Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

Galakkan Reboisasi, Tanam Pohon di jalan-jalan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
  • print Cetak


MADINA- Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Gadis bekerja sama dengan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) dan sejumlah organisasi lingkungan lainnya, melakukan program reboisasi lahan. Penanaman pohon dilakukan di ruas kiri dan kanan jalan di Kelurahan Dalan Lidang dan Jalan Lintas Timur, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Penanaman pohon dimulai dari Jalinsum Kelurahan Dalan Lidang atau di sekitar kantor TNBG oleh Pj Bupati Madina Ir H Aspan Sofian Batubara MM melalui Plt Sekdakab Madina, Gozali Pulungan SH MM yang dihadiri oleh unsur Muspika Panyabungan, sejumlah kepala desa dan lurah dan beberapa organisasi konservasi lingkungan di Madina dan juga Kepala TNBG, Kuswaya.

Ketua panitia reboisasi sekaligus Ketua Forum DAS Batang Gadis, Awaluddin Pulungan didampingi Sekretaris, Ir Syahrul Nasution dalam laporannya menyampaikan, tujuan kegiatan adalah melakukan rehabilitasi lahan dengan penanaman jenis kayu dan tanaman buah di kawasan DAS Batang Gadis, juga untuk membangun gerakan masyarakat guna meningkatkan kapasitas dalam mengelola sumber daya alam, dan berkesinambungan antara masyarakat desa, dan stake holder terkait.

Awaluddin juga menyebutkan bahwa reboisasi penanaman pohon juga dilakukan di sepanjang Jalan Lidang dan Jalan Lintas Timur. Diperkirakan sepanjang 8 kilometer yang dilakukan secara berkala dan berkelanjutan mulai dari tahun 2010 hingga tahun 2015 nantinya. Bibit yang akan ditanam dan dibagi kepada masyarakat melalui kepala desa dan lurah lebih kurang 4 ribu batang dengan jenis bibit tanaman mahoni, manggis, durian, petai dan mangga.

Plt Sekdakab Madina, Gozali Pulungan mengatakan, bahwa acara yang diprogramkan tersebut merupakan langkah tepat dalam melestarikan iklim dalam menghadapi pemanasan gelobal (global warming) . Dia berharap, kegiatan seperti itu supaya berjalan terus-menerus sehingga alam lestari untuk anak cucu dapat diwujudkan.

“Dan yang terpenting adalah gerakan tanam pohon kita yakini mampu meyelamatkan keutuhan dan iklim di Batang Gadis dan sekitarnya,” sebut Gozali Pulungan.

Pada kesempatan itu, Kepala TNBG, Kuswaya menyampaikan apresiasi terhadap Forum DAS Batang Gadis yang eksis memantau dan memelihara lingkungan di wilayah Kabupaten Madina.

“Kami berharap semua pihak dapat membantu dan menjaga keseimbangan alam karena menjaga itu adalah kewajiban dan tanggung jawab semua pihak bukan hanya terpatri pada satu golongan saja,” ujar Kuswaya. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemain Judi Dadu Ditangkap Polisi

    Pemain Judi Dadu Ditangkap Polisi

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim Opsnal Satreskrim Polres Mandailing Natal menangkap lima orang pelaku perjudian jenis dadu di Desa Lumban Dolok Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Senin, (27/6). Kelima orang tersangka tersebut adalah, SP (31 tahun), AAP (36 tahun), EN (31 Tahun), JN (21 Tahun) dan HN (45 Tahun). Mereka tertangkap tangan oleh polisi saat […]

  • Penyanyi Amerika Ini Masuk Islam Saat Belajar Bahasa Arab di Maroko

    Penyanyi Amerika Ini Masuk Islam Saat Belajar Bahasa Arab di Maroko

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    RABAT – Penyanyi asal Amerika, Jennifer Grout dilaporkan telah memeluk Islam saat tinggal di Maroko untuk belajar Bahasa Arab. Hal tersebut terungkap lewat sebuah video yang diunggah ke laman Youtube pada Ahad (5/1). Dalam video yang tidak dapat diverifikasi dari sumber lain itu, Grout muncul bersama seorang pemuda yang diduga merupkaan tunangannya dan seorang pria […]

  • Pelestarian Warisan Budaya Mandailing (2)

    Pelestarian Warisan Budaya Mandailing (2)

    • calendar_month Sabtu, 11 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Z. Pangaduan Lubis (in memoriam) Sistem Religi Masuknya penjajahan atau pemeritahan kolonial Belanda ke Mandailing terjadi pada waktu Belanda sedang berperang dengan Kaum Paderi di Minangkabau pada 1830-an. Sebelum Belanda masuk ke Mandailing, beberapa tahun lamanya Kaum Paderi sudah lebih dahulu menguasai Mandailing. Salah satu tujuan penting dari Kaum Paderi menguasai Mandailing ialah […]

  • Tokoh Masyarakat Pilih Saipullah untuk Lanjutkan Pembangunan Pantai Barat

    Tokoh Masyarakat Pilih Saipullah untuk Lanjutkan Pembangunan Pantai Barat

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Tokoh masyarakat di wilayah pantai barat Mandailing Natal (Madina) menilai Saipullah Nasution sebagai sosok yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan di kabupaten paling selatan Sumatera Utara ini. Mereka yakin Saipullah sebagai birokrat yang bakal mampu melanjutkan pembangunan Madina, khususnya di wilayah pantai barat. “Pak Saipullah itu birokrat senior di pemerintahan pusat. Pernah […]

  • “Vaksinasi” Ideologi Juga Penting di Era Covid-19

    “Vaksinasi” Ideologi Juga Penting di Era Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 9 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pandemi virus Corona (covid-19) berpotensi memicu kebangkitan ideologi radikal. Hal tersebut sampaikan oleh Moechtar Nasution, Sekretaris Dewan Pakar MPC PP Madina dalam sesi tanya jawab saat talk show “Refleksi G30S/PKI ; Membumikan Nilai-nilai Pancasila, Merajut Kolektifitas, Membangun Solidaritas Ditengah Pandemi Covid-19” Talk show ini dilaksanakan Pemuda Pancasila Kabupaten Mandailing Natal, di […]

  • Usia dan Syarat Pejabat Politik

    Usia dan Syarat Pejabat Politik

    • calendar_month Rabu, 1 Nov 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dr.M. Daud Batubara, MSi Namanya Bangsa Mandailing, yang sejak dulu memang dikenal kritis terhadap penyelenggaraan negara. Jiwa kritis ini menunjukkan pula gambaran mereka peduli terhadap gejala-gejala sosial. Saat komunikasi dengan dunia luar di masa lalu, masih dengan “pengelana” (orang pembawa berita atau cerita) bangsa ini juga sudah kepo dengan dunia luar, tentu pokok bahasan […]

expand_less