Rabu, 1 Apr 2026
light_mode

Ekspedisi ke Gunung Sorik Marapi (foto 4)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 5 Jun 2014
  • print Cetak

Foto: Dataran indah di sisi kawah Sorik Marapi

Tympanum Novem Films, media pemberdayaan sosial yang berbasis Mandailing, pekan lalu mengirimkan tim ekspedisi ke Gunung Sorik Marapi. Ekspedisi bersama dengan Naposo Nauli Bulung Desa Simaninggir Kecamatan Siabu ini bertujuan untuk membuka tabir kawasan eksotis ini.

Berada di ketinggian 2.142 meter dan cuaca dikisaran 16 derajat celcius, daerah ini dapat dikunjungi dengan pendakian melalui Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi.

Gunung yang menyimpan berbagai kisah ini, amat dekat dengan ingatan orang di Mandailing Natal dan bekas kabupaten Tapanuli Selatan. Betapa tidak, pernah tujuh kali memuntahkan laharnya pada tahun 1830, 1879, 1892, 1893, 1917, 1970, 1986 dan yang terakhir pada tahun 1987.

Letusan tahun 1917 mengubah banyak hal dalam geografis Mandailing. Letusan itu memporak-porandakan Pesantren Musthafawiyah yang pada saat itu masih berlokasi di Kayu Laut. Karena itu dipindahkan ke Desa Purba Baru. Bencana ini juga menimbulkan migrasi hunian masyarakat ke daerah-daerah yang relatif aman dari jangkauan letusan.

Selain wisata sejarah, Gunung Sorik Marapi tentu menjadi pusat kawasan Taman Nasional Batang Gadis. Kawasan sekitar yang dilingkari hutan tropis, menyimpan keragaman hayati, baik flora maupun fauna. Lumut tebal yang menempel pada batu dan batang tumbuhan, menandai keaslian hutan. Dalam radius seratus meter persegi, kita bisa menyaksikan ratusan spesies tumbuhan langka.

“Itu luar biasa. Bahkan beberapa spesies ada yang masih belum ditambahi keterangan dalam kamus Botani,” demikian diungkapkan Askolani, Chief Executive Organizer (CEO) Tympanum Novem. Kita berharap semua potensi ini bisa dipublikasikan, sehingga bisa ditandai sebagai ikon kunjungan wisata di Indonesia, tambahnya.

Hal senada juga disebut Erwin Parsaulian Lubis, pimpinan ekspedisi. Hamparan batu vulkanik yang ditumbuhi perdu menjadi pemandangan yang luar biasa. Apalagi di sisi sebelah kawah juga terdapat danau berair jernih.

“Sayang kalau kawasan ini tidak dipublikasikan,” katanya.

Kawasan yang menjadi pusat TNBG ini memang tampak menyimpan eksotisme. Hutan tropis Mandailing diyakini syorga bagi berbagai jenis tumbuhan dan hewan.

“Saya percaya pada apa yang dilansir TNBG,” tambah Askolani.

Hutan ini menyimpan berbagai spesies langka semacam amfibi tak berkaki (Ichtyopis glutinosa) yang merupakan jenis satwa purba dan katak bertanduk tiga (Megophyris nasuta), dan lain-lain. Karena itu, begitu ekspedisi mencapai puncak Sorik Marapi, semua berdecak kagum, ini “syorga.”

Tympanum Novem Films berharap ada usaha-usaha yang signifikan untuk memancing kunjungan wisata ke kawasan ini. Terutama dengan membuka jalur pendakian yang lebih efektif. Juga tentu dengan promosi dan publikasi ke biro-biro perjalanan wisata. Hanya dengan begitu potensi kawsan ini berdampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan rakyat sekitar, begitu kata Askolani.

Narasi/foto : Tympanum Novem Films
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengatasi Kejahatan Anak Dengan Mengembalikan Fungsi Semua Pihak

    Mengatasi Kejahatan Anak Dengan Mengembalikan Fungsi Semua Pihak

    • calendar_month Kamis, 6 Apr 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hadi Kartini Penganiayaan dan kejahatan yang dilakukan anak-anak terus meningkat. Kasus yang menjadi sorotan publik saat ini adalah kasus penganiayaan yang dilakukan anak seorang penjabat pajak. Dilansir dari CNNIndonesia.com, 25 Februari 2023, menyatakan kasus penganiayaan anak pejabat pajak Mario Dendy Satrio terhadap putra petinggi GP Ansor Jonathan Lutumahina David, memasuki babak baru. Penganiayaan secara […]

  • Revisi SK 44, Batas Hutan Madina Bakal Digaris Ulang

    Revisi SK 44, Batas Hutan Madina Bakal Digaris Ulang

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) mulai menyiapkan pemencangan batas sementara hutan di seluruh kawasan Madina. Upaya ini menjawab kungkungan SK 44 yang kontroversial. Itu terungkap dalam rapat dihadiri oleh Plt. Bupati Madina Dahlan Hasan, Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) wilayah I Medan, Kadis Kehutanan Madina, BPN Madina, para camat, kepala desa […]

  • Kajari Madina Beberkan Sejumlah Kasus Korupsi yang Sedang di Tangani

    Kajari Madina Beberkan Sejumlah Kasus Korupsi yang Sedang di Tangani

    • calendar_month Sabtu, 22 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Kejari Mandailing Natal Novan Hadian SH di hari Bhakti Adhyaksa ke 63 tahun 2023 beberkan sejumlah kasus Tipikor yang sedang di tangani mulai dari penyelidikan, penyidikan sampai yang sudah dalam proses persidangan. Sabtu 22/7/2023. Novan mengatakan, ada penyelidikan 4 perkara dan 1 Penyidikan. Kemudian ada juga 3 perkara yang sudah […]

  • 13 Desa di Ulu Pungkut  Tolak Tanda Batas Hutan Lindung

    13 Desa di Ulu Pungkut Tolak Tanda Batas Hutan Lindung

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Sebanyak 13 di Kecamatan Ulupungkut, Mandailing Natal (Madina) menolak pembuatan tanda batas hutan lindung di kawasan itu yang dilakukan pihak Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah I (BPKH W-I) Sumut. Alasan penolakan karena pihak BPKH tidak melakukan koordinasi dengan masyarakat 13 desa dalam program pemancangan batas hutan lindung. Tapal batas yang […]

  • Harga Cabai Terjun Bebas

    Harga Cabai Terjun Bebas

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Petani cabai merah di Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tampaknya harus bersabar. Perkiraan bahwa harga cabai merah akan meroket menjelang bulan puasa, ternyata meleset. Harga cabai merah saat ini hanya Rp8.000 sampai Rp10.000 per kilogramnya. “Demi mengejar untung, kita sudah menanam cabai merah di atas lahan 1 ha […]

  • MTs Al-Halim Desa Sipogu Tampung Murid Miskin dan Yatim

    MTs Al-Halim Desa Sipogu Tampung Murid Miskin dan Yatim

    • calendar_month Minggu, 28 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) – MTs Al-Halim Desa Sipogu Kecamatan Batang Natal, Madina didirakan berdasar inisiatif Drs. H Abdul Halim Hasibuan, MA. Madrasah Tsanawiyah swasta ini berdiri pada 1 Juli 2013 lalu dan sampai saat ini Mts Al-Halim sudah memiliki 210 siswa-siswi yang belakangan ini anak-anak didiknya berasal dari keluarga miskin dan para anak […]

expand_less