Rabu, 11 Mar 2026
light_mode

Charity Uzoechina Terkesima dengan Akhlak Muslim

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
  • print Cetak

Ayahnya sempat menentang keislaman putrinya

Kisah Charity Uzoechina mempertahankan hidayah dipenuhi liku. Jalannya menuju Islam begitu mulus, namun tantangan yang dihadapinya setelah menjadi mualaf begitu berat. Ia terpaksa berurusan dengan pengadilan untuk menegaskan keislamannya adalah murni dari hati.

“Aku memeluk Islam karena murni dari keinginan saya sendiri,” ujar Charity Uzoechin, seorang gadis Nigeria, putri seorang pendeta ternama di negara Afrika Barat tersebut.

Charity memeluk Islam pada saat Nigeria dirundung isu mualaf dan terorisme. Isu tersebut mengabarkan, banyak wanita Nigeria yang diculik dan dipaksa memeluk Islam oleh sebuah kelompok yang dinyatakan AS sebagai kelompok teroris, Boko Haram.

Isu itu pun melanda Charity. Ia dituduh diculik dan dipaksa kelompok tersebut untuk memeluk Islam. Namun, Charity membantahnya. Ia menegaskan, keislamannya bukanlah karena terpaksa, apalagi karena diculik.

Kabarnya memeluk Islam hanya kebetulan bersamaan dengan isu tersebut. Beberapa waktu terakhir, jumlah mualaf Nigeria memang meningkat pesat. Isu terorisme tersebut baru mencuat setelah banyaknya warga Nigeria yang memilih Islam.

Charity pun mengisahkan perjalanannya menuju hidayah, sebuah perjalanan singkat, namun menakjubkan. Ia ingin menegaskan sekaligus berbagi kisah yang mengubah hidupnya. Bermula dari teman-temannyalah, gadis berusia 25 tahun tersebut mengenal Islam.

Charity mengenal banyak Muslim ketika kuliah di politeknik negeri di Kota Bida. Kota tersebut memang menjadi tempat nyaman bagi Muslimin Nigeria. “Aku memiliki beberapa teman Muslim dan aku selalu melihat apa yang mereka lakukan,” ujarnya.

Ketika mengenal kawan beragama Islam, Charity awalnya hanya berteman biasa. Namun, semakin banyak interaksi dan berkomunikasi, putri Pastor Raymond Uzoechina tersebut merasa nyaman dan dekat dengan mereka.

Ia pun kemudian melihat aktivitas Muslimin yang tak biasa. Melihat segala kehidupan Muslimin yang berbeda. Dan, satu hal yang membuat ia terpesona, akhlak teman-teman Muslimnya yang begitu baik.

“Aku suka karakter mereka. Aku sering berinteraksi dengan mereka dan aku sangat suka dengan cara mereka berperilaku,” ujarnya.

Dari Muslimin berakhlak karimah tersebutlah, Charity mengenal Islam. Bertahap, ia mengenal Islam lebih dekat.

Kemudian, ia menyadari para Muslimin juga meyakini Tuhan yang sama dengan yang ia yakini. Hanya, Islam meyakini satu Tuhan. “Kau tahu, Muslim percaya pada Tuhan,” tuturnya.

Semakin lama, Charity makin terpesona dengan Muslimin dan apa yang mereka anut. Ia pun jatuh hati pada Islam. “Aku menyukai perilaku Muslimin,” ungkapnya polos.

”Selama saya mengenal mereka, perilaku mereka sangat baik. Dari situlah aku menjadi tertarik untuk memeluk Islam,” kata gadis yang tumbuh besar dekat dengan gereja tersebut.

Charity tahu betul kabar keislamannya akan mengguncang keluarganya. Ia pun kemudian pergi menjauhkan diri dari rumah. Ia mengungsi dari keluarganya dan tinggal bersama komunitas Muslim di Kota Bida, Nigeria Utara.

Charity takut, saat keislamannya diketahui pihak keluarga, ia tak bisa lagi mempertahankan hidayahnya. Mengingat keluarga besarnya, Uzoechinas, merupakan warga Nigeria Tenggara yang sangat minim mengenal Islam. Bagi mereka, Muslimin dianggap tidak wajar atau abnormal.

Apa yang dikhawatirkan Charity pun menjadi nyata. Pihak keluarga mengetahui keislamannya. Keluarganya, terutama sang ayah, sangat menentang keras.

Ia bahkan dituduh memeluk Islam secara terpaksa. Mereka menolak keislaman Charity dan menuding Muslimin telah menculik dan memaksa Charity untuk memeluk Islam. “Aku memeluk Islam karena murni dari keinginan saya sendiri,” jelas Charity kepada keluarganya.

Namun, tak membuahkan hasil. Keluarganya justru mengurus permasalahan tersebut ke pengadilan. Mereka ingin anaknya kembali.

Pihak keluarga justru kemudian mengancam Charity. Namun, di hadapan majelis hakim, jawaban Charity tentu saja tetap sama, ia memeluk Islam dari hati, bukan karena paksaan. “Aku memeluk Islam murni dari hati,” ujar Charity berulang-ulang, sedih.

