Sabtu, 21 Mar 2026
light_mode

Jangan Salahgunakan Proses Marpangir

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Jul 2011
  • print Cetak


SIPIROK-
Bagi umat Islam sudah menjadi kebiasaan atau tradisi menggelar mandi taubat atau Marpangir istilah di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.
Namun, entah apa yang terjadi atau mungkin dampak kemajuan zaman atau semakin menurunnya akidah dan akhlak umat sehingga akhir-akhir ini banyak ditemui tradisi marpangir terkesan mengarah pada hura-hura bahkan maksiat, dengan bepergian menuju pemandian terbuka serta sungai danau, laut atau tempat rekreasi sehingga tradisi atau kebiasaan marpangir yang pada hakikatnya membersihkan diri menjelang Ramadhan sama sekali bertolak belakang.
Menanggapi hal tersebut, Roisuryah Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tapsel, H Abdulloh Harahap menghimbau agar umat muslim jangan sampai menyalahgunakan proses mandi Taubat (marpangir) tersebut. Apalagi belakangan kerap dijadikan ajang hura-hura, ugal ugalan dan rekreasi.
“Agama Islam dilarang hura-hura, karena itu merupakan sikap jahiliyah, jangan sampai disalahgunakan kebiasaan mandi taubat itu dengan hal-hal yang mengarah pada maksiat,” katanya. Disampaikannya, pada hakikatnya kebiasaan mandi taubat memang sudah ada sejak lama dan tidak ada larangan bagi umat muslim melaksanakannya dengan maksud membersihkan diri (badan) menjelang puasa.
“Dulu kan wewangian belum ada, jadi digunakanlah rempah-rempah yang memiliki aroma, tujuannya bukan sirik, tapi hanya mandi biasa dirumah atau tempat biasa. Apa salahnya membersihkan diri (badan) dengan wewangian, tapi sekarang saya lihat sudah disalahgunakan, malah terkesan jadi alasan dan ajang hura-hura, Islam tentu melarang itu,” tegasnya.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sipirok, Akhirul Pane SAg, kalau kebiasaan marpangir seolah-olah sudah disalahgunakan.
“Boleh saja menggelar mandi taubat (marpangir sebutan di Tabagsel ini, red)) tetapi bukan malah ditempat terbuka dan menjadi alasan untuk jalan-jalan. Cukup kita saja yang tahu bahwa kita sedang mandi taubat,” ungkapnya.
Keduanya menghimbau, kiranya umat muslim janganlah menyalahgunakan kebiasaan marpangir mengarah pada pandangan negatif.
“Sambutlah bulan penuh ampunan dengan niat ibadah, dan jangan malah menyambut dengan kebiasaan yang disalahgunakan sehingga dapat merusak ajaran agama,” pesan keduanya. (ran/mer)
Sumber : metrosiantar.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Empat Sekolah di Madina Ikut Lomba UKS Tingkat Provinsi

    Empat Sekolah di Madina Ikut Lomba UKS Tingkat Provinsi

    • calendar_month Jumat, 26 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Empat sekolah mewakili Kabupaten Mandailing Natal dalam lomba Unit Kesehatan Sekolah terbaik tingkat provinsi. Sekolