Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Doa Untuk Muslim Thailand Selatan (1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
  • print Cetak

MEREKA HENDAK MENGGANTI BAHASA KAMI
(Liputan Rizki Lesus, wartawan Alhikmah, tim Jurnalis Islam Bersatu dalam Road4Peace, Ahad 17 November 2013)

“Drr…drr…drr..” desing Helikopter hilir mudik menggantung di langit Yala, Thailand. Malam itu, di atas Mesjid Besar Darul Muhajirin, di jantung kota, suaranya berderu kencang. Kelap-kelip merah berputar-putar di atas kota Yala. Entah tak tahu mengapa Helikopter tentara itu terlihat mondar mandir. Tapi memang, Yala, kota yang kami datangi dalam misi perdamaian ‘Road4Peace’ medio November 2013 dikenal sebagai wilayah konflik, sejak wilayah Melayu ini jatuh ke cengkraman Shiam, Thailand, akhir abad 18.

Ada duka di sana, ketika kaki harus beranjak dari tanah air, tempat kelahiran. Ada duka di sana, ketika bahasa kebanggaan mereka, Melayu tiba-tiba harus diganti dengan bahasa yang mereka tak mengerti. Ada duka di sana, ketika para pejuang itu tak tinggal diam. Diperjuangkannya rasa keadilan dalam dadanya.Mulai detik itu, perlawanan tak kan berakhir.

Yala, Pattani, Narathiwat, negeri Melayu di sudut Thailand yang selalu berkisah. Kisah tentang kepahlawanan mereka, melawan kezaliman di sana yang terus tergerus waktu. Hingga kini, ia terus berputar. Ketika kami, tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU), masuk ke wilayah Yala, dalam dua jam perjalanan dari Sadao, perbatasan Malaysia dan Thailand, begitu memasuki Yala, maka tentara-tentara Thailand itu menyambut kami dalam pos-pos jaganya.

Tiga kali, mobil konvoi Road4Peace yang membawa misi keadamaian di Yala dan Pattani melewati kawat duri yang mengular. Tentara-tentara yang melirik ingin tahun siapa saja yang ada di dalam mobil sambil menenteng moncong senjatanya. Di simpang-simpang jalan itu, tentara Thailand bersiaga, mondar-mandir. Yala, ia selalu berkisah. Ketika mobil-mobil itu tak lagi parkir di bah jalan, tapi malah ditengah, karena bom siap meledak entah kapan di pinggir jalanan, depan ruko-ruko itu.

Yala, ia berkisah tabung beton besar setinggi satu meter penghalang di hadapan tiap ruko di jalanan, sebagai penghalau ledakan. Ketika kawan kami, Fajar Shadiq yang sedang melakukan liputan dipukul dan dikejar orang tak dikenal. Larilah ia ke wilayah umat Islam di Yala, zona Palestina disebutnya. Sedangkan di balik rel kereta sana, tempat perlawanan kezaliman disebut zona Israel. Kota besar ini, ditinggali mayoritas muslim yang tertindas.

Dengarlah penuturan Azman Ahmad dan Majdi Zakariya, pria asli Yala-Pattani yang menuturkan kisahnya yang tanpa sebab dimasukkan ke balik jeruji saat JITU mengunjungi sekolah Islam Terbesar di Yala, Thamabita School, atau Mahad Haji Harun. Dengan bahasa kebanggan mereka, Melayu, curahan hatinya tertutur.

“Saya tiba-tiba ditangkap tanpa tuduhan yang jelas, dengan pasal Undang-Undang Istimewa yang dinamakan Undang Poroko (Bahasa Thaliand-semacam UU Subversif_red),” kata Majdi Zakariya. Pria muda itu baru keluar tahun 2011 menghirup udara segar setelah lima tahun 10 bulan mendekam.

Majdi pun tak tahu, mengapa ia di tangkap. Dengan alasan kepemilikan senjata, ia masuk jeruji besi. Kisah Majdi selalu berulang, hingga kini, ketika JITU berada di Yala. Majdi tak sendiri, Azman Ahmad, pria muda ini dituduh akibat menolong keluarga korban penangkapan.

“Dua tahun saya ditangkap karena menolong keluarga korban yang ditangkap, yang kesulitan.” Katanya. Masih banyak, Azman dan Majdi lainnya yang bertebaran di bumi Nusantara ini. Majdi dan Azman memang lebih beruntung, dibandingkan saudara-saudaranya yang lain.

Lihatlah, penuturan Abdurrahman, guru Sekolah Haji Harun yang kami temui di Jantung Kota Yala itu. “40 orang guru sekolah ini, ada yang ditembak dalam perjalanan, hilang,” kenangnya. “Bahkan murid-murid pun ada yang pernah ditembak,” lirihnya. Dan hal ini terjadi setiap hari di Yala.

Yala, ialah sebuah kisah tentang perjuangan umat Islam melawan kezaliman. Di balik duka mereka, ada senyum yang tersimpul di sana, senyum perjuangan. Wanita berjilbab yang berjalanan di sudut-sudut kota. Pria dengan sarung bercakap sepanjang jalan. Anak-anak dengan peci yang menanti masa depannya.

