Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Cewek 17 Tahun Dijual Rp2 Juta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 21 Okt 2013
  • print Cetak

SIDIMPUAN (Mandailing Online) – “Semua ini karena ekonomi Bang. Bapakku sudah tidak ada lagi. Ibuku hanya tukang jahit. Aku ini anak paling besar. Jadi, aku yang menanggung semua biaya kehidupan kami sekeluarga,” ucap WS, cewek 17 tahun yang dijual seharga Rp2 juta.

Pengakuan ini disampaikan WS dengan linangan air mata, kepada wartawan Jumat (18/10). WS mengaku mau melakukan hal tersebut disebabkan masalah ekonomi.Dan, selama hampir dua tahun ini, WS bekerja sebagai wanita panggilan.

WS, wanita berparas cantik dan berkulit putih yang belum genap berumur 18 tahun itu, menceritakan awal kejadian yang mengakibatkan ia dan SH (27), pria kemayu (banci) sampai ditangkap petugas Satuan Reskrim Polres Kota Psp, pada Kamis (17/10) sekitar pukul 00.45 WIB di Hotel Istana I, Jalan KH Ahmad Dahlan Kota Psp.

Menurut WS, sebelum kejadian atau sekitar pukul 00.00 WIB, ia dihubungi SH. Dalam percakapan itu, SH menyebutkan ada tamu yang hendak membokingnya dengan bayaran yang cukup menggiurkan.

“Waktu itu aku lagi di D’Zone. Ada tamuku di sana yang minta ditemani karaoke. Sebelumnya aku ada dihubungi dia. Katanya ada tamu dan bayarannya cucok (bahasa banci artinya mantap),” ujar WS. Sekitar pukul 00.30 atau usai menemani tamunya berkaraoke, SH datang menjemput WS di Jalan SM Raja Kota Psp. Dari situ, mereka langsung bergerak ke Hotel Istana I di Jalan KH Ahmad Dahlan atau lebih dikenal dengan sebutan Jalan Tonga.

“Habis dari D’zone dibawanya aku ke Hotel Istana I di kamar 207. Di sana, aku dijumpakan dengan seorang laki-laki. Dan, bayarannya aku terima sebesar Rp1,1 juta,” terang WS sambil menangis. Masih kata WS, perjanjian awalnya memang sebesar Rp2 juta. Namun, ia hanya menerima sebesar Rp1,1 juta dengan alasan dipotong SH yang sudah memberikannya tamu.

“Aku enggak tahu berapa pembayaran sebenarnya. Memang dibilangnya ada yang mau bayar Rp2 juta untuk sekali short time, tapi pas pembayaran, aku hanya diberi Rp1,1 juta. Tapi, biasanya itu Bang, memang setiap kali aku diberinya tamu, selalu ada komisi buatnya,” tuturnya lagi.

Usai uang diberikan oleh tamu (petugas yang menyamar,red), kemudian SH pun meninggalkan WS di dalam kamar bersama tamunya tersebut. Selang beberapa menit, SH yang baru akan menghidupkan sepeda motornya, langsung ditangkap petugas Satuan Reskrim Polres Kota Psp dengan tuduhan perdagangan anak di bawah umur, begitu juga dengan WS yang berada di dalam kamar juga turut diamankan.

“Memang belum ada ngapa-ngapain kami. Baru terima uang, tiba-tiba saja datang polisi bersama SH, kemudian kami dibawa ke Polres Psp,” ucap WS sambil berusaha untuk menghindari jepretan kamera. Selanjutnya, WS mengaku dalam satu malam bisa berpenghasilan paling sedikit sekitar Rp1 juta. Itu pun masih penghasilan dari menemani tamu untuk berkaraoke saja, belum lagi jika WS mendapat job untuk menemani tamu tidur.

“Biasanya, paling sedikit satu malamnya dari pukul 8 malam sampai pukul 5 pagi, bisa berpenghasilan Rp1 juta. Itu hanya sebatas menemani tamu berkaraoke. Tapi, kalau ada yang meminta untuk ditemani tidur, bisa lebih dari itu,” kata WS sambil menyebutkan satu kali short time dibayar Rp500 ribu hingga Rp800 ribu.

Menurut WS, itu semua dilakukan karena kondisi ekonomi keluarganya yang tidak mencukupi. Sebab, ibunya hanya seorang penjahit biasa dengan tiga anak. WS paling besar, dan dua adiknya yang masih sekolah. “Semua ini karena ekonomi Bang. Bapakku sudah tidak ada lagi.

Ibuku hanya tukang jahit. Aku ini anak paling besar. Jadi, aku yang menanggung semua biaya kehidupan kami sekeluarga,” sebut WS. Ketika ditanya, apakah keluarganya tahu tentang pekerjaannya tersebut, ia mengaku, ibunya hanya tahu kalau ia bekerja di tempat karaoke. “Ibu tahunya aku ini kerja di tempat karaoke. Kalau untuk yang lain, dia enggak tahu sama sekali,” tutup WS. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebudayaan Mandailing Diambang Kepunahan

    Kebudayaan Mandailing Diambang Kepunahan

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Budayawan Mandailing, Askolani Nasution mengungkapkan banyak entitas kebudayaan Mandailing, khususnya di Mandailing Natal yang diambang kepunahan. Itu dikatakan Askolani saat menjadi narasumber Talkshow “Refleksi Dan Rekomendasi 20 Tahun Kabupaten Mandailing Natal” di Abara Hotel, Panyabungan, Minggu (10/3/2019). Askolani tampil dengan naskah “Wajah Kebudayaan Mandailing Kekinian”. Mencuatkan persoalan kian punahnya entitas kebudayaan […]

  • Polres Tangani Sejumlah Kasus Korupsi Pemkab Madina

    Polres Tangani Sejumlah Kasus Korupsi Pemkab Madina

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kapolres Madina AKBP.Mardiaz Kusin.D,S,iK,M.Hum menegaskan pihaknya saat ini konsen dalam menindaklanjuti kasus tindak korupsi yang ada di Pemkab Madina, terutama persoalan pengerjakan proyek yang tidak sesuai dokumen dengan kondisi di lapangan. “Ada beberapa kasus yang saat kita tangani diantaranya kasus program cetak sawah pada Dinas Pertanian, kasus pabrik es pada […]

  • Candi Sipamutung

    Candi Sipamutung

    • calendar_month Selasa, 15 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Candi Sipamutung di Desa Siparau Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas merupakan bukti sejarah peradaban yang diperkirakan berdiri pada abad XI. Candi yang dikelilingi oleh rangkaian perbukitan rendah tersebut  terletak, di dipinggir Sungai Barumun yang membelah dataran Padanglawas dan berjarak sekitar 40 Km dari ibukota Kabupaten Padanglawas, Sibuhuan dan dari kota Padangsidimpuan berjarak -+ 70 Km […]

  • Abdur Rahim Siregar Reses, Bagikan Nasi  ke Rumah Warga

    Abdur Rahim Siregar Reses, Bagikan Nasi ke Rumah Warga

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Sumut dari PKS, Abdur Rahim Siregar melaksanakan reses di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (13/5/2020). Reses kali ini berbeda dengan sebelum sebelumnya karena situasi Covid-19. Selain menyerap aspirasi masyarakat, kegiatan pembagian nasi kotak juga dilakukan ke rumah rumah warga secara langsung. Abdur Rahim Siregar kepada wartawan mengatakan bahwa pembagian […]

  • Realisasi Anggaran Pemkab Madina Mencapai 92,96 Persen

    Realisasi Anggaran Pemkab Madina Mencapai 92,96 Persen

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengakui hingga Selasa (27/12) realisasi anggaran APBD Tahun Anggaran 2010 sudah terserap 92.96 persen dari total anggaran Rp.629,9 miliar. Demikian disampaiakan Kadis Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Rasit Ritonga AP melalui Sekretaris Jhon Amriadi kepada wartawan, Rabu (29/12) kemarin. Dikatakan, melihat pagu anggaran APBD murni mencapai Rp.629,9 miliar yang […]

  • Dugaan Pelanggaran Penerimaan CPNS Psp

    Dugaan Pelanggaran Penerimaan CPNS Psp

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mahasiswa Kumpul Bukti SIDIMPUAN- Aliansi Mahasiswa Peduli Birokrat Bersih (AMPBB) Kota Padangsidimpuan (Psp) sedang mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan pelanggaran dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemko Psp tahun 2010. Pengumpulan bukti-bukti ini sesuai permintaan dan informasi yang diterima dari beberapa pelamar CPNS. “Kita belum bisa beritahukan formasi apa dan siapa nama CPNS yang lulus […]

expand_less