Selasa, 17 Mar 2026
light_mode

Jalan Lintas Pantai Barat Longsor di Dua Titik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 4 Okt 2010
  • print Cetak

MADINA
Akibat hujan yang terus mengguyur Kabupaten Mandailing Natal sejak beberapa hari terakhir ini, mengakibatkan longsor di dua titik jalan lintas provinsi menuju Pantai Barat Madina tepatnya di Kecamatan Batang Natal. Jalan sepanjang sekitar 35 kilometer tersebut menjadi langganan longsor setiap tahunnya di musim penghujan.

Informasi dihimpun METRO dari Imsaruddin (22), warga Desa Tarlola, Kecamatan Batang Natal, yang mengaku baru keluar dari longsor menyebutkan, hujan deras yang mengguyur daerah tersebut pada Sabtu (2/10) malam hingga Minggu (3/10) dini hari, mengakibatkan longsor di dua titik yang sempat membuat pengendara kendaraan sulit melewatinya. Titik longsor pertama dari pebukitan di pinggir jalan antara perbatasan Desa Bulu Soma dengan Tarlola, kemudian perbatasan Desa Sitinjak dengan Desa Bulu Soma, Kecamatan Batang Natal.

Diungkapkan Imsaruddin, dirinya bersama beberapa temannya yang lain, terlambat tiba di Panyabungan akibat terjebak di dua titik longsor tersebut. Di mana dari Tarlola ke Panyabungan yang seyogianya hanya butuh waktu tempuh sekitar 1 jam, namun akibat longsor di dua titik itu menjadi terlambat sekitar 1,5 jam.

Dijelaskannya, dua titik longsor itu sudah menjadi langganan longsor setiap hujan, karena kondisi jalan berada di tengah tebing dan jurang. Dari tebing itu sering turun air hujan sehingga tanah di tebing berangsur jatuh ke badan jalan dan menutupinya.

“Yang paling lama antreannya di perbatasan Desa Bulu Soma dengan Desa Tarlola. Badan jalan di sana dipenuhi tanah rubuh, tebing, dan menutupi badan jalan sepanjang kurang lebih 25 meter dengan kedalaman longsor setinggi lutut orang dewasa. Terlihat kendaraan yang antre sekitar 20-an kenderaan. Demikian juga di perbatasan antara Desa Sopotinjak dengan Desa Bulu Soma juga terjadi longsor sepanjang sekira 10 meter dengan tinggi sekira 30 centimeter,” bebernya.

Terkait kondisi tersebut, sejak Minggu (3/10), tiga alat berat sudah diturunkan untuk membersihkan jalan dari longsoran tanah dan batu yang berasal dari bukit di pinggir jalan. Sekira pukul 10.30 WIB, arus lalu-lintas sudah mulai normal kembali.

Kepala Bagian Humas Pemkab Madina, M Taufik Lubis SH ketika dikonfirmasi Minggu siang (3/10) menjelaskan, Pemkab Madina telah berupaya untuk melobi dana ke Pemerontah Provinsi Sumut untuk perbaikan jalan sepanjang sekitar 35 kilometer, yang di sekeliling jalannya dipenuhi perbukitan dan sungai, agar bisa diperbaiki pada tahun 2011 mendatang. Sementara, beberapa unit alat berat yang dapat digunakan sewaktu-waktu jika ada longsor, sudah di-stand by kan di jalur tersebut.

“Pemkab akan terus berupaya agar tahun 2011 perbaikan jalan sepanjang sekira 35 kilometer itu terlaksana,” jelasnya. (wan)
sumber:metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Naga Juang Kembangkan Coklat Melalui KUD

    Masyarakat Naga Juang Kembangkan Coklat Melalui KUD

    • calendar_month Selasa, 29 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (MO) – Masyarakat Kecamatan Naga Juang dan Malintang mengembangkan kebun coklat dengan mendirikan KUD Dalihan Natolu Satahi, yang bertujuan membantu masyarakat petani coklat dalam pengembangan dan pemeliharaan kebun coklat hingga ke tingkat pemasaran, supaya kebun coklat terpelihara baik, dan harga coklat masyarakat tidak terjebak dalam permainan “tengkulak”. Koperasi itu dibina PT Sorikmas Mining (SM) […]

  • Hukum Membangun Makam, Bolehkah?

    Hukum Membangun Makam, Bolehkah?

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Oleh: Mashih Nashrullah Perbedaan terletak pada penyikapan hadis. Permasalahan ini memang terbilang klasik. Deretan kitab fikih generasi salaf pun telah banyak mengupas tema ini sesuai dengan corak mazhab masing-masing. Namun, membahas topik ini selalu memantik perhatian. Selain karena fenomena ini terus berulang di masyarakat, isu ini tak jarang terhembus ke permukaan dan menjadi bahan saling […]

  • Wabup Atika: Keberadaan TNI-Polri Esensial dalam Pencapaian Vaksinasi

    Wabup Atika: Keberadaan TNI-Polri Esensial dalam Pencapaian Vaksinasi

    • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menyebutkan keberadaan Forkopimda dan TNI-Polri dalam mengejar capaian target vaksinasi sangat esensial. Hal itu disampaikan Atika sebagai bantahan atas pemberitaan miring yang menyudutkan dirinya di salah satu media online. Dalam berita itu diterangkan bahwa Wabup Atika telah menyudutkan institusi lain sebagai penyebab […]

  • Kasus Bocah 12 Tahun Jadi Tersangka Kapolsekta Patumbak Salah Kaprah

    Kasus Bocah 12 Tahun Jadi Tersangka Kapolsekta Patumbak Salah Kaprah

    • calendar_month Kamis, 5 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- Penetapan status tersangka bocah usia 12 tahun, Fahmi, warga Jalan Panglima Denai Gang Seser Medan Amplas bertentangan dengan koridor hukum. Kasus anak bukan ditangani di Polsekta, melainkan harus dilakukan di Polresta Medan melalui unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Pernyataan itu dikatakan Ketua Pokja Pengaduan Komisi Perlindungan Anak Daerah Indonesia (KPAID) Sumut, Muslim Harahap, […]

  • Kampoeng Kaos Madina Hadirkan Alat Tenun Kain Khas Mandailing

    Kampoeng Kaos Madina Hadirkan Alat Tenun Kain Khas Mandailing

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kampoeng Kaos Madina (KKM) sebagai industri kreatif yang memproduksi berbagai jenis produk khas Mandailing, terus mengembangkan inovasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, terutama kain bermotif khas Mandailing. Saat ini KKM telah menambah produknya, berupa produk kain yang diproduksi dengan alat tenun bukan mesin (ATBM). Kain-kain yang diproduksi tersebut memiliki corak dan motif Mandailing. […]

  • Seleksi CPNS Madina Curang?

    Seleksi CPNS Madina Curang?

    • calendar_month Selasa, 28 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Wakil Ketua DPRD Madina Fahrizal Efendi Nasution mengatakan kuat dugaan hasil seleksi CPNS 2010 yang diumumkan pada Rabu (22/12/2010) oleh Pemkab Madina sarat kolusi korupsi dan nepotisme (KKN) sebab pengumumannya tidak transparan karena skor dan ranking pemenang tidak dipublikasikan. “Sudah banyak laporan masyarakat yang masuk ke kantor dewan meminta pengumuman hasil seleksi CPNS ditinjau […]

expand_less