Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

Intel Melayu, Belajarlah Kepada Zulkifli Lubis Muda (bagian 2-selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Feb 2017
  • print Cetak

Zulkifli Lubis

Zulkifli Lubis tak punya gelar segambreng macam Ph.D., atau master dari kampus-kampus bergengsi. Kuliah di sebuah kampus saja tidak pernah. Pendidikan SMA-nya pun tak jelas, kerena Perang Pasifik telah menutup sekolah pemuda cerdas ini. Dia menghabiskan masa mudanya di zaman Jepang untuk belajar jadi intel militer dan tak melanjutkan SMA-nya.

"Sejak awal 1943 ia juga menjadi salah seorang pemuda Indonesia pertama yang terpilih sebagai taruna yang tergabung dalam PETA (baca: Tentara Sukarela Pembela Tanah Air). Di PETA, Lubis berkenalan dengan untuk pertama kalinya dengan dasar-dasar intelijen. Di Tangerang, yang terletak sedikit di luar kota Jakarta, Tentara Jepang mendirikan versi lokal sekolah intelijen militer Nakano Gakko yang terkenal itu,” tulis Ken Conboy.

Pertengahan 1944, Lubis dikirim ke Singapura. Di sana ia belajar lebih banyak dan lebih intensif lagi soal intelijen. Seorang perwira Jepang kerap bercerita padanya bagaimana aksi intelijen Perancis menaklukan Indocina.

Ken Conboy menulis bagaimana penampilan Zulkifli Lubis: “Perawakan Zulkifli Lubis sama sekali tak ada potongan sebagai Spymaster (Kepala Badan Intelijen) pertama Indonesia…Lubis yang berkacamata tidak menyukai olahraga semasa mudanya. Bahkan kulitnya mulus seputih pualam, serta suaranya juga lembut seperti wanita.”

Lubis terkesan menyembunyikan kejantanannya. Kesan-kesan yang ditulis Ken Conboy itu mengindikasikan jika Zulkifli Lubis jauh dari kesan sebagai "intel melayu": sebuah sindiran di dunia intelijen yang meremehkan orang-orang berbadan tegap, membawa pistol dan handy talky, memakai jaket berwarna gelap dan kerap mengaku intel dan banyak bertanya layaknya reserse kepolisian. Intel-intel macam ini biasanya adalah anggota militer (TNI) atau polisi yang ditempatkan dalam seksi intelijen di kesatuan mereka. Ketika menyamar pun publik akan mudah mengenali jika mereka adalah aparat.

Soal intel melayu, Kepala BIN yang saat itu dijabat Sutiyoso pernah memecat seseorang yang mengunggah surat tugasnya sebagai anggota BIN. Dalam dunia intelijen, sebetulnya sangatlah tidak pantas seorang intel mengaku diri ke publik jika dirinya adalah intel. Bahkan, satuan tugas di bawah komando Kopassus di Papua yang sering berkeliaran di sekitar Papua dengan pakaian preman pun tak mau mengaku intel meski keberadaan satgas intel di Papua itu adalah bagian dari operasi intelijen terbuka. Soal keintelen mereka, mereka lebih memilih cukup hanya dirinya, komandannya dan Tuhan saja yang tahu dirinya adalah intel. (dikopy dari tirto.id/ Petrik Matanasi)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Plt Gubernur Ajukan Tiga Calon Sekda Sumut yang Baru

    Plt Gubernur Ajukan Tiga Calon Sekda Sumut yang Baru

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Penetapan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut yang telah diajukan sebelumnya yaitu Syafaruddin, Aspan Batubara, dan Syaiful Safri terpaksa tertunda karena tidak bisa diterima sepenuhnya oleh Plt Gubsu Gatot Pudjo Nugroho. Bahkan,sudah masuk usulan tiga nama baru calon Sekda Sumut ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),masing-masing Kepala Inspektorat Sumut Nurdin Lubis, Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Mangasing […]

  • Kebijakan Tahan Bayi Oleh RSU Panyabungan, Menuai Sorotan

    Kebijakan Tahan Bayi Oleh RSU Panyabungan, Menuai Sorotan

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sikap RSU Panyabungan yang menahan bayi dan ibunya gara-gara tak punya uang Rp. 300.000 biaya persalinan, mendapat rekasi dari partai politik. Ketua PDI Perjuangan Madina, Iskandar Hasibuan kepada Mandailing Online, Kamis (18/2) menyayangkan kebijakan manajemen RSU Panyabungan yang notabene rumah sakit milik pemerintah kabupaten Mandailing Natal (Madina). “Jika benar gara-gara 300.000 […]

  • Warga 6 Kecamatan Mengeluh, Pelayanan Publik Madina Tak maksimal

    Warga 6 Kecamatan Mengeluh, Pelayanan Publik Madina Tak maksimal

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Setidaknya banyak keluhan yang dilontarkan pemerintah dan warga dari enam kecamatan di wilayah Mandailing Julu kepada anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) asal daerah pemilihan (dapil) II yang memusatkan kegiatan resesnya di aula kantor Camat Puncak Sorik Marapi. Lima anggota dewan asal dapil II itu, M Jafar Rangkuti (Partai Golkar), Samsul Anwar Lubis […]

  • Pesan untuk Keluarga Muslim

    Pesan untuk Keluarga Muslim

    • calendar_month Jumat, 27 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” “Belajar yang rajin ya, nak. Kelak besar kamu jadi orang pintar dan dapat pekerjaan yang baik, sehingga hidupmu tidak menyusahkan orang lain,” demikian sebagian orang tua memberikan nasehat dan  motivasi kepada putra-putrinya. Memang tidak bisa dipungkiri, kebanyakan […]

  • Pengusaha di By Pass Tak Punya SITU

    Pengusaha di By Pass Tak Punya SITU

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN- Pemko Psp mengimbau dan meminta pengusaha di sepanjang jalan baru Jalan By Pass di Kecamatan Psp Batunadua dan Psp Tenggara untuk mengurus surat tempat izin usaha (SITU). Imbauan ini adalah keharusan agar seluruh pedagang ditata. Sekretaris Daerah (Sekda) Psp, Sarmadan Hasibuan SH MM kepada METRO, Jumat (10/2) menuturkan, untuk penataan usaha tenda biru di […]

  • Dengan Semangat HUT Madina Ke 15 Mari Kita Lanjutkan Pembangunan Untuk Kesejahteraan Rakyat

    Dengan Semangat HUT Madina Ke 15 Mari Kita Lanjutkan Pembangunan Untuk Kesejahteraan Rakyat

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Oleh : Maradotang Pulungan Salah satu upaya untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat adalah dengan cara meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sebagai sasaran utama strategi pembangunan, laju pertumbuhan ekonomi merupakan hal penting yang selalu dikedepankan oleh pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. Pencapaian pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan tujuan utama, mengingat Mandailing Natal sebagai Kabupaten yang berkembang, pertumbuhan ekonomi merupakan hal […]

expand_less