Dinas Perikanan Madina Takbisa Diunggulkan, Sejak 2020 Kebutuhan Ikan Mas Dipasok Dari Sumbar

Istimewa

PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Kebutuhan ikan mas di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) ternyata masih dipasok dari daerah Sumatera Barat meski Kabupaten ini telah banyak mengeluarkan anggaran APBD untuk peningkatan produksi ikan mas. Dari hasil penelusuran  bahwa pasokan ikan mas ke Madina masih berasal dari daerah Rao, Pasaman Barat, Sumatera Barat, sejak tahun 2020

Meskipun daerah ini memiliki sentra ikan air tawar atau tambak di Madina agar Madina tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga menjadi pemasok ikan mas, namu tetap saja program itu tak berhasil karena pemerintah daerah setengah hati yang menyebabkan Madina harus mengandalkan pasokan dari luar daerah.
” ikan mas dari madina itu lebih baik kualitasnya dari pada ikan mas dari Sumatera Barat, kesturnya lebih baik,  lebih padat daging nya. Namun karena pasokannya kurang, kami terpaksa order dari sumbar karena kebutuhan pasar cukup banyak” kata Zainuddin salah seorang pengusaha ikan mas di kawasan Sipolu-Polu.
Ia menilai Pemkab Madina tidak begitu mendukung perikanan Madina. Menurutnya jenis ikan lokal seperti ikan mas, ikan nila dan ikan lele lebih bagus untuk dikonsumsi sebab pembudidayaannya dapat dilihat langsung serta tak memakai obat obatan yang mengandung senyawa kimia atau lainnya.

Terkait harga ikan, mereka menjual ikan mas dari Sumbar secara perkilo dan perbiji. Untuk konsumen sendiri Ikan mas dijual perkilonya Rp.38.000 pada pedagang diharga Rp.36.000.

Setiap harinya, Zainuddin mengaku menghabiskan ikan mas 30 kantong. Dalam setiap kantong nya 300kg.

“Harga ikan lokal tidak jauh beda dengan Sumbar, kalo biasanya Rp.40.000/ kg kalo untuk perbiji tergantung berapa ons timbangannya,” Tambahnya Zainuddin.

Perludiketahui data yang dihimpun Mandailing Online tahun 2025 ada banyak anggaran yang terkesan mubazzir di Dinas Perikanan Madina sebab tak ada prestasi yang bisa diunggulkan dari sektor perikanan madina. Anggaran itu seperti biaya perjalanan dinas dalam kota dan dinas biasa senilai Rp. 544.473.000,.

Untuk belanja perjalanan dinas biasa. Total pagu Rp. 412.623.000. dan perjalanan dinas kota senilai Rp.131.850.000.

Selain perjalanan dinas, ada juga belanja barang diserahkan ke masyarakat senilai Rp.101.127.000.

Kemudian ada juga biaya Belanja Jasa Penyelenggaraan Acara untuk 2 kegiatan Rp. 15.000.000,. dan Rp. 7.500.000. Selain itu,Belanja Modal Personal Computer Rp. 14.748.750., lalu Belanja Peralatan dan Mesin-Alat Pertanian Alat Pengolahan-Alat Produksi Perikanan Rp. 48.916.000,. Belanja Pemeliharaan Alat Angkutan-Alat Angkutan Darat Bermotor-Kendaraan Dinas Bermotor Perorangan total pagunya Rp. 157.390.000., Serta Ada Rp.100 Juta lebih Belanja Barang lainnya.

Untuk mejelaskan kebenaran anggara itu, Kepala Dinas Perikanan Madina Syafruddin yang berupaya dikonfirmasi tak berhasil. ( fikri )

 

Comments

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses