Irigasi Takberfungsi 10 Hektar Lahan Sawah di Gunung Baringin Beralih Fungsi

Irigasi Rusak, Lahan Persawahan saba roncam beralih fungai di Panyabungan timur ( fikri )

PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) –Disaat Pemda Madina melalui Dinas Pertanian memberi bantuan bibit padi ke 20 kelompok tani di Panyabungan Timur baru baru ini. Sejumlah petani justru mengeluh karena lahan persawahan mereka tidak bisa ditanami padi akibat tidak berfungsinya irigasi

Petani di Saba Roncam, Kelurahan Gunung Barungin, Kecamatan Panyabungan Timur contohnya. Mereka mengeluh pasalnya lahan persawahan mereka dua tahun terakhir tak lagi bisa sitanami padi akibat irigasi yang rusak. Ada sekitar 10 hektar lahan persawahan warga berubah fungsi.

Nuraidah seorang anggota kelompok tani sepadan mengaku sudah dua tahun kondisi lahan persawahan warga tidak lagi tanam padi. Untuk mensiasati agar petani sawah tetap bekerja dan menghasilkan, mereka menanami tanaman holtikultura seperi jagung, satur mayur lainnya.

Irigasi saba roncam di Kelurahan Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur tak berfungsi ( fikri )

” faktor nya ya pengairan nya tidak beres. Irigasi sawah nya sudah tidak berfungsi karena bendungan nya rusak,” kata Nuraidah kamis 31/7/2025.

Ia mengaku, irigasi yang rusak sekarang satu satunya yang mengairi saba roncam. Meski belum ada niat pemerintah memperbaiki, namum petani diwilayah saba roncam tetap menggunakan lahan dengan mengalih fungsikan. Ada juga sebagian lahan dibiarkan pemiliknya ditumbuhi tumbuhan liar.

Ia berhasap pihak terkait segera melakukan perbaikan pada tanggul yang rusak tersebut. Menurutnya optimalnya tanggul yang rusak itu tak lagi dibuat beronjong karena kondisi sungai aek pohon yang tak stabil apalagi di musim penghujan.

Menanggapi hal itu. Rina Sari staf balai penyuluh pertanian (BPP) mengaku telah melakukan kordinasi dengan pihak terkait.

“Kalo lahan persawahan yang paling luas diwilayah kecamatan Panyabungan Timur ya Saba Roncam. Luasya kurang lebih ada 10 Hekatre. 7 Kelompok Tani di wilayah ini sudah melakukan kordinasi ke pihak terkait namun belum realisasi. Agar lahan tidak kosong, penyuluh memberikan pembinaan pada para petani agar memanfaatkan lahan mereka untuk holtikultura,” Jelas Rina.

Untuk diketahui, Pada bulan Juli 2025, Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, menyerahkan benih padi varietas Impari 32 kepada 20 kelompok tani di Kecamatan Panyabungan Timur, termasuk kemungkinan Kelompok Tani Sepadan. Benih tersebut untuk lahan seluas 180 hektare di Panyabungan Timur. ( fikri )

Comments

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses