Rabu, 11 Mar 2026
light_mode

Cewek 17 Tahun Dijual Rp2 Juta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 21 Okt 2013
  • print Cetak

SIDIMPUAN (Mandailing Online) – “Semua ini karena ekonomi Bang. Bapakku sudah tidak ada lagi. Ibuku hanya tukang jahit. Aku ini anak paling besar. Jadi, aku yang menanggung semua biaya kehidupan kami sekeluarga,” ucap WS, cewek 17 tahun yang dijual seharga Rp2 juta.

Pengakuan ini disampaikan WS dengan linangan air mata, kepada wartawan Jumat (18/10). WS mengaku mau melakukan hal tersebut disebabkan masalah ekonomi.Dan, selama hampir dua tahun ini, WS bekerja sebagai wanita panggilan.

WS, wanita berparas cantik dan berkulit putih yang belum genap berumur 18 tahun itu, menceritakan awal kejadian yang mengakibatkan ia dan SH (27), pria kemayu (banci) sampai ditangkap petugas Satuan Reskrim Polres Kota Psp, pada Kamis (17/10) sekitar pukul 00.45 WIB di Hotel Istana I, Jalan KH Ahmad Dahlan Kota Psp.

Menurut WS, sebelum kejadian atau sekitar pukul 00.00 WIB, ia dihubungi SH. Dalam percakapan itu, SH menyebutkan ada tamu yang hendak membokingnya dengan bayaran yang cukup menggiurkan.

“Waktu itu aku lagi di D’Zone. Ada tamuku di sana yang minta ditemani karaoke. Sebelumnya aku ada dihubungi dia. Katanya ada tamu dan bayarannya cucok (bahasa banci artinya mantap),” ujar WS. Sekitar pukul 00.30 atau usai menemani tamunya berkaraoke, SH datang menjemput WS di Jalan SM Raja Kota Psp. Dari situ, mereka langsung bergerak ke Hotel Istana I di Jalan KH Ahmad Dahlan atau lebih dikenal dengan sebutan Jalan Tonga.

“Habis dari D’zone dibawanya aku ke Hotel Istana I di kamar 207. Di sana, aku dijumpakan dengan seorang laki-laki. Dan, bayarannya aku terima sebesar Rp1,1 juta,” terang WS sambil menangis. Masih kata WS, perjanjian awalnya memang sebesar Rp2 juta. Namun, ia hanya menerima sebesar Rp1,1 juta dengan alasan dipotong SH yang sudah memberikannya tamu.

“Aku enggak tahu berapa pembayaran sebenarnya. Memang dibilangnya ada yang mau bayar Rp2 juta untuk sekali short time, tapi pas pembayaran, aku hanya diberi Rp1,1 juta. Tapi, biasanya itu Bang, memang setiap kali aku diberinya tamu, selalu ada komisi buatnya,” tuturnya lagi.

Usai uang diberikan oleh tamu (petugas yang menyamar,red), kemudian SH pun meninggalkan WS di dalam kamar bersama tamunya tersebut. Selang beberapa menit, SH yang baru akan menghidupkan sepeda motornya, langsung ditangkap petugas Satuan Reskrim Polres Kota Psp dengan tuduhan perdagangan anak di bawah umur, begitu juga dengan WS yang berada di dalam kamar juga turut diamankan.

“Memang belum ada ngapa-ngapain kami. Baru terima uang, tiba-tiba saja datang polisi bersama SH, kemudian kami dibawa ke Polres Psp,” ucap WS sambil berusaha untuk menghindari jepretan kamera. Selanjutnya, WS mengaku dalam satu malam bisa berpenghasilan paling sedikit sekitar Rp1 juta. Itu pun masih penghasilan dari menemani tamu untuk berkaraoke saja, belum lagi jika WS mendapat job untuk menemani tamu tidur.

“Biasanya, paling sedikit satu malamnya dari pukul 8 malam sampai pukul 5 pagi, bisa berpenghasilan Rp1 juta. Itu hanya sebatas menemani tamu berkaraoke. Tapi, kalau ada yang meminta untuk ditemani tidur, bisa lebih dari itu,” kata WS sambil menyebutkan satu kali short time dibayar Rp500 ribu hingga Rp800 ribu.

Menurut WS, itu semua dilakukan karena kondisi ekonomi keluarganya yang tidak mencukupi. Sebab, ibunya hanya seorang penjahit biasa dengan tiga anak. WS paling besar, dan dua adiknya yang masih sekolah. “Semua ini karena ekonomi Bang. Bapakku sudah tidak ada lagi.

