Home / Berita Sumut / IAIN Sumut Berubah Jadi UIN

IAIN Sumut Berubah Jadi UIN


Medan. Setelah menunggu lama, akhirnya Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara (IAIN SU) Medan dipastikan berubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) pada tahun 2011. Proses pengajuan sudah memasuki tahap pemberkasan dan tinggal menunggu disahkan.
Hal itu ditegaskan Rektor IAIN SU Prof Dr Nur A Fadhil Lubis MA kepada wartawan di Medan, Senin (8/11). “Pada 2011, giliran IAIN Sumut dan Surabaya yang akan berubah jadi UIN,” katanya.

Dikatakan Fadhil, tentang lamanya proses perubahan terebut, padahal usulannya sudah lama disampaikan, dikarenakan Islamic Development Bank (IDB) yang menjadi penyalur anggaran hanya bisa membantu dua perguruan tinggi dalam satu tahun.

Anggaran yang dicairkan pada 2011 mencapai US$ 350 juta untuk perubahan IAIN menjad UIN.

Dijelaskannya, dalam master plan, akan ada nantinya empat lokasi UIN di Sumut. Yakni terletak di Tuntungan yang nantinya untuk aktivitas perkuliahan S-1, Helvetia untuk S-2 dan perumahan dosen, Jalan Pancing untuk perkantoran dan biro rektor (sekarang-red), dan Jalan Sutomo untuk S-3 beserta penelitian. “Pada 2011 nanti final soal master plan, bukan awal pembangunannya,” katanya.

Dia berharap, tidak akan ada lagi masalah yang akan dihadapi untuk mensahkan master plan itu. Dengan demikian, proses pembangunan juga akan semakin cepat.

Ditanya tentang perbedaan IAIN dan UIN, Fadhil menjelaskan, pada saat ini sebagai institusi, IAIN hanya melakukan program pengkajian di bidang ke-Islaman semata. Sementara, setelah menjadi universitas, program kajiannya akan semakin luas, seperti umumnya universitas, ada masalah kedokteran, akutansi, pendidikan dan sebagainya.

“Namun saat ini kita belum bisa pastikan, program studi apa saja yang nantinya akan dibuka di UIN,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Aliansi Mahasiswa IAIN Sumatera Utara (AMPIDSU), Danu mengatakan agar pihak rektorat segera memperjelas status IAIN ini. Pasalnya, sudah terlalu lama mahasiswa menunggu. Mahasiswa juga berharap agar transparansi dana juga dilakukan oleh pihak birokrat.

“Gedung serta fasilitasnya diharapkan lebih baik dari yang sekarang. Yang saat ini, peralatan seperti komputernya dan programnya saja sudah ketinggalan,” tegasnya. (ramitaharja)
Sumber : Medan Bisnis

Comments

Komentar Anda

%d blogger menyukai ini: