Rabu, 18 Mar 2026
light_mode

Diganggu Preman, SMS ke Nomor Ini: 085381881993

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 22 Feb 2016
  • print Cetak

 

MEDAN  – Aksi premanisme berkedok Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) masih sering terjadi di Kota Medan. Kali ini korbannya adalah salah satu tempat usaha yang berada di kawasan Jalan Sakti Lubis. Modus yang mereka lakukan pun beragam. Dari meminta bantuan dana buat operasional kegiatan, hingga kemalangan salah satu anggotannya.

Para pemalak ini tidak sungkan mendatangi tempat-tempat usaha dengan mengenakan atribut OKP-nya. Sebagai bentuk dukungan agar aksinya berjalan lancar, sebuah proposal yang bertuliskan logo OKP pun ditunjukkan.

Kondisi ini diungkapkan salah seorang pengelola usaha di Jalan Sakti Lubis Medan. Berdasarkan pengakuan sumber yang enggan namanya disebut, lokasi usahanya kerap didatangi oknum OKP untuk meminta bantuan. Namun adakalanya bantuan yang diberikan itu tidak semuanya Ia penuhi.

“Kalau kami apalah bang. Pekerja-nya kami di sini. Tapi kalau terus seperti ini, mana tahan kami. Yang dijual pun belum tentu laku,” keluhnya kepada Waspada Online, Minggu (21/2).

Sementara itu, Polresta Medan beberapa waktu lalu sudah membentuk tim khusus pemberantas premanisme sekaligus sudah membuka layanan pengaduan langsung melalui SMS. Wacana ini dibuat sehubungan maraknya pungutan liar dan aksi premanisme akhir-akhir ini.

Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, menyebutkan bahwa maraknya aksi premanisme ini menjadi perhatian jajarannya. Apalagi menjelang HUT Kemerdekaan RI. Banyak oknum-oknum tertentu melakukan pungutan liar melalui proposal.

“Kita sudah menyiapkan layanan pengaduan aksi premanisme melalui pesan singkat 085381881993. Silahkan kirim pengaduan ke nomor yang sudah kita persiapkan, dengan menuliskan keluhan dan alamat yang jelas. Dengan sigap, petugas kita akan menginformasikan ke Polsek terdekat untuk menindaklanjutinya,” ucap Mardiaz.

Mantan Kapolres Madina ini juga mengimbau masyarakat agar tidak takut melaporkan ke kantor polisi terdekat segala bentuk praktik pungli dengan berbagai modus, termasuk mengatasnamakan ormas dan OKP. Hanya saja jika permohonan dana sumbangan perayaan HUT Kemerdekaan RI sah-sah saja, apabila sudah disepakati masyarakat dan pelaksana perayaan.

“Bersama Kodim dan Pemko Medan, kita sudah mengundang seluruh elemen OKP dan ormas untuk membahas pemberantasan aksi premanisme dan pungutan liar. Agar masyarakat tidak lagi diresahkan dengan aksi seperti ini,” pungkasnya.

Sumber : Waspada Online

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014. Ruang II. (Sesi I) Hari :  Sabtu, Pukul : 08.00 s/d 10.00 wib Tanggal : 13 Desember 2014   NO.   RUANG UJIAN   NO. PESERTA   NAMA PESERTA 1 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 2 52133000640 eldi leonora 2 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 2 […]

  • Wisata Memikat, Upaya Minim

    Wisata Memikat, Upaya Minim

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Kabupaten Mandailing Natal memiliki banyak potensi wisata yang mampu menghipnotis wisatawan, baik waisatawan lokal maupun manca negara. Hanya saja konsentrasi pemerintah daerah, kalangan swasta dan masyarakat luas belum begitu besar mengembangkannya. Dari sisi promosi, brosur pariwisata yang dikeluarkan Pemkab Madina sejauh ini masih Bendungan Batang Gadis, Air Panas Siabu, Gordang Sambilan, Bagas dan Sopo […]

  • Rumah Kajati Sumut dibobol maling

    Rumah Kajati Sumut dibobol maling

    • calendar_month Selasa, 23 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Rumah Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati SUmut), AK Basuni dibobol maling. Kejadian yang terjadi pada Minggu (21/8) pagi tersebut mengakibatkan hilangnya jam tanngan dan sejumlah uang tunai yang jumlahnya belum diketahui. Informasi yang beredar menyebutkan, kejadian itu pertama kali diketahui staf Kejati Sumut yang berjaga di kediaman Basuni. Ketika itu, ia baru […]

  • Bagian Kesra Madina, Belanja Dulu Baru Umumkan RUP

    Bagian Kesra Madina, Belanja Dulu Baru Umumkan RUP

    • calendar_month Jumat, 6 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Mandailing Natal akhirnya mengumumkan Rencana Umum Pengadaannya pekan ini, meski beberapa paket belanja sudah dilaksanakan. Demikian rilis Aliansi Rakyat Peduli Madina (ARPM) yang disiarkan di akun facebook-nya, Jum’at (6/5/2016). “Pemkab Madina, tampaknya tidak peduli dengan Undang-Undang dan aturan pengadaan barang dan jasa lagi,” kata Ardian N, jubir […]

  • Inilah Pria Diduga Menganiaya Loper Harian Tribun-Medan

    Inilah Pria Diduga Menganiaya Loper Harian Tribun-Medan

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SUNGGAL – Roni, pelaku pemerasan dan penganiayaan loper koran Tribun-Medan sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsekta Sunggal Medan. Roni diduga memalak dan menganiaya loper koran Tribun-Medan, Dapot Panjaitan. Ia menyundut pipi korban dengan api rokok.(*) Sumber : Tribun medan

  • Balada Keterpaksaan Impor Garam, Sampai Kapan?

    Balada Keterpaksaan Impor Garam, Sampai Kapan?

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfisyah S.Pd Guru dan Pegiat Literasi Islam Garam oh garam kenapa engkau murah? Macam mana aku tak murah karena banyak garam impor. Impor oh impor kenapa garam di impor? Macam mana aku tak diimpor….karena terpaksa impor. Itulah sepenggalan lagu bernada mirip lagu bersambung dalam tontonan serial anak-anak Upin dan Ipin. Muatan lagu ini senada […]

expand_less