian menempatkan posisi uang sebagai energi nafas menggerakkan arus aktivitas manusia, maka si pemilik banyak uang akan lebih […]

  • Kasus Pembunuhan di Runding, Korban Diduga Diculik Dari Tempat Usaha Galundung

    Kasus Pembunuhan di Runding, Korban Diduga Diculik Dari Tempat Usaha Galundung

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online – Fardiansyah Sitompul (36), warga Panyabungan Tonga, Kabupaten Mandailing Natal, menjadi korban pembunuhan sadis oleh sekelompok orang pada Rabu dinihari (8/4/2026) di Desa Runding, Kecamatan Panyabungan Barat. Korban diduga diculik dari tempat usaha galundungnya di samping rumahnya, meninggalkan sepeda motor dan sandal. Kerabat korban, Yakub, mengungkapkan bahwa korban tidak memiliki musuh dan tidak […]

  • Nias Selatan juga diterjang banjir

    Nias Selatan juga diterjang banjir

    • calendar_month Rabu, 14 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, Ahmad Hidayat Nasution mengatakan, Desa Hilisimaetano Ndruso, Kecamatan Manjamolo, Kabupaten Nias Selatan dilanda banjir, akibat meluapnya Sungai Eho di daerah tersebut. “Peristiwa banjir yang terjadi di Kepulauan Nias Selatan (Nisel), sejak Minggu (11/11) sekitar 09.00 WIB, juga mengevakuasi puluhan penduduk ke tempat yang […]

expand_less