Yala, ialah sebuah kisah, tentang perjuangan umat Islam melawan kezaliman. Kumandang adzan magrib dalam gelap Yala menemani tim JITU, merebahkan hati, mengecupkan kening. Berkumpul penduduk muslim Yala dan kami dalam Mesjid Darul Muhajirin di pusat kotanya. Ada senyum di sana, sambutan hangat, ketika kami, dapat bertutur tentang perdamaian.

Ada rasa optimis di sana, ketika kami kisahkan tentang perjuangan umat Islam di Suriah, Mesir, Rohingya, Palestina. “Ketika Syaikh dari Suriah ke Indonesia, mereka bilang tak butuh harta kami, uang kami, kami hanya butuh doa kalian, penduduk Indonesia,” kata M. Pizaro, anggota tim JITU dalam rombongan Road4Peace.

Doa, senjata terkuat umat Islam di seluruh dunia. Kumandang adzan isya yang menggema di langit Yala, mengakhiri pertemuan kami Ahad malam itu. Adzannya begitu syahdu. Ya Allah…ini adalah bumi-Mu, Negeri-Mu, ketika orang-orang mengecupkan keningnya karena-Mu. Panggilan Ilahi, itu terus menggema di Yala. “Mari menuju kemenangan” . Air mata Yala berganti dengan senyum optimis akan doa saudaranya.

Mari selipkan Yala dalam doa kita. Dalam sujud-sujud kita. Dalam pinta kita. Dalam tangis kita. Selipkan doa untuk Yala. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemelut KNPI Madina : Bendahara KNPI Madina Mengundurkan Diri

    Kemelut KNPI Madina : Bendahara KNPI Madina Mengundurkan Diri

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah sebelumnya Sekjen KNPI Madina SK PAW, M Azwar Nasution dan sejumlah pengurus teras DPD KNPI Madina mengundurkan diri secara missal, kini giliran Bendahara, Bode Tanjung yang mengundurkan diri. Surat pengunduran itu resmi diserahkan Boder Tanjung pada Kamis (12/12/2013). Gelombang pengunduran diri para pengurus teras KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Madina […]

  • Ini Langkah PUPR Madina untuk Mengembalikan Produktivitas Lahan Pertanian

    Ini Langkah PUPR Madina untuk Mengembalikan Produktivitas Lahan Pertanian

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Agar lahan pertanian bisa kembali produktif dan pemukiman masyarakat terhindar dari bahaya banjir, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mandailing Natal akan melaksanakan beberapa pekerjaan baik untuk rehabilitasi jaringan irigasi maupun rehabilitasi tanggul sungai yang akan direalisasikan di akhir tahun 2025 ini, Dimana ada […]

  • Ratusan KPM Panyabungan Rela Antri Berjam Jam di Kantor Pos Demi Jatah Bepanas

    Ratusan KPM Panyabungan Rela Antri Berjam Jam di Kantor Pos Demi Jatah Bepanas

    • calendar_month Jumat, 16 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Meskipun antri selama berjam jam, tidak menyurutkan niat Keluarga Penerima Manfaat ( KPM )  untuk mendapatkan bantuan beras jenis bulog 10 kg. Bantuan beras tersebut merupakan Bantuan Pangan Nasional (Bapanas) untuk keluarga miskin yang dilakukan pendistribusiannya melalui kantor Pos Indonesia. Kata Husein, Branch Manajer Kantor Pos Cabang Panyabungan Kota Jum’at 17/2/2024. […]

  • Bupati Rencanakan Puskesmas Buka Siang Malam

    Bupati Rencanakan Puskesmas Buka Siang Malam

    • calendar_month Selasa, 30 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailng Natal (Madina) Hidayat Batubara mencetuskan kebijakan agar seluruh puskesmas di kabupaten ini buka siang malam atau 24 jam. Kebijakan bupati tesebut sebagai upaya peningkatan layanan kesehatan kepada rakyat. Dan DPRD Madina diharapkan untuk mendukung dengan meloloskan anggaran bagi operasional puskesmas siang malam tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Madina, Tengku Amri […]

  • Bupati Minta Aparat Hengkang Dari Areal Tambang Ilegal

    Bupati Minta Aparat Hengkang Dari Areal Tambang Ilegal

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Keberadaan tambang emas ilegal di Kecamatan Hutabargot yang sudah banyak memakan korban akhirnya membuat Bupati Mandailing Natal (Madina) Aspan Sofian Batubara angkat bicara. Aparat penegak hukum yang ikut membeking tambang emas ilegal supaya angkat kaki atau jangan ikut-ikutan. Hal itu disampaikan Aspan pada pembukaan Musda III Majelis Ulama Indonesia (MUI) Madina di Hotel Madina […]

  • Isu Kudeta Cuma Akal-akalan Rezim SBY

    Isu Kudeta Cuma Akal-akalan Rezim SBY

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Islam Garis Keras dan Moderat Makin tak Suka SBY JAKARTA- Pemberitaan eksklusif Al Jazeera pada 22 Maret lalu yang mengungkap adanya rencana aksi kudeta oleh Dewan Revolusi Islam (DRI) terhadap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diduga hanya akal-akalan orang-orang di lingkaran penguasa. Kabar tersebut bagian dari skenario jahat untuk memecah belah kelompok kritis yang […]

expand_less