Selasa, 17 Mar 2026
light_mode

Di Madina, Dana Desa Telah Gagal Membangun Ekonomi Desa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 3 Okt 2016
  • print Cetak
Dana Desa untuk infrastruktur ekonomi

Dana Desa untuk infrastruktur ekonomi

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penggunaan Dana Desa di Mandailing Natal sejauh ini telah gagal membangun perekonomian warga desa.

Indikasi kegagalan itu berdasar data pengalokasian yang menunjukkan mayoritas pemerintah desa di Mandailing Natal (Madina) masih fokus menetapkan Dana Desa di sektor pemukiman, baik pembangunan gang pemukiman atau parit gang pemukiman.

“Hanya ada satu dua desa yang mengalokaisikannya kepada infrastruktur ekonomi desa maupun penguatan wirausaha penduduknya, sebagaimana harapan pemerintah pusat melalui Permendes Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2016,” kata Humas Gerep Institute, Dahlan Batubara di Panyabungan, Senin (3/10).

Disebutkannya, berdasar Permendes itu, pemerintah Indonesia bermaksud memajukan ekonomi serta kemandirian ekonomi desa selain pemukinan, kesehatan dan pendidikan serta sosial.

“Sisi memajukan perekonomian itu setidaknya meliputi tiga aspek. Pertama, pembangunan infrastruktur ekonomi desa, meliputi upaya membangun akses jalan ke sentra peroduksi serta pemasaran produk sehingga ekonomi warga bergairah. Kedua, pemberdayaan warga di sektor ekonomi, melalui penguatan wirasusaha baik dari segi permodalan maupun penguatan sumber daya manusia. Ketiga, investasi, dimana pemerintah desa membentuk Badan Usaha Milik Desa yang bertujuan lahirnya usaha komersil desa yang berdampak juga bagi terserapnya lapangan kerja,” katanya.

Memang, ada juga sisi pemukiman, kesehatan dan pendidikan serta pemberdayaan social. Tetapi, pemerintahan desa justru terjebak pada sektor-sektor ini saja tanpa memiliki visi pada pengembangan ekonomi desa.

“Pembangunan rabat beton di gang desa itu tak memiliki dampak ekonomi. Itu hanya persolan sandal bersoh, bahwa sandal penduduk tak lagi kotor ketika masuk rumah karena gang di depan rumahnya sudah disemen. Padahal, persoalan di Madina itu bukan sandal bersih, tetapi perut lapar,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan Dana Desa yang fokus ke pemukiman itu sebagai gambaran tidak adanya visi pemerintahan desa dalam sektor ekonomi.

Terkait bahwa penetapan penggunaan Dana Desa berdasar hasil musyawarah yang melibatkan warga desa, menurutnya, jika pemerintah desa memiliki visi yang kuat serta mampu melobi tokoh-tokoh masyarakat sebelum musyawarah dilakukan, maka masyarakat tentu akan memahami visi itu.

Oleh karenanya, dia berharap pemerintah kabupaten mau mendorong pemerintah desa untuk soktor ekonomi itu.

Peliput : Maradotang Pulungan

Editor  : Ludfan Nsution

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dahlan Hasan, Pembangunan Madina dan Sinergitas Pusat Daerah (bagian 2)

    Dahlan Hasan, Pembangunan Madina dan Sinergitas Pusat Daerah (bagian 2)

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Otonomi Daerah menuntut setiap kepala daerah untuk lebih visioner dan gesit serta inovatif dalam menggenjot laju pembangunan daerah. Di sisi lain, memajukan sektor-sektor penting di daerah serta upaya memakmurkan penduduk bukan perkara mudah. Itu membutuhkan kemauan luar biasa dari pemimpin suatu daerah. Dan, semua orang pasti satu pemahaman bahwa […]

  • Batara Bisa Urus DAK dan DAU

    Batara Bisa Urus DAK dan DAU

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN, – Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi (PUPE) Kabupaten Padang Lawas (Palas), Chairul Windu Harahap menegaskan, perubahan mekanisme pembangunan kantor bupati dan DPRD tahun 2009 dari tahun tunggal (single years) ke tahun jamak (multi years) merupakan kebijakan Bupati Palas yang saat itu dijabat Basyrah Lubis. “Pengalihan dari single years ke multi years […]

  • Dua Korban Masih Jalani Perawatan Intensif di RSU

    Dua Korban Masih Jalani Perawatan Intensif di RSU

    • calendar_month Senin, 9 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Korban Kerusuhan Base Camp Sorikmas Mining Panyabungan (MO) – Hingga Senin (9/7) belum ada laporan resmi tentang jumlah korban pada kerusuhan pembakaran base camp PT. Sorikmas Mining. Namun, berdasar laporan yang belum resmi dari Camat Naga Juang, jumlah korban sebanyak 5 orang. Hanya saja jenis luka para korban tidak dicantumkan. Nama-nama korban masing-masing adalah Kelter, […]

  • Pancasila, Antara Ideologi atau Falsafah Negara

    Pancasila, Antara Ideologi atau Falsafah Negara

    • calendar_month Sabtu, 3 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      “HARI PANCASILA” Oleh: Yusril Ihza Mahendra (Ahli Hukum Tata Negara) Sebagian orang menyebut tanggal 1 Juni adalah Hari Lahirnya Pancasila, yang sekarang sebagian orang menyebutnya dengan istilah Hari Pancasila. Pancasila adalah landasan falsafah negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, khususnya alinea ke 4. Saya lebih suka menyebut Pancasila sebagai “landasan falsafah negara” bukan […]

  • Masyarakat Tetap Tolak Keberadaan KP-USU

    Masyarakat Tetap Tolak Keberadaan KP-USU

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Kehadiran KP-USU dalam usaha pembukaan kebun sawit di Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) masih pro kontra ditengah berlanjutnya sidang di PTUN Medan. Kasus KP-USU ini mencuat setelah pihak Polres Madina menyetop aktivitas KP-SU di lapangan pada bulan Oktober 2012 karena izin lokasi dan izin usaha perkebunan KP […]

  • Kepsek SDN Tambang bolos ngajar

    Kepsek SDN Tambang bolos ngajar

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Mandailing Natal, Musaddad Daulay, diminta menindak tegas oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 142632 Tambangan Jae, Kecamatan Tambangan, berinisial M yang tidak disiplin dan telah bertahun-tahun tidak mempedulikan kelangsungan proses belajar di sekolah itu. “Kadisdik harus segera menindaklanjuti keluhan para orangtua murid tersebut. Tindakan tegas sudah pantas diberikan kepada […]

expand_less