Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Di Madina, Minyak Tanah Langka dan Mahal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Sep 2010
  • print Cetak

Minyak tanah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) langka. Kalau pun ada harganya melambung hingga mencapai Rp8 ribu per liter. Kondisi ini memaksa warga yang memasak menggunakan kompor minyak beralih memakai kayu bakar.

Salah seorang ibu rumah tangga (IRT) di Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu, Suryani (24), mengaku, pihaknya kesulitan memeroleh minyak tanah. Padahal, minyak tanah merupakan salah satu kebutuhan pokok sehari-hari.

“Sekitar 200 rumah tangga di desa ini masih menggunakan kompor biasa untuk memasak dan tidak ada yang memakai kompor gas,” kata Suryani, kepada METRO, Selasa (7/9).

Suryani menambahkan, sejak sebulan terakhir seluruh warga terutama IRT kesulitan mencari minyak tanah. Padahal, sebelumnya minyak tanah mudah diperoleh tetapi yang terjadi sekarang warga kehilangan jejak untuk mendapatkan bahan bakar tersebut. Sebenarnya, sambung Suryani, minyak tanah datang ke pangkalan di Desa Lumban Dolok sekali dalam 2 minggu. Namun, banyak warga yang tak kebagian. Oleh sebab itu, warga yang tidak kebagian terpaksa beli di pengecer minyak tanah. Tapi, ironinya harga di pengecer mencekik leher.

“Bahkan pengecer menjualnya Rp8 ribu per liter. Padahal, harga minyak tanah normalnya hanya Rp5 ribu hingga Rp6 ribu per liter,” tuturnya.

Hal senada juga dikatakan Fatimah, IRT Kelurahan Sigalapang, Kecamatan Panyabungan. Menurutnya, untuk memeroleh 5 liter minyak tanah, ia harus menunggu beberapa jam antrean. “Apakah ini memang disengaja oleh orang-orang tertentu yang ingin meraup keuntungan yang lebih banyak, kami tak tahu tapi kami yakin seperti itu,” ujar Fatimah.

Diceritakannya, terakhir kali mendapatkan minyak tanah di Panyabungan sejak 2 pekan lalu dan saat itu juga mereka hanya memperoleh 5 liter. “Saat ini saja kami harus pasrah untuk menukar bahan bakar kami dengan kayu bakar dengan mencarinya keliling ke desa-desa dekat Panyabungan,” terang Fatimah mengakhiri.

Sementara salah satu pengecer minyak tanah di Desa Lumban Dolok, Munawati (42), menambahkan, harga jual minyak tanah naik sebesar itu karena mereka sebagai pengecer pun membeli minyak tanah dengan harga yang cukup mahal. Dan itu didapat berasal dari luar kecamatan, karena dari pangkalan di Kecamatan Siabu tidak ada diperoleh dua hingga tiga pekan terakhir ini. (wan)
Sumber: Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paskibra Dairi dan Madina Dikukuhkan

    Paskibra Dairi dan Madina Dikukuhkan

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sidikalang. Sebanyak 40 personel pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kabupaten Dairi 2011 dikukuhkan Bupati KRA Johnny Sitohang Adinegoro, di Gedung Balai Budaya Sidikalang, Senin (15/8). Sebelum dikukuhkan, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Dairi Drs Bonar Butar-butar membacakan pengantar pengukuhan yang memuat janji paskibraka, dilanjutkan dengan pemasangan kendit oleh Bupati. Bonar melaporkan bahwa […]

  • Sekda Langkat Tersangka Penilep Kelebihan Pajak PNS Rp1 Miliar

    Sekda Langkat Tersangka Penilep Kelebihan Pajak PNS Rp1 Miliar

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LANGKAT-Penanganan kasus dugaan korupsi di bumi ’Langkat Berseri’ terus dikuak. Setelah mantan Bupati Langkat dua periode Syamsul Arifin ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi dana APBD Langkat TA 2000-2007 senilai Rp102, 7 miliar, kali ini giliran Sekdakab Langkat Surya Djahisa (SD) yang hukum. SD berstatus tersandung kasus dugaan korupsi dana kelebihan pajak […]

  • Dua Irigasi Rusak, Ribuan Ha Sawah Kering, Fahrizal Akan Berupaya di DPRD Sumut

    Dua Irigasi Rusak, Ribuan Ha Sawah Kering, Fahrizal Akan Berupaya di DPRD Sumut

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Anggota Komisi D DPRD Sumatera Utara, H. Fahrizal Efendi Nasution risau pada kerusakan dua unit irigasi penyebab kekeringan ribuan hektar sawah di Mandailing Natal (Madina). Kepada wartawan di Madina, Selasa (21/2/2023), dia menyatakan akan memperjuangkan agenda pembahasan di DPRD Sumatera Utara (Sumut). Kedua unit irigasi yang rusak adalah irigasi Batang […]

  • Kadis PU Dituding Ingkar Janji, Realisasi PAPBD Makin Mengkhawatirkan

    Kadis PU Dituding Ingkar Janji, Realisasi PAPBD Makin Mengkhawatirkan

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kerumitan pelaksanaan PAPBD 2-14 Mandailing Natal (Madina) di sektor fisik makin parah. Selain waktu pelaksanaan diperkirakan tak mencukupi sampai 20 Desember 2014, kasus dugaan pengutipan uang pun mulai mengemuka. Kondisi ini dikhawatirkan akan memacetkan realisasi PAPBD (Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) di sektor konstruksi, sebab ditengah banyaknya masalah, timbul […]

  • Fakrizal Efendi Nasution Reses di Panyabungan, Timbulkan Kesadaran Pentingnya Putra Daerah di DPRD Sumut

    Fakrizal Efendi Nasution Reses di Panyabungan, Timbulkan Kesadaran Pentingnya Putra Daerah di DPRD Sumut

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keberadaan putra daerah Mandailing Natal di lembaga DPRD Sumut kian terasa sebagai kebutuhan urgen, karena lebih memahami kondisi dan aspirasi rakyat setempat sebagai kampung halamannya. Putra daerah yang dimaksud adalah figur yang lahir, besar dan tinggal di Mandailing Natal. Figur seperti ini, selain lebih memahami situasi daerahnya, juga memiliki beban kewajiban […]

  • Harumkan Nama Madina, Pesilat Silaturrahmi dengan Bupati

    Harumkan Nama Madina, Pesilat Silaturrahmi dengan Bupati

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jakfar Sukhairi Nasution menerima silaturahmi peserta dan pelatih kejuaraan atlet silat di Kantor Bupati Mandailing Natal. Sukhairi menyampaikan apresiasi kepada sepuluh atlet silat, pelatih, dan manajer yang telah mengikuti kompetisi di tingkat Provinsi dan mengharumkan nama baik Kabupaten Madina. “Walaupun dana untuk keberangkatan ke tingkat Provsu […]

expand_less