Home / Seputar Madina / Guru SD Dibantai 11 Liang

Guru SD Dibantai 11 Liang


Panyabungan, Seorang Guru Sekolah Dasar ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya, Desa Bandar Panjang, Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Mandailing Natal, Senin (13/12/2010) pagi.

Korban yang bernama Eliza (49) diduga merupakan korban korban perampokan disertai pembunuhan karena di sekujur tubuh korban ditemukan 11 luka tusukan dan kepala pecah.

Mayat korban ditemukan masyarakat diduga setelah dua hari dibunuh karena kondisinya sudah mulai rusak serta membengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Berdasarkan saksi mata Aprizal, korban baru diketahui meninggal setelah sejumlah guru disekolahnya curiga karena sejak Sabtu korban tidak masuk sekolah.

Merasa curiga, sejumlah guru mencoba mendatangi korban kerumahnya yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari Sekolah.

Saat tiba di rumah korban, para guru menemukan rumah Korban dalam keadaan terkunci dan tercium bau busuk. Saksi mata mencoba mengintip dari ventilasi rumah dan menemukan korban sudah terkapar di lantai.

Setelah melihat korban terkapar di lantai Aprizal bersama guru lainnya dan warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Muara Sipongi.

Saat dikonfirmasi pihak kepolisian membenarkan kejadian pembunuhan ini. Kepolisian langsung turun ke TKP setelah mendapat laporan dari masyarakat sekaligus melakukan olah TKP.

Duga sementara korban adalah korban perampokan yang disertai pembunuhan karena ditemukan luka di sekujur tubuh serta tempat barang berharga korban ditemukan di kamar mandi seperti tas tangan dompet dan beberapa dokumen lainnya.

Dari keterangan diperoleh pihak kepolisian, barang korban yang hilang seperti cincin, handphone dan uang. Hal ini diperkuat pengakuan kepala sekolah yang menyebutkan korban baru menerima uang sertifikasi guru berjumlah belasan juta rupiah.

Polisi sudah mengamankan barang-barang yang bisa dijadikan barang bukti seperti batu tempat penggilingan cabe yang diduga digunakan pelaku untuk memukul korban.

Setelah selesai divisum, mayat korban langsung dimandikan warga. Rencananya mayat korban akan dibawa ke tempat saudaranya di Medan, karena keluarga korban berada di Medan.

Selama ini korban tinggal sendirian di rumah dinas sekolah karena korban merupakan janda. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

Comments

Komentar Anda

%d blogger menyukai ini: