Home / Seputar Madina / Jangan Marah Kepada Tirta Madina

Jangan Marah Kepada Tirta Madina

Warga perumahan Cemara harus marah sejak pukul 5 pagi sampai jam 2 siang.

Lalu, sejak pukul 2 siang hingga pukul 4 pagi giliran penduduk Desa Parbangunan yang harus marah-marah.

Marah-marah itu gara-gara Tirta Madina menetapkan pembagian waktu aliran air kepada dua wilayah bertetangga itu.

Parbangunan dan perumahan Cemara berada di Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Parbangunan dapat jatah aliran air sejak pukul 5 pagi hingga pukul 2 siang.

Cemara sejak pukul 2 siang hingga pukul 4 pagi.

Main gilir itu sudah terjadi selama 6 bulan ini.

Gilir-giliran ini terpaksa diterapkan Tirta Madina. Karena 4 unit pompa air di Danau Siombun sudah tua.

Dua dari 4 unit itu pun sudah rusak. Praktis hanya 2 pompa yang bisa beroperasi.

“Pompa tersebut sudah tidak bisa diperbaiki,” kata Direktur Tirta Madina, Monang Hasibuan, Selasa (19/7/2022) yang dikutip media Mohga News.

Danau Siombun berada di Kelurahan Dalan Lidang.

Danau inilah pemasok air bersih ke Kelurahan Dalan Lidang, perumahan Cemara dan Parbangunan.

Air danau relatif stabil. Dua unit mesin pompa tua itu yang justru mengulah. Karena sudah berumur 15 tahun.

Marah warga tidak bisa dialamatkan kepada mesin pompa.

Apakah marah bisa dialamatkan kepada Tirta Madina, selaku perusahaan daerah yang bertanggungjawab menyalurkan air bersih?

Bisa! Jika Tirta Madina punya dana dan tak mau membeli pompa baru.

Atau Tirta Madina tak punya dana namun tak mau mengajukan dana ke APBD melalui bupati atau wakil bupati Madina.

Apakah marah-marah warga bisa diarahkan kepada bupati atau wakil bupati Madina?

Bisa! Jika bupati atau wakil bupati tidak mau meloloskan anggaran membeli pompa baru.

Yang jelas saat ini tak ada pompa baru. Dan main gilir air pun harus terjadi.

Apakah pagu APBD 2022 tahun anggaran 2022 tak mampu beli 2 unit pompa air?

Mampu. Kan 1.588.622.282.881 rupiah. Nyaris 1,6 triliun rupiah. Kemana saja alokasi dana itu? Silahkan pelototi buku APBD.

Karena APBD bisa menjawab tentang Madina era terkini. Priode pemerintahan SUKA. (Dahlan Batubara)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: