Rabu, 18 Feb 2026
light_mode

Gaji guru SD di Madina disunat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Okt 2010
  • print Cetak

PANYABUNGAN
Gaji guru Sekolah Dasar di Kabupaten Mandailing Natal kembali dipotong oleh dinas terkait. Gaji dipotong sebesar Rp15 ribu, per orang. Pemotongan ini terjadi saat para guru mengambil gaji di Kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan di masing-masing kecamatan.

Beberapa guru yang ditemui di beberapa sekolah SD di Kecamatan Kotanopan mengaku kesal dengan pemotongan gaji ini. Mereka menilai Dinas Pendidikan Mandailing Natal yang menaungi mereka, semena-mena karena sering kali memotong hak mereka.

“Terus terang, kami merasa sangat keberatan pemotongan yang dilakukan Bendaharawan UPT. Sebelumnya intensif kami ditunda-tunda, sampai beberapa kali, kini gaji pokok kamipun ikut dipotong. Saya tidak izin dunia akhirat dengan semua pemotongan ini,” ungkap seorang guru yang enggan nama lengkapnya dicantumkan.

Ibu guru ini mengatakan, pemotongan ini tidak hanya berlangsung untuk guru yang sudah berstatus Pegawai Negeri Sipil, akan tetapi guru honor.

“Bayangkan berapalah jumlahnya gaji guru honor. Begitupun pihak dinas tetap tega melakukan pemotongan. Mau makan apa lagi mereka,” tambahnya.

Dia menduga, pemotongan gaji ini dilakukan karena pihak terkait tidak bisa memotong intensif guru yang diterima melalui rekening masing-masing guru.

“Biasanya intensif kami selalu dipotong. Namun kali ini ditransfer langsung ke rekening masing-masing. Karena tidak dapat melakukan pemotongan terhadap intensif itu, akhirnya gaji pokok kami yang dipotong” lanjutnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Mandailing Natal di Kotanopan, Halimah, membantah melakukan pemotongan terhadap gaji guru.

“Sampai saat ini, saya tidak tahu menahu dengan pemotongan gaji ini. Namun untuk jelasnya, tanyakan saja pada Bendahara. Tapi saat ini yang bersangkutan tidak masuk,” tutup Halimah.

Anggota Komisi A DPRD Madina, Rahmad Rizky Daulay mengatakan, jika pemotongan itu benar-benar terjadi, hal itu cukup kita sesalkan. ‘’Sebab gaji guru yang sudah sedikit masih dipotong lagi. Kita mengharapkan kepada kepala dinas agar mengecek kebenaran pemotongan itu,” ujarnya.
sumber:waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil Dinas Todong Akhirnya Dibawa Pulang ke Madina

    Mobil Dinas Todong Akhirnya Dibawa Pulang ke Madina

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Setelah diberitakan mobil dinasnya dibawa pergi ke Pulau Jawa berbulan-bulan, akhirnya mobil dinas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) asal Partai Demokrat Syafaruddin Anshari Nasution alias Todong cepat-cepat dibawa pulang ke Madina. “Benar mobil dinas milik Wakil Ketua DPRD Madina Syafaruddin Ansari Nasution sudah berada di DPRD Madina sekitar Senin (15/08/2011) malam,” kata […]

  • ATAS NAMA GALUNDUNG

    ATAS NAMA GALUNDUNG

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Ada banyak kata ternyata yang mati, zaman melupakannya. Tapi ada juga banyak kata yang kembali terpilih, karena zaman tak melupakannya. Sebutlah “galundung” sebuah idiom yang tiba-tiba meneror pola perhatian kita. Ia bukan sekedar alat pemecah batu. Kalau hanya itu, ia tidak akan lebih hebat dari palu, martil, “indalu” atau “batu panggilingan”, meskipun dalam konteks fungsi […]

  • Inilah 28 Pucuk Senjata Rakitan Yang Diserahkan Warga

    Inilah 28 Pucuk Senjata Rakitan Yang Diserahkan Warga

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Wakapolres Mandailing Natal Komisaris Polisi Haryatmoko didampingi Kasat Reskrim AKP S Siregar menunjukkan barang bukti 28 senjata rakitan dan 12 peluru timah, yang diserahkan masyarakat Desa Huta Tua, Kecamatan Panyabungan Timur kepada polisi, Selasa (20/09/2011) sore. (Beritasumut.com/MS Putra) Sumber : beritasumut.com

  • Nasib Driver Ojol Terpuruk dalam Genggaman Kapitalis

    Nasib Driver Ojol Terpuruk dalam Genggaman Kapitalis

    • calendar_month Selasa, 11 Apr 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Ibu dan pemerhati umat Siang malam berjuang di jalan untuk mengais rupiah yang kian hari kian susah. Driver ojol makin menderita nasibnya saat potongan besar yang dilakukan oleh aplikator berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Ibarat sapi perah, para driver ojol tersebut menjadi pelaksana teknis yang menghasilkan uang untuk disetorkan pada perusahaan aplikatornya. […]

  • Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (1)

    Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (1)

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Hari panen Lubuk Larangan adalah hari meriah. Orang-orang selalu berjibun ruah di sepanjang aliran sungai dan tepian sungai. Sejak pukul 6 hingga 7 pagi, ratusan sepeda motor akan menderu-deru di sepanjang jalan raya menuju desa yang memanen Lubuk Larangan. Sepeda motor-sepada motor itu dikendarai para penangkap ikan yang membawa […]

  • Mantan Sekretaris Panwaslu Medan Dituntut 18 Bulan

    Mantan Sekretaris Panwaslu Medan Dituntut 18 Bulan

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Mantan Sekretaris Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Medan Fairuddin Madjrul, dituntut 18 bulan penjara denda Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum Durpa Rajagukguk SH dalam sidang lanjutan kasus korupsi penyalahgunaan dana operasional dan honor Panwascam dan PPL se Kota Medan di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (09/02/2010). Jaksa dalam tuntutannya […]

expand_less