Rabu, 18 Mar 2026
light_mode

Irigasi Sering Rusak, Belasan Petani Gagal Panen

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 27 Apr 2016
  • print Cetak
Rumpun padi di Desa Muara Siambak sedikit menghasilkan bulir akibat kerusakan irigasi

Rumpun padi di Desa Muara Siambak sedikit menghasilkan bulir akibat kerusakan irigasi

KOTANOPAN (Mandailing Online) – Irigasi sering rusak, belasan petani di Desa Muara Siambak, Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal gagal panen.

tepatnya di desa Muara Siambak dan Muara Pungkut Kab. Mandailing Natal gagal Panen. Kondisi ini tentunya membuat petani pasrah di tengah himpitan ekonomi saat ini.

Informasi yang di himpun dari sejumlah petani, irigasi bondar Bariba Tamiang  yang berhulu di Kelurahan Tamiang sejak mulai masa tanam selalu rusak dihantam arus sungai Batang Gadis jika meluap.

“Irigasinya rusak, bayangkan saja sejak padi ini ditanam tiga bulan lalu, baru satu kali dapat air, setelah itu tidak pernah lagi,” ungkap Husin Lubis seorang oetani di Desa Muara Siambak, kemarin.

Akibatnya kondisi padi tidak dapat berkembang. Tinggi tanaman padi hanya sekitar 30 cm, sedangkan bulir padi tidak ada yang muncul. Padahal, biaya yang dikeluarkan para petani untuk membantu perbaikan irigasi dengan cara gotong royong mencapai Rp. 600 ribu per petani. Namun kerusakan hulu irigasi selalu terjadi jika Batang Gadis meluap.

“Kalau irigasi ini bagus, biasanya pendapatan kami mencapi 70 kaleng setiap panen. Namun panen kali ini pendapatannya hanya 5 kaleng (1 kaleng setara dengan sekitar 12 Kg gabah). Jadi ini murni gagal panen akibat ketiadaan air”, ujarnya.

Hasil panen 5 kaleng ini tentunya tidak mampu lagi menutupi biaya perbaikan irigasi yang telah dikeluarkan. Konon pula menutubi biaya produksi sawah, untuk kebutuhan rumah tangga pun tak terharapkan. Belum lagi untuk biaya sewa tanah areal persawahan kepada si pemilik.

“Padahal, panen ini satu-satunya harapan kita untuk stok belanja satu panen kedepan dan untuk biaya menyekolah anak-anak,”tambah Husin.

Hal yang sama juga dialami petani Asrul Sani Lubis. Diungkapkannya, hasil panennya biasanya mencapai 200 kaleng, tetapi di panen ini hanya 10 kaleng.

“Iya, dapatnya cuma 10 kaleng, berarti hilang 90 kaleng. Kami hanya bisa pasrah, habis bagai mana lagi, irigasinya rusak terus saat musim tanam tiba. Perbaikan telah dicoba beberapa kali, namun selalu rusak dihantam banjir,” ucapnya.

Sejauh ini tak diketahui secara pasti luas areal persawahan yang gagal panen. Hanya saja berdasar catatan, terjumlah sekitar 15 petani yang mengalaminya.

Peliput : Lokot Husda Lubis

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bolos, 15 Siswa & Dua PNS Dijaring

    Bolos, 15 Siswa & Dua PNS Dijaring

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-; Personel satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Pemkab Mandailing Natal (Madina) menjaring 15 siswa SMP dan SMA dari berbagai sekolah di Kecamatan Panyabungan, dalam operasi kasih sayang yang digelar Rabu (10/11). Selain itu, Satpol PP juga berhasil menjaring dua PNS yang berkeliaran saat jam kerja. Kepala Satpol PP Pemkab Madina Nurkholis SH saat ditemui […]

  • Kepala Desa di Madina Nihil Visi Ekonomi, Akibatnya Dana Desa Tak Berdampak Memakmurkan Rakyat

    Kepala Desa di Madina Nihil Visi Ekonomi, Akibatnya Dana Desa Tak Berdampak Memakmurkan Rakyat

    • calendar_month Selasa, 4 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mayoritas kepala desa di Mandailing Natal (Madina) tidak memiliki visi terhadap pengembangan perekonomian desa. Hal itu dibuktikan minimnya jumlah desa yang mengarahkan Dana Desa bagi upaya pertumbuhan ekonomi desa. “Niat pemerintah Indonesia memajukan ekonomi penduduk desa melalui Dana Desa justru mentok di tangan kepala desa,” kata Maruli Borotan, warga Panyabungan […]

  • H+5 Lebaran, Sopo Tinjak Masih Dipadati Pengunjung

    H+5 Lebaran, Sopo Tinjak Masih Dipadati Pengunjung

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Meskipun sudah memasuki H+5 Lebaran, Rabu (15/9) masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih memadati objek wisata Sopo Tinjak untuk menikmati panorama alam Madina yang indah dan dikelilingi pegunungan. Objek wisata Sopo Tinjak yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Panyabungan menuju Natal dengan jarak tempuh kurang lebih 1 jam, karena kondisi jalan yang penuh dengan […]

  • Pangdam I/BB serahkan bantuan alat pertanian

    Pangdam I/BB serahkan bantuan alat pertanian

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Pangdam I/BB Mayjen TNI Edy Rahmayadi bersama Bupati Madina Drs H Dahlan Hasan Nasution selasa, (24/3) di desa Salambue selain melakukan tanam perdana juga menyerahkan bantuan berupa kepada 13 kelompok tani dari berbagai desa yang ada di Mandailing Natal, yakni 20 unit hand traktor, 10 unit rontok padi, 1 ton benih padi Siganteng,7 ton pestisida, […]

  • MERAIH TAKWA PASCA PUASA DI TENGAH WABAH CORONA

    MERAIH TAKWA PASCA PUASA DI TENGAH WABAH CORONA

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dicopy dari : Buletin Kaffah, edisi 142 (29 Ramadhan 1441 H-22 Mei 2020 M)   Segala pujian kita panjatkan kepada Allah SWT. Dialah Zat Yang telah memberikan sebagian nikmat-Nya kepada kita. Di antaranya nikmat iman dan Islam. Dia juga menganugerahkan kepada kita kekuatan untuk bisa merampungkan ibadah Ramadhan yang istimewa. Ramadhan di tengah wabah pandemik […]

  • Kadisbun Madina: Pemberian Izin PT.ALN Sesuai Prosedur

    Kadisbun Madina: Pemberian Izin PT.ALN Sesuai Prosedur

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengakuan Bupati Mandailing Natal non aktif Hidayat Batubara bahwa dia tidak pernah mengeluarkan izin lokasi perkebunan kepada PT. Agro Lintas Nusantara (ALN), membuat Kepala Dinas Kehutanan Perkebunan Madina, Mara Ondak membela diri. Kepada wartawan di sela-sela pembahasan R.APBD Madina, Selasa (10/12/2013) Mara Ondak membantah pemberian izin kepada PT.ALN sebagai prosedur terburu-buru. […]

expand_less