Minggu, 15 Mar 2026
light_mode

CPNS: Pukul 01.30 Lulus, Pukul 07.00 Kalah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
  • print Cetak

Medan, Pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (DPRD) Kota Medan menuai konflik. Lima peserta yang dinyatakan lulus melalui situs www.pcpns.pemkomedan.go.id, namun tidak tercantum di berbagai media yang ada pengumuman CPNSD Kota Medan, mendatangi Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Kamis (23/12), untuk mengungkapkan kekesalan mereka dan berharap wakil rakyat bisa menindaklanjuti.

Kelima peserta tersebut, Basana Lestari alumni dari Akbid Pemko Tebing Tinggi dengan kualifikasi pendidikan D-III Kebidanan dan nomor ujian 3152020448, Inri Andata Sitepu alumni dari STMIK Triguna Dharma dengan kualifikasi pendidikan D-III Ilmu Komputer dengan nomor ujian, 3283081171, Sabrina lulusan dari Ekonomi Akuntansi UISU dengan nomor ujian 2213011782, Dosmalasnirda alumni perawat dan mengikuti kuailikasi D-III Akper dengan nomor 3132010148 dan Dedi Prayuda sembiring.

Menurut Dedi Prayuda, ia heran dengan pengumuman seleksi penerimaan CPNS di Pemko Medan. Pasalnya namanya sewaktu dilihat (22/12) sekitar pukul 01.30 Wib masih dinyatakan lulus, namun sekitar pukul 07.00 Wib, namanya sudah dinyatakan tidak lulus. “Merasa tidak percaya, saya membuka situs pcpns.pemkomedan.go.id dan membuka forum tanya jawab. Saya menuliskan kenapa nama saya tiba-tiba tidak lulus padahal sekitar pukul 01.30 Wib nama saya masih dinyatakan lulus. Terus diforum tanya jawab membalasnya dengan kata-kata minta maaf, dan mengatakan itu merupakan kesalahan teknis,” katanya.

Setelah mendengarkan kelima peserta yang dirugikan, Ketua Komisi A DPRD Kota Medan, Landen Marbun didampingi Sekretaris Komisi A, Ilhamsyah, mengatakan pihaknya akan melihat hasil ranking dari USU. Karena pihaknya menilai, USU masih bisa dipercaya. Jadi sesegera mungkin pihaknya akan melihat hasil dari USU dan membandingkannya dengan milik Pemko Medan.

“Data yang obyektif itu ada di USU, karena USU yang mengoreksi dan menetukan ranking untuk penerimaan CPNSD Kota Medan. Setelah kita melihat hasil dari USU, kita akan kita bandingkan dengan Pemko Medan,” katanya lagi.

Sementara itu, Walikota Medan, Rahudman Harahap dalam konfrensi persnya mengatakan, Admin mengirimkan file data pelamar CPNS yang lulus dan mengirimkan halaman website pengumuman CPNS ke server. Kesalahan terjadi pada script login website, bukan pada data pelamar CPNS yang lulus. “Data yang diterima admin dari BKD adalah data yang sama diterima oleh masyarakat,” katanya.

Di tempat terpisah, Kepala BKD Kota Medan, Lahum Lubis mengatakan, untuk konfirmasi perbedaan data pengumuman CPNS dari website www.pcpns.pemkomedan.go.id, silahkan mengecek secara langsung ke website www.usu.ac.id/cpns2010.(AKB/MBB)
Sumber : Starberita

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komjak RI Balas Laporan FMPM Terkait Penanganan Dugaan Korupsi Stunting Madina

    Komjak RI Balas Laporan FMPM Terkait Penanganan Dugaan Korupsi Stunting Madina

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online): Forum Mahasiswa Pemikir Madina (FMPM) yang selama ini terus kritis menyuarakan terkait dugaan korupsi dana Stunting Madina 2022-2023, akhirnya menerima surat balasan dari Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (KOMJAK RI) dari Jakarta, Senin (23/06/2025). Surat KOMJAK RI dengan nomor R-138/KK/6/2025 tertanggal 16 Juni 2025 yang ditandatangani Ketua KOMJAK RI, Prof DR Swadi, […]

  • Menyingkap fakta hilangnya MH370

    Menyingkap fakta hilangnya MH370

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Dunia masih mencari, di mana gerangan keberadaan pesawat Malaysia Airlines MH370. Sejak lepas landas dari Bandara Kuala Lumpur, 8 Maret 2014, pesawat itu tak diketahui rimbanya. Di tengah perjalanan ke Beijing, pesawat yang membawa 239 orang itu hilang kontak. Pesawat yang dikemudikan Kapten Pilot Zaharie Ahmad Shah itu melenceng dari rute seharusnya. Hingga […]

  • AFC hanya akui PSSI

    AFC hanya akui PSSI

    • calendar_month Minggu, 21 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO)- PSSI menegaskan jika Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) hanya mengakui tim nasional (timnas) bentukan PSSI untuk berlaga di ajang Piala AFF 2012, November mendatang. Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Halim Mahfudz, penegasan itu disampaikan langsung oleh para petinggi AFC. Dua petinggi AFC yang dimaksud Halim adalah Wakil Presiden AFC HRH, Prince Abdullah, dan […]

  • ULAMA POLITIK DAN POLITIK ULAMA

    ULAMA POLITIK DAN POLITIK ULAMA

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Moechtar Nasution Ulama dan pesantren kerap jadi sasaran para politisi dalam membangun basis dukungan politik. Pada setiap pemilu, maka suara tokoh dan santri selalu diperebutkan, bukan saja oleh partai-partai politik berbasis Islam saja, melainkan juga partai-partai politik yang berbasis nasionalis. Kunjungan elit partai kepesantren menjadi wajib dengan harapan bisa mendulang suara. Pesantren […]

  • Intoleransi Politik di Kalangan Anak Muda, Benarkah Ada?

    Intoleransi Politik di Kalangan Anak Muda, Benarkah Ada?

    • calendar_month Jumat, 26 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, masih banyak anak muda yang tidak toleran dalam hal politik, dibandingkan intoleransi pada praktik ritual sosial keagamaan. Hal ini menjadi temuan dalam hasil survei suara anak muda tentang isu-isu sosial politik bangsa pada Maret 2021. Ia memaparkan, sebanyak 39 […]

  • Dana BOS Untuk Beli Kijang?

    Dana BOS Untuk Beli Kijang?

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Humbahas, Beberapa oknum kepala sekolah di Kabupaten Humbang Hasundutan diduga mengalihkan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk kepentingan pribadi. Hal tersebut dikatakan masyarakat Desa Naga Saribu, L Silaban di Naga Saribu, Senin (03/01/2011). Silaban menjelaskan, salah satu SD yang diduga menggunakan BOS untuk kepentingan pribadi adalah SD 174535 Sitonggi-tonggi. SD tersebut merupakan yang paling banyak […]

expand_less