Kamis, 12 Mar 2026
light_mode

Dana Untuk Sampah Minim, Panyabungan Tak Kunjung Bersih

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 10 Okt 2016
  • print Cetak
Satu beca bermotor melintasi tumpukan sampah di Jl. Sutan Soripada, Panyabungan

Satu beca bermotor melintasi tumpukan sampah di Jl. Sutan Soripada, Panyabungan

PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Anggaran dana pengelolaan sampah di Mandailing Natal dinilai penyebab kota Panyabungan tak bisa bersih.

“Bagaimanalah pula kota Panyabungan ini bisa bersih kalau anggaran dana untuk mengelola sampah sangat minim,” kata Wakil Sekretaris PDI Perjuangan Madina, Salman Rais Daulay kepada mandailing Online, Senin (10/10/2016) di Panyabungan.

Disebutkannya, berdasar data yang ada dalam catatannya, anggaran dana pengelolaan kebersihan di Mandailing Natal (Madina) hanya sebesar 600 juta rupiah.

“Bayangkan, apa yang bisa diharapkan dari 600 juta untuk membersihkan semua titik di Madina. Tapanuli Selatan itu anggaran dana untuk yang beginian jumlahnya mencapai 7 milyar, Sidimpuan sekitar 4,5 milyar. Makanya jangan harap Panyabungan sebagai ibukota Madina bisa bersih,” ujarnya.

Makanya menurutnya, warga Panyabungan pesimis kota ini bisa bersih dan persoalan sampah tak kunjung tuntas.

“Karena itu, untuk mewujudkan kebersihan di kota Panyabungan khususnya dan seluruh kawasan Madina secara umum, sebaiknya BLHKP (Badan Lingkungan Hidup Kebersihan Pertamanan) Madina megajukan tambahan anggaran dana pengelolaan kebersihan, bagaimana yang pantas dan layak dalam mengelola kebersihan,” katanya.

Disebutkannya, jumlah truk pengangkut sampah juga minim. Hanya 8 unit dengan rincian 6 truk di Panyabungan, 1 di Pantai Barat dan satu lagi untuk Siabu dan Kotanopan bergantian.

“Bandingkan dengan Padang Sidimpuan yang sudah mencapai 22 unit truk,” imbuhnya.

Anggaran yang teramat sedikit itu pun berdampak pada jumlah personil kebersihan. “Hanya sekitar 30 orang. Makanya persoalan kebersihan tak akan tertangani secara maksimal dengan kondisi dana minim. Siapapun orangnya tak akan mampu dengan dana sedikit,” katanya.

Peliput : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seniman Peniup Saleot Makin Punah

    Seniman Peniup Saleot Makin Punah

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      ALAT MUSIK SALEOT – Seorang seniman yang tergabung dalam grup gordang sambilan dari Siantona, Mandailing Julu serius meniup alat musik saleot yang termasuk salah satu alat musik tiup tradisional Mandailing. Saat ini hanya terhitung sedikit orang Mandailing yang mampu memainkan alat musik ini, bahkan dikhawatirkan akan punah. Dibutuhkan upaya re-generasi agar seniman peniup saleot […]

  • Antikritik di Negeri yang Menjunjung Tinggi Demokrasi

    Antikritik di Negeri yang Menjunjung Tinggi Demokrasi

    • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Khadijah Nelly, M.Pd Akademisi dan Pemerhati Sosial Masyarakat   Viralnya sejumlah mural yang dijadikan sebagian rakyat untuk menyuarakan kritikannya malah ditanggapi para penggawa negeri dengan penghapusan dan tindakan hukum bagi pembuatnya. Nampaknya bersuara lewat senipun di negeri demokrasi terus di bungkam.  Sungguh ini sangat bertolak belakang dengan jargon negeri ini yang katanya menjunjung tinggi […]

  • Irigasi Batang Gadis Gagal Airi Sawah Sipolu-Polu

    Irigasi Batang Gadis Gagal Airi Sawah Sipolu-Polu

    • calendar_month Jumat, 16 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Saluran Irigasi Batang Gadis di kawasan Sipolu-Polu, Panyabungan, Mandailing Natal tak mampu mengairi sawah-sawah petani. “Tak ngerti lagi kami irigasi ini, kebanyakan sawah tak berair,” kata Sahat Nasution, petani setempat kepada Mandailing Online, Selasa (13/7/2021) lalu. Pantauan di lapangan, saluran irigasi ini dari titik depan hotel Sunan, volume airnya sangat sedikit. Kedalaman arus air hanya […]

  • Korban Ledakan SPBU di Rantauprapat Bertambah

    Korban Ledakan SPBU di Rantauprapat Bertambah

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LABUHANBATU : Korban tewas akibat meledaknya SPBU 14.214.280 Simpang Mangga, Kecamatan Rantau Selatan, Labuhanbatu Minggu (18/9) sekira pukul 16.10 WIB terus bertambah. Legiman (22) karyawan SPBU meninggal Senin (19/9) sekira pukul 03.30 dini hari, menyusul dua rekan kerjanya sebagai karyawan di SPBU itu yang tewas sebelumnya.  Sementara Risma (16) warga lingkungan setempat terpaksa dilarikan ke […]

  • Gugatan SUKA Diterima MK, Jadwal Sidang Akan Ditetapkan

    Gugatan SUKA Diterima MK, Jadwal Sidang Akan Ditetapkan

    • calendar_month Selasa, 19 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Gugatan pasangan SUKA tentang sengketa Pilkada Madina diterima. Selanjutnya menunggu jadwal persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK). Paslon nomor urut 1, HM Jafar Sukhairi Nsution-Atika Azmi Utammi Nasution atau lebih populer sebutan SUKA melakukan gugatan ke MK di Jakarta melalui kuasa hukum Dr.H.Adi Mansar, SH, M.Hum dan kawan-kawan. Menggugat KPUD terkait keputusan […]

  • Mesin Penjual Otomatis Menjual Bra

    Mesin Penjual Otomatis Menjual Bra

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Kalau biasanya vending machine (mesin penjual otomatis, red) di Indonesia atau negara lain menjual makanan kering, minuman, dan rokok, vending machine di Jepang juga menjual bra. Mesin penjual otomatis ini akan memulai debutnya di Jepang dan akan membuat para wanita dengan mudah membeli pakaian dalam mereka di mana-mana. Sebagaimana dilansir Ubergizmo, vending machine ini telah […]

expand_less