Untuk melindungi Charity dari ancaman keluarganya, pengadilan memindahkan perkaranya kepada Etsu Nupe yang memimpin komunitas Muslim Nigeria.

Namun, ayah Charity dibantu Christian Association of Nigeria (CAN) menuduh Etsu Nupe dan tokoh Islam Alhaji Yahya Abu Bakar merupakan dalang yang memaksa Charity memeluk Islam.

Etsu Nupe dibantu Nigerian Supreme Council for Islamic Affairs (NSCIA) pun kemudian menyatakan Charity memeluk Islam karena panggilan hati, bukan paksaan.

Ia bukan diculik, melainkan menuju wilayah Etsu Nupe di Kota Bida, Nigeria Utara, atas kehendaknya sendiri. Pelarian Charity itu pun bermaksud mencari perlindungan dari penolakan keluarga atas keislamannya.

Terlepas dari ujiannya setelah berislam, Charity bahagia dapat menemukan hidayah. Ia pun mempelajari Islam dengan semangat.

Ia mengaku sangat mengidolakan sosok salah seorang istri Rasulullah, Aisyah. Ia bahkan bermimpi menjadi wanita saleh layaknya ummul mukminin tersebut.

Karena terpesona dengan Aisyah, Charity pun kemudian mengganti namanya menjadi Aisyah. Teman-temannya pun mendukung Charity dan memberikan pendapat bahwa nama Aisyah sangat cocok untuknya.(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dodol Panyabungan Masih Bertahan

    Dodol Panyabungan Masih Bertahan

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Meski saat ini banyak bermunculan berbagai jenis makanan ringan namun alame atau dodol dari Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tetap bertahan. Ini dibuktikan masih eksisnya pengrajin yang berada di Kelurahan Kota Siantar, Kecamatan Panyabungan. Alame yang terbuat dari bahan baku tepung ketan, gula merah dan santan ini memiliki cita rasa tersendiri yang dijadikan oleh-oleh […]

  • Pemkab Madina dan BGN Konsolidasi

    Pemkab Madina dan BGN Konsolidasi

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Rilis
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menggelar rapat konsolidasi dan evaluasi bersama Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) dan pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Rapat itu sebagai upaya sinkronisasi penanganan manakala kejadian menonjol dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rapat yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Madina, Senin (2/3/2026), […]

  • 393 jemaah Indonesia wafat hingga hari ke-58

    393 jemaah Indonesia wafat hingga hari ke-58

    • calendar_month Minggu, 18 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jeddah, (MO) – Hingga hari ke-58 pelaksanaan pelayanan ibadah haji sudah 393 anggota jemaah Indonesia yang meninggal dan angka itu lebih kecil dibandingkan dua tahun terakhir. Data di Siskohat Kemenag perhari Sabtu pukul 21:30 waktu Saudi atau Minggu pukul 01.30 WIB diharapkan bertahan sehingga jumlah jemaah yang wafat bisa lebih kecil hingga akhir pelaksanaan haji […]

  • Agar Tak Terkorupsi, Bansos Pemprovsu di Madina Sebaiknya Uang Tunai

    Agar Tak Terkorupsi, Bansos Pemprovsu di Madina Sebaiknya Uang Tunai

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bantuan sosial dari Pemprov Sumut di Kabupaten Madina sebaiknya diedarkan dalam bentuk uang tunai. “Harus bentuk uang tunai agar tidak menjadi ajang korupsi,” ujar Irwansyah Nasution, pengamat Madina kepada Mandailing Online, Rabu (20/5/2020). Sebab kalau dalam bentuk bahan pangan akan mudah dikorupsi dari sisi kuantitas barang. “Hak orang yang mustahaq termasuk […]

  • Lahirnya Generasi Stres

    Lahirnya Generasi Stres

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN :Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, ketidaktahuan orang tua dalam mendidik anak sering menyebabkan lahirnya “generasi stres”. “Karena melupakan hak anak, tanpa sadar kita melahirkan `generasi stres`,” katanya dalam seminar “Anakku Masa Depanku” yang diselenggarakan Blessing Community dan Dinas Pendidikan Kota Medan di di Medan, Sabtu 27 November 2010. Sebenarnya, kata dia, […]

  • Pengakuan Ismed Harahap, Keluarga Honorer yang Mengaku Ditiduri Anggota DPRD

    Pengakuan Ismed Harahap, Keluarga Honorer yang Mengaku Ditiduri Anggota DPRD

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Widuri Diimingi Lulus CPNS MADINA; Pihak keluarga Widuri (nama samaran) membantah jika mereka ada melakukan pemerasan terhadap Djakfar S Nasution, anggota DPRD Madina. Sebaliknya, keluarga korban mengungkapkan, Djakfar pernah menjanjikan kepada Widuri akan diluluskan CPNS asalkan tidak memberitahukan kejadian asusila tersebut kepada orang lain. Hal itu dikatakan sepupu Widuri, Ismed Harahap (30), warga Sihepeng, Kecamatan […]

expand_less