Kamis, 4 Jun 2026
light_mode

CATATAN RAMONA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 3 Feb 2018
  • print Cetak

 

Cerpen (publis bagian 1)
Karya : Wahyuni Lubis

Catatan Ramona cover

Tuan, ejaan kata mana lagi yang akan kau lontarkan padaku agar hujan di pipiku menjadi reda, bisakah kau beri aku solusi untuk keluar dari pilu ini? Kau tau jika aku adalah wanita yang mudah jatuh hati apalagi semenjak kau katakan padaku bahwa aku adalah wanita yang tak pantas untuk disakiti. Tapi, dengan mudahnya kau malah main hati.

Kau sungguh kejam, Tuan. Kau semai mawar di dalam hatiku dan kau biarkan dia tumbuh menjadi mekar hingga durinya menusuk ke relung hati. Harusnya kau biarkan mawar itu layu tanpa harus memupuknya dengan perhatian dan menyiraminya dengan kasih sayang, dengan begitu aku tak perlu lagi bersusah payah mencari obat untuk luka yang sudah mulai menganga.

Kata demi kata yang tak akan habis untuk mengungkapkan rasa sakit ini. Rasa yang selalu menyakitiku ketika ku membiarkannya menjalar, mengalir hingga ke seluruh aliran darahku. Bicaralah, aku mohon beri aku penjelasan, kenapa harus aku korban dari sebuah penghianatan? Kenapa harus pada ku anak panah dusta itu kau tancapkan? Apa cintaku tak cukup meyakinkan bagimu untuk membuatmu bertahan? Aku mohon jawab?

“Maafkan aku Ramona,”

“Apa katamu? Maaf”?

“Kau pikir ini sebuah lelucon, apa kau sangka ini sebuah drama yang endingnya akan baik-baik saja ketika kau meminta maaf. Dimana letak hatimu Riki? Dengan mudahnya kau meminta maaf sedangkan hati ku sudah retak menjadi kepingan-kepingan luka yang tak terbilang. Ah…..aku tak habis pikir denganmu Riki”.

“Lantas dengan kata apalagi aku harus bisa mengembalikan hatimu, Mona?”, sungguh aku sudah kehabisan cara untuk membuatmu kembali seperti semula. Aku akui aku salah, aku terjerat akan rayuannya, aku terperangkap dalam jeruji kebohongannya hingga akhirnya situasi ini membuat ku jatuh dalam pilihan yang salah,” aku mohon, maafkan aku, Mona!!!

“Entahlah, aku bingung harus bagaimana lagi, bagiku ini adalah kado ulang tahun termewah yang pernah kuterima, kado yang membuatku merasakan hujan sendirian dan basah hanya di bagian wajahku saja. Kau cukup lihai memerankan lakonmu , kau panggil aku dengan sebutan “sayang”  dan padanya juga kau panggil demikian, panggilan yang sama untuk dua orang yang berbeda. Mungkin bagimu itu hal yang biasa namun bagiku itu sangat istimewa”.

Kenapa harus dia yang hadir di tengah-tengah kita, dia yang kau sebut masa lalumu, dengan mudahnya kau persilahkan dia masuk. Kau sempat bercerita tentang luka yang dia lukis, katamu tak ada yang lebih menyakitkan dari lukisan yang bertintakan air mata.

Aku tak habis pikir kau bisa melakukan ini semua padaku. Nyatanya, kau tebang habis rasaku, sempat ku berpikir ini tidak mungkin. Tapi kau memang tak bisa menjaga hati. Aku seperti tak mengenal siapa kamu. Kusangka kau tulus dalam hal ini. Namun ternyata diam-diam kau menyimpan senjata runcing yang menusukku tiada ampun.

Luka yang kemarin baru sembuh, kini kau robek kembali, dengan sengaja kau tancapkan pisaumu disaat aku sedang memelukmu dengan erat. Ingin rasanya kukutuk pertemuan kita dahulu jika pada akhirnya aku tak lebih bagimu hanya sebagai candaan. Ku akui aku cukup bodoh mempercayaimu bahwa kau juga memiliki rasa yang sama denganku. Ternyata aku salah, cintaku kau buat hanya sebagai gurauan semata, setiaku kau anggap sebagai palsu belaka.

