Home / Berita Nasional / Ical Mengaku Didatangi Banyak Tokoh

Ical Mengaku Didatangi Banyak Tokoh

Untuk Melamar Jadi Cawapres

JAKARTA (Mandailing Online) – Calon presiden yang juga Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie, tampaknya, masih menutup rapat-rapat sosok calon wakil presiden Partai Golkar. Ical -sapaan akrab Aburizal Bakrie- tidak risau dengan sosok cawapres. Alasannya, para tokoh yang akan menjadi pendamping dirinya dalam pemilu presiden itu sudah datang dengan sendirinya.

“Saya tidak mau sebut nama, tapi semua sudah datang ke rumah saya,” ujar Ical saat berkunjung ke redaksi Rakyat Merdeka, gedung Graha Pena Jakarta, Selasa (29/10).

Ical menyatakan, tidak etis menyebut nama-nama tokoh yang pernah mendatangi dirinya terkait posisi cawapres. Menurut dia, sosok cawapres bukanlah sekadar populer di mata publik. “Kalau cari partner hanya untuk cari menang, tapi tidak bisa menjalankan pemerintah, tidak usah jadi presiden,” ujarnya.

Ical menilai, penentuan cawapres juga terlalu dini diputuskan, sebelum hasil Pemilu Legislatif 2014 muncul. Dari posisi itu akan terlihat posisi Partai Golkar dan seberapa jauh kemampuan partai berlambang beringin maju dalam ajang pilpres.

“Kalau Partai Golkar dapat 25 persen, tentu cawapres bisa diusung sendiri. Seperti (Presiden) SBY di 2009, lainnya hanya pendukung,” ujarnya.

Terkait suara-suara evaluasi pencapresan dirinya, Ical juga memiliki pandangan lain. Dia menilai seruan untuk evaluasi yang selama ini bergaung dari dalam partai itu bukan berarti menolak pencapresan dirinya.

“Evaluasinya adalah bagaimana memenangi capres. Tidak ada satu pun di DPD I dan II yang meminta pembatalan pencapresan. Di survei internal Golkar, ARB ini yang paling kuat dan jaraknya jauh dengan yang lain. Isu evaluasi jadi besar karena pers saja,” terangnya.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham di tempat yang sama menegaskan, saat penetapan Ical sebagai capres tunggal, surat persetujuan secara tertulis datang dari seluruh pengurus DPD I dan II. Hal itu didahului dengan survei internal yang tepercaya.

“Dua keputusan rapimnas saat itu adalah penetapan Ical sebagai capres. Kedua, pemberian mandat kepada capres tunggal itu untuk menentukan cawapres yang akan mendampinginya,” tegas Idrus. (JPNN)

Comments

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: