Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

IAIN Sumut Berubah Jadi UIN

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 9 Nov 2010
  • print Cetak


Medan. Setelah menunggu lama, akhirnya Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara (IAIN SU) Medan dipastikan berubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) pada tahun 2011. Proses pengajuan sudah memasuki tahap pemberkasan dan tinggal menunggu disahkan.
Hal itu ditegaskan Rektor IAIN SU Prof Dr Nur A Fadhil Lubis MA kepada wartawan di Medan, Senin (8/11). “Pada 2011, giliran IAIN Sumut dan Surabaya yang akan berubah jadi UIN,” katanya.

Dikatakan Fadhil, tentang lamanya proses perubahan terebut, padahal usulannya sudah lama disampaikan, dikarenakan Islamic Development Bank (IDB) yang menjadi penyalur anggaran hanya bisa membantu dua perguruan tinggi dalam satu tahun.

Anggaran yang dicairkan pada 2011 mencapai US$ 350 juta untuk perubahan IAIN menjad UIN.

Dijelaskannya, dalam master plan, akan ada nantinya empat lokasi UIN di Sumut. Yakni terletak di Tuntungan yang nantinya untuk aktivitas perkuliahan S-1, Helvetia untuk S-2 dan perumahan dosen, Jalan Pancing untuk perkantoran dan biro rektor (sekarang-red), dan Jalan Sutomo untuk S-3 beserta penelitian. “Pada 2011 nanti final soal master plan, bukan awal pembangunannya,” katanya.

Dia berharap, tidak akan ada lagi masalah yang akan dihadapi untuk mensahkan master plan itu. Dengan demikian, proses pembangunan juga akan semakin cepat.

Ditanya tentang perbedaan IAIN dan UIN, Fadhil menjelaskan, pada saat ini sebagai institusi, IAIN hanya melakukan program pengkajian di bidang ke-Islaman semata. Sementara, setelah menjadi universitas, program kajiannya akan semakin luas, seperti umumnya universitas, ada masalah kedokteran, akutansi, pendidikan dan sebagainya.

“Namun saat ini kita belum bisa pastikan, program studi apa saja yang nantinya akan dibuka di UIN,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Aliansi Mahasiswa IAIN Sumatera Utara (AMPIDSU), Danu mengatakan agar pihak rektorat segera memperjelas status IAIN ini. Pasalnya, sudah terlalu lama mahasiswa menunggu. Mahasiswa juga berharap agar transparansi dana juga dilakukan oleh pihak birokrat.

“Gedung serta fasilitasnya diharapkan lebih baik dari yang sekarang. Yang saat ini, peralatan seperti komputernya dan programnya saja sudah ketinggalan,” tegasnya. (ramitaharja)
Sumber : Medan Bisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peduli Lingkungan, PMII Madina Tanam Pohon Mangrove

    Peduli Lingkungan, PMII Madina Tanam Pohon Mangrove

    • calendar_month Minggu, 13 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Dalam rangka menjaga kelestarian alam dan peduli lingkungan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan giat rehabilitasi tanaman mangrove di Desa Kunkun, Kecamatan Natal, Minggu (13/3). Giat ini merupakan kerja sama dengan beberapa stakeholder seperti Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis, Kepala Dinas PMD Parlin Lubis, Kepala Dinas Pariwisata […]

  • Apa yang Diharapkan dari Kedatangan Presiden Jokowi ke Madina? (bagian 2)

    Apa yang Diharapkan dari Kedatangan Presiden Jokowi ke Madina? (bagian 2)

    • calendar_month Senin, 20 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

                        Untuk itu kita berharap kepada Gubernur Sumatera Utara agar berani melakukan langkah radikal dalam mewujudkan jalur-jalur jalan tol di dua kawasan itu. Kebijakan yang selama ini dilakukan oleh para gubernur maupun bupati/walikota di kawasan ini masih di berkelas kebijakan klasik bernilai keberanian rendah dan kekuatan […]

  • Menpan: Kita Sibuk Baku Hujat, Investor Lari

    Menpan: Kita Sibuk Baku Hujat, Investor Lari

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    “Akhir-akhir ini kita sibuk saling menghujat padahal momentum ini bisa kita manfaatkan.” Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar mengritik kecenderungan media yang mempertontonkan hujatan demi hujatan. Azwar menyayangkan banyak pihak yang berusaha membuat negara tidak kondusif sehingga menyebabkan banyak investor mundur. “Akhir-akhir ini kita sibuk saling menghujat padahal momentum ini bisa kita […]

  • Mahir Berbahasa Inggris di usia SD, FKP Kunjungi Hamzah Nasution

    Mahir Berbahasa Inggris di usia SD, FKP Kunjungi Hamzah Nasution

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MALINTANG (Mandailing Online) – Forum Komunikasi Pendidik (FKP) Mandailing Natal (Madina) mengunjungi Imam Hamzah Nasution murid SD Negeri 052 Malintang di rumah Tuo-nya, Desa Malintang, Senin (27/11/2023). Imam Hamzah sudah mampu berbahasa Inggris, dipelajarinya secara autodidak. Kunjungan dan penyerahan bingkisan ini dilakukan FKP dalam rangka Hari Jadi PGRI ke 78 tanggal 25 November 2023. Atas […]

  • Fakhrizal Efendi Nasution : Naposo Bulung Adalah Pagar Desa

    Fakhrizal Efendi Nasution : Naposo Bulung Adalah Pagar Desa

    • calendar_month Senin, 13 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Anggota DPRD Sumut, H. Fakhrizal Efendi Nasution menyatakan bahwa Naposo Bulung merupakan pagar desa yang sangat potensial dalam pranata sosoal. Itu dikatakan Fakhrizal dalam pidato sambutannya di pelantikan Naposo Nauli Bulung Kelurahan Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal, Minggu (12/8/2018). Politisi dari Partai Hanura ini diundang tokoh masyarakat menghadiri […]

  • Desa Aek Nabara Panyabungan Timur jadi DPT Terkecil, Sipolu Polu Terbesar di Pilkada Madina

    Desa Aek Nabara Panyabungan Timur jadi DPT Terkecil, Sipolu Polu Terbesar di Pilkada Madina

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dari data Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ). Desa Aek Nabara di Kecamatan Panyabungan Timur menjadi desa paling sedikit daftar pemilih tetap ( DPT ) pada Pilkada tahun 2024 ini. Tercatat hanya 39 pemilih saja. Sementara untuk Kelurahan, daftar pemilih terbanyak ada di Kelurahan Sipolu […]

expand_less