Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Jangan Biarkan Illegal Logging dan Togel Marak di Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 12 Jan 2012
  • print Cetak

MEDAN (Portibi DNP) : Dugaan aktifitas praktik perambahan hutan secara liar di sejumlah kawasan hutan di Kecamatan Batang Natal dan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal, diminta jangan dibiarkan. Oleh karena itu Kepala Kepolisian Daerah (Kapoldasu), Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro diminta turun tangan terhadap praktik ilegal tersebut. Apalagi, menurut informasi diterima, perambahan hutan secara liar ini diduga dibacking oleh oknum aparat dan DPRD Madina. “Jangan biarkan illegal loging marak di Madina. Kepedulian Kapoldasu sangat kita harapkan dalam penegakan supremasi hukum di Sumut khususnya perambahan hutan secara liar,” kata Direktur LBH Medan, Nuriono SH kepada Portibi DNP, Rabu (11/5) melalui tekpeo selular.
Dikatakan tidak hanya itu saja, aktifitas yang disinyalir merambah hingga ke hutan lindung dan diduga akan dijadikan perkebunan pribadi ini, dimintakan Dinas Kehutan Provinsi Sumatera Utara turut serta dalam melakukan peninjauan langsung untuk melihat kenyataannya di lapangan. “Coba dicek, sudah berapa luas hutan yang dirambah mereka dengan liar. Dishut Sumut juga harus turun tangan, jangan hanya menunggu laporan dari daerah. Iya kalau laporan daerah bagus, kalau tidak siapa yang bertanggungjawab,” tuturnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kawasan hutan yang dirambah, disebut-sebut dilakukan oleh oknum berinitial MANC, antara lain di hutan di kawasan Randaman/Andaman dan Air Putih, di Desa Muara Perlampungan Kecamatan Batang Natal, hutan kawasan Goa Batu, Kecamatan Batang Natal dan hutan kawasan Simpang Sordang di Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal. Menurut sumber, perambahan hutan yang sangat luar biasa ini, diduga dibacking oknum aparat dan oknum anggota dewan Madina. Telah terjadi perambahan dan pengundulan hutan dalam setiap hari, tanpa pernah ditakuti dan tidak segan-segannya dilakukan secara terang-terangan. Terhadap hasil hutan yang dirambah kemudian oknum perambaa melakukan produksi illegal logging tersebut berupa broti, kayu, papan dan lainnya, baru kemudian hasil tersebut dibawa turun dan dikirim melalu jalan umum. “Praktik tersebut disakasikan oknum aparat dan masyarakat, pelaku tanpa peduli dan terkesan kebal hukum,” ujar sumber lagi.(nP15.portibi)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana Bos Di Panyabungan Timur seakan jadi Rahasia bagi Public

    Dana Bos Di Panyabungan Timur seakan jadi Rahasia bagi Public

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sekolah SD/SLTP Dikecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal belum sepenuhnya memberikan informasi penggunaan dana Bos bagi sekolah. Padahal undang-undang nomor 14 tahun 2008 mengamanatkan Setiap Informasi Publik bersifat terbuka dan dapat diakses oleh setiap Pengguna Informasi Public. Ketertutupan informasi ini seakan pemantauan dan pemonitoringan dari insatansi terkait dinilai terkesan masih kurang maksimal.

  • BPJS Kesehatan Hapus Kelas, Naikan Standar Layanan Atau Iuran?

    BPJS Kesehatan Hapus Kelas, Naikan Standar Layanan Atau Iuran?

    • calendar_month Sabtu, 25 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh. Nurati, S.Pd Anggota Komunitas Madina Menulis Pemerintah mulai menyusun formulasi iuran terbaru bagi peserta BPJS Kesehatan. Hal ini menyusul penerapan kelas standar yang akan diujicobakan pada bulan depan. “Iuran tentunya sudah tidak relevan apabila dikaitkan dengan Kelas 1, 2, dan 3, karena tidak akan lagi ada Kelas 1, 2, dan 3,” jelas Anggota Dewan […]

  • REKAM JEJAK (LINTAS SEJARAH) KEDAULATAN KERAJAAN “MARGA NASUTION” DI MANDAILING GODANG

    REKAM JEJAK (LINTAS SEJARAH) KEDAULATAN KERAJAAN “MARGA NASUTION” DI MANDAILING GODANG

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    1. Pada abad ke X Arkeologi memperkirakan bangsa Hindu (Hindia Belakang masuk e wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan (Termasuk Mandailing Natal saat ini) yang berpusat di 3 daerah sebagai bukti sejarah yaitu adanya candi bahal diportibi, biara dipijor koling, serta biara dipidoli dan artepak disimangambat (Mandailing Godang) dari polulasi masyarakat Hindu inilah beranak pinak dan berkembang […]

  • ICW Nilai KJP Hanya Program Pencitraan Jokowi

    ICW Nilai KJP Hanya Program Pencitraan Jokowi

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi dinilai terlalu memaksakan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk pencitraan. Akibat sistem yang tidak siap, pengelolaan KJP menjadi tidak berjalan maksimal. Riset Indonesia Corruption Watch (ICW) melansir adanya temuan sejumlah masalah dalam program KJP. Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Agus Pambagio meyakini 90 persen data […]

  • “Filosofi Bambu”

    “Filosofi Bambu”

    • calendar_month Sabtu, 13 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan Pendek : Askolani Nasution Bambu itu keajaiban buat saya. Dalam kondisi tertentu, bambu muda dapat tumbuh sampai 60 cm dalam 24 jam. Banyak suku di Asia dan Afrika yang menjadikan bambu sebagai bahan makanan. Dan tak banyak yang tahu bahwa sayur bambu memiliki kandungan Kalium yang lebih tinggi dibanding Brokoli. Belum lagi berbagai […]

  • Pemerintah Harus Mengkaji Ulang TNBG

    Pemerintah Harus Mengkaji Ulang TNBG

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah diminta melakukan pengkajian ulang keberadaan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sebab, banyak desa-desa yang bersentuhan dengan wilayah TNBG menolak kehadiran taman nasional ini. Proses awal pembentukan TNBG juga ditengarai penuh muatan kepentingan kelompok. “Terbukti beberapa desa di Kecamatan Batang Natal malah menolak kehadiran TNBG, karena […]

expand_less