Ibuku hanya tukang jahit. Aku ini anak paling besar. Jadi, aku yang menanggung semua biaya kehidupan kami sekeluarga,” sebut WS. Ketika ditanya, apakah keluarganya tahu tentang pekerjaannya tersebut, ia mengaku, ibunya hanya tahu kalau ia bekerja di tempat karaoke. “Ibu tahunya aku ini kerja di tempat karaoke. Kalau untuk yang lain, dia enggak tahu sama sekali,” tutup WS. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Acara Pembukaan PRSU dengan Upacara Adat Mandailing Natal

    Acara Pembukaan PRSU dengan Upacara Adat Mandailing Natal

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Cahaya lampu berkilatan dari paviliun-paviliun, panggung utama dan sepanjang jalan di areal Tapiandaya di Jalan Gatot SUbroto Medan. Cahayanya melesat, membias di jalanan dan dinding bagunan yang mendadak berubah bagai tarian. Puluhan warga Mandailing Natal (Madina) dengan batik khas bangsa Mandailing tampak berbaris menanti kedatangan tamu istimewa Gubernur Gatot Pujo Nugroho. Lima dayang […]

  • Pertumbuhan Ekonomi Madina Perlu Dipacu Setelah Menurun di Tahun 2024

    Pertumbuhan Ekonomi Madina Perlu Dipacu Setelah Menurun di Tahun 2024

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Irwan Daulay Pemerhati Perekonomian Di masa kepemimpinan Bupati Amru Daulay pertumbuhan tertinggi berada di 13,06 % pada tahun 2010. Di era Dahlan Hasan Nasution-Ja’far Sukhairi Nasution pertumbuhan tertinggi di angka 6,49 % pada tahun 2014. Di era pasangan SUKA (Ja’far Sukhairi Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution) tertinggi di tahun 2023 sebesar 4,93 %. Namun di […]

  • Asap Datang Lagi

    Asap Datang Lagi

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah sekitar sepekan hilang, kini asap kembali menyelimuti Panyabungan dan kawasan lain di Mandailing Natal. Pantauan di Panyabungan, Rabu (30/9), asap mulai menyelimuti langit sejak pagi, dan terus menebal hingga sore. “Padahal, dalam sepekan terakhir, asap ini telah hilang digerus oleh hujan yang turun,” kata Hollad Lubis kepada Mandailing Online di […]

  • Todung Mulia Lubis : Pemerintah dan Kepolisian telah melakukan ‘ommission’ Terhadap Penambang Emas Liar di Madina

    Todung Mulia Lubis : Pemerintah dan Kepolisian telah melakukan ‘ommission’ Terhadap Penambang Emas Liar di Madina

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): tokoh nasional asal Mandailing Natal (Madina), Todung Mulya Lubis sangat menyayangkan kondisi lingkungan yang hancur khususnya ekosistem air sungai Batang Natal, sehingga masyarakat hilir sungai di Natal menjadi korban. Dalam postingan media sosial (Medsos) Facebook miliknya. Beliau memposting sebuah foto tentang keruhnya air Sungai Batang Natal. Menurut Todung dalam postingan […]

  • Berdoa Sebelum Mendaftar

    Berdoa Sebelum Mendaftar

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Tim pasangan bakal calon bupati/wakil bupati Madina Safaruddin Haji Lubis-Miswaruddin Daulay melakukan do’a bersama di kediaman Safaruddin Haji, Sipolu-polu, Panyabungan sebelum melangkah mendaftar ke KPU Mandailing Natal (Madina), Selasa (28/7). Pasangan ini didaftarkan Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan. Turut hadir di do’a bersama dan pendaftaran antara lain Ketua DPD Partai Golkar Madina, As […]

  • Perjalanan Ikan Jurung Keramat, Danau Siais Dan Aek Batangtoru

    Perjalanan Ikan Jurung Keramat, Danau Siais Dan Aek Batangtoru

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menyusuri Pedalaman Tapsel Ikan Jurung Keramat, Danau Siais, dan Aek Batang Toru Sebuah keajaiban bertahan selama hampir satu abad di desa Rianiate, Kecamatan Padangsidimpuan Barat, Tapanuli Selatan. Ribuan ikan jurung berukuran sampai 50 cm dengan berat mencapai 2 kg lebih, hidup liar dalam sebuah sungai kecil dan dangkal yang mengalir di belakang rumah penduduk. Bila […]

expand_less