Inilah yang aku cemaskan selama ini, jatuh cinta sendirian, padahal masih tangkas dalam ingatan, janji yang pernah kau lontarkan. Bersumpah untuk tidak meninggalkan, namun nyatanya kau malah pergi dengan dia yang pernah kau ludahkan.

Kau tau,bagaimana aku tanpa mu!!!!

Ah,,,,,sudahlah, tidak penting. Aku baik-baik saja. (bersambung)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penerima Raskin di Panyabungan Dikutip Baiya Transpor

    Penerima Raskin di Panyabungan Dikutip Baiya Transpor

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Warga Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengeluhkan harga beras bagi keluarga miskin (Raskin) pada November 2010 sebesar Rp 2.000/kg. Padahal, harga sebelumnya Rp 1.600/kg. Naiknya harga karena warga dibebani biaya transportasi Rp 400/kg. “Kita merasa keberatan karena yang kita tahu harga Raskin hanya Rp 1.600/Kg. Kalau alasannya untuk biaya operasional […]

  • Jelang 17 Agustus, Peminat Bendera Merah Putih Masih Sepi

    Jelang 17 Agustus, Peminat Bendera Merah Putih Masih Sepi

    • calendar_month Jumat, 5 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bisnis bendera merah putih di Panyabungan masih lesu menjelang HUT RI ke-71 tahun ini. Sejumlah pedagang musiman bendera di sepanjang jalan Willem Iskander, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal masih sepi dikunjungi pembeli. Roni salah seorang pedagang bendera kepada Mandailing Online, Jum’at, (5/8) menyebutkan sejak menggelar dagangannya beberapa minggu yang lalu hingga sampai […]

  • Pariwisata Belum Pengaruhi Pendapatan Dearah

    Pariwisata Belum Pengaruhi Pendapatan Dearah

    • calendar_month Selasa, 2 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sektor Pariwisatan sejauh ini melum mampu menyumbang terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Mandailing Natal (Madina). Demikian disampaikan aktivis pemerhati lingkungan di Madina, Buyung RBD Daulay yang juga Ketua Angkatan Muda Demokrat Indonesia didampingi Sekretaris Imsaruddin Nasution SHI kepada wartawan, pekan lalu. Menurutnya, kondisi itu akibat pengelolaan objek wisata di Madina belum […]

  • Lahirkan Krisis Tenaga Kerja Global, Kapitalisme Gagal Wujudkan Kesejahteraan

    Lahirkan Krisis Tenaga Kerja Global, Kapitalisme Gagal Wujudkan Kesejahteraan

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Fenomena krisis lapangan kerja kini tengah meningkat di beberapa negara. Pasalnya, krisis tersebut tidak hanya menimpa negara-negara berkembang, tetapi juga melanda negara-negara maju. Ekonomi pasar terbuka yang selalu diwacanakan sebagai solusi masyarakat global dalam arus pertukaran barang dan jasa tak terbatas, ternyata tidak bekerja ideal bagi semua orang […]

  • Kabid Di Dinas Keuangan Peras Rekanan 7 % Fee Proyek PU Madina

    Kabid Di Dinas Keuangan Peras Rekanan 7 % Fee Proyek PU Madina

    • calendar_month Senin, 3 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Oknum pejabat di Dinas Keuangan Pemkab Mandailing Natal (Madina) diduga melakukan penekanan dan mencapuri urusan intren Dinas Pekerjaan Umum (PU) Madina. Oknum ini ditengarai akan mengganjal seluruh pencairan dana proyek PU jika para kontraktor tidak menyetor uang sebanyak 7 persen dari nilai masing-masing proyek. Penekanan oknum tersebut menjadikan persoalan di tubuh Dinas […]

  • Waspadalah Menjatuhkan Vonis, Wahai Para Hakim!

    Waspadalah Menjatuhkan Vonis, Wahai Para Hakim!

    • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nandoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Kasus Taipan Djoko Tjandra atau Djoksan Mujur dan Jaksa Pinangki sedang ramai dibincangkan. Pasalnya, masa hukumannya mendapat korting dari hakim Pengadilan Tinggi Jakarta. Pada peradilan tingkat pertama, Djoksan yang bertatus terpidana kasus pengecekan status red notice dan penghapusan namanya dari DPO di Ditjen Imigrasi Kemenkumham, divonis penjara […]

expand_less