Senin, 16 Mar 2026
light_mode

Guru bukan lagi panggilan jiwa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
  • print Cetak

MEDAN, (MO) – Guru di Sumatera Utara masih banyak yang menjadikan prefesi gurunya hanya sebagai pekerjaan biasa yang tidak berdasarkan panggilan jiwa untuk memberikan pengetahuan kepada siswa.

“Menurut saya masih banyak guru di Sumut bukan berdasarkan panggilan jiwa,” kata Rektor UISU kampus Al-Munawwarah, Zulkarnain Lubis kepada Wasada Online, hari ini.

Dia menilai guru yang mengajar bukan berdasarkan panggilan jiwa akan memberikan pelajaran kepada siswanya biasa saja. Selain itu, kebanyakan guru tersebut tidak akan mempelajari tugas yang diserahkan kepadanya. Akibatnya apa yang dilakukan guru tersebut hanya berdasarkan arahan yang disampaikan. Namun, Zulkarnain mengatakan sejauh ini kualitas guru di Sumut sudah mencukupi.

Kondisi guru sekarang ini sangat memprihatinkan. Mengingat banyaknya beban yang harus dipikul para guru dalam menjalankan tugasnya. “Guru sekarang ini dibebankan dengan kurikulum, target dan administrasi. Hal ini membuat para guru kelamaan dalam merancang,” kata Zulkarnain

Zulkarnain menilai dengan banyaknya bebannya yang dialami guru akan membuat guru tidak bebas dalam menyampaikan pelajaran kepada siswanya. “Terlalu banyak aturan akan membuat guru tidak kreatif dalam mengekspresikan dirinya dalam menyampaikan pelajarannya,” tegasnya.

Untuk itu, pemerintah harus memberikan kebebasan pada guru untuk mengeksperesikan caranya dalam memberikan pelajaran kepada siswanya. Dia menambahkan kalau aturan terus yang ditemia guru akan membuat pendidikan seperti bangunan yang kuat di luar tapi tidak kokoh di dalam.

Guru yang berkualitas, sambungnya, tidak pernah merasa puas dengan pengetahuan yang dimilikinya dan akan terus belajar tentang hal-hal yang berkembang sehingga memberikan pengetahuan kepada siswanya tidak monoton. “Guru harus banyak belajar terus untuk mengambangkan pengetahuannya,” kata Zulkarnain lebih lanjut.

Zulkarnain menilai seorang guru yang mudah puas dengan pengetahuannya dan tidak mau mengembangkan ilmunya tersebut akan membuat guru tersebut ketinggalan dalam memberikan pelajaran terhadap muridnya. “Kalau guru yang tidak mengasah pengetahuannya maka akan ketinggalan dengan sendirinya,” tambahnya.

Untuk itu, dia berharap kepada guru yang ada di Sumut untuk terus mengasah pengetahuannya dan harus terus belajar, jangan mudah puas.

Anggota Komisi E DPRD Sumut, Parluhutan Siregar menilai pemberian cenderamata oleh siswa kepada gurunya pada Hari Guru merupakan hal yang wajar mengingat guru honor yang belum sejahtera saat ini.

“Wajar saja murid melakukan pemberian kepada guru. Akan tetapi jangan ada pemaksaan dalam pemberian tersebut,” kata Parluhutan Siregar kepada Waspada Online, hari ini.

Politisi PAN ini, menilai seorang guru yang berharga menerima pemberian dari muridnya karena selama ini mereka tidak bisa mengharapkan pemberian dari negara. “Kalau guru mengharap pemberian dari negara tidak bakal ada. Karena negara sudah tidak peduli dengan pendidikan,” kata Parluhutan yang sudah menjalani prefesi guru selama 27 tahun.

Dia menambahkan, kalau kondisi guru sangat memperihatinkan saat ini terlihat dengan perhatian Pemerintah yang tidak ada. “Undang-undang sudah mengatur kalau 20% dari APBD dianggarkan ke pendidikan. Namun, nyatanya itu hanya omongan saja,” tegasnya.

Sejauh ini, gaji seorang guru honor masih ada yang Rp400.000 perbulan. Hal ini membuktikan kalau pendidikan belum menjadi proritas pemerintah. Sementara itu, pendidikan sangat penting untuk memajukan negara karena negara yang maju adalah negara yang memperehatikan gurunya.(wasp)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Penjelasan Atika Tentang Lingkup Tugas Tim Investigasi PLTP

    Ini Penjelasan Atika Tentang Lingkup Tugas Tim Investigasi PLTP

    • calendar_month Rabu, 5 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga kini masih banyak masyarakat Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara yang belum memahami lingkup tugas Tim Investigasi Daerah yang melakukan investigasi pasca peristiwa dugaan paparan zat beracun di lokasi PT SMGP 6 Maret 2022. Akibanya muncul simpang siur penilaian masyarakat terhadap kinerja Tim Investigasi Daerah yang dibentuk Pemkab Madina dan […]

  • Tingkatkan SDM, Bupati Madina Salurkan Bansos untuk Mahasiswa

    Tingkatkan SDM, Bupati Madina Salurkan Bansos untuk Mahasiswa

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Peningkatan sumber daya manusi (SDM) sangat dibutuhkan dalam membangun satu daerah. Pemerintah sebagai fasilitator harus bisa membangun infrastruktur peningkatan SDM. Salah satunya kelanjutan pendidikan masyarakatnya. Dalam rangka peningkatan SDM di Mandailing Natal (Madina), Bupati Madina H. M. Ja’far Sukhairi Nasution pada Selasa (19/10) menyalurkan bantuan sosial kepada 50 mahasiswa kurang mampu-berprestasi-yang […]

  • MMI Kembali Desak Hulman Sitorus Dilengserkan

    MMI Kembali Desak Hulman Sitorus Dilengserkan

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PEMATANGSIANTAR : Majelis Muslimin Indonesia (MMI) kembali mendesak Hulman Sitorus dilengserkan dari jabatannya sebagai Wali Kota Pematangsiantar periode 2010-2015, karena diduga memilik ijazah palsu. Desakan ini disampaikan ratusan massa MMI saat melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Kota Pematangsiantar Jalan H Adam Malik, Senin 14 Februari 2011. Kedatangan massa ini dengan membawa spanduk dan […]

  • Dua Pejabat PU Madina Ditangkap

    Dua Pejabat PU Madina Ditangkap

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Dua pejabat Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ditangkap Polres Madina, Rabu petang (20/5). Kedua pejabat yang ditangkap itu masing-masing SF dan ZN. Keduanya diduga melakuan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan gedung dan aula sekretariat daerah Madina Tahun Anggaran 2012. Kapolres Madina AKBP Andry Setiawan, melalui kasat Reskrim […]

  • Pulau Unggeh

    Pulau Unggeh

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pulau unggeh di Kecamatan Natal Kabupaten mandailing natal Propinsi Sumatera Utara

  • Mobil Terseret Kereta Api 150 Meter, Dua Tewas

    Mobil Terseret Kereta Api 150 Meter, Dua Tewas

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM- Kecelakaan di perlintasan kereta api (KA) kembali terjadi. Minggu (13/3), KA Kelas Eksekutif Sei Bilah menyeruduk kijang kapsul warna hitam mengenakan nopol dinas (warna merah) BB 158 F, di Desa Tumpatan Pasar Sore Kecamatan Beringin, sekitar pukul 15.30 WIB. Akibat peritiswa ini pengemudi mobil Ali Usman (53) warga Desa Kampung Sepiah, Kota Padang […]

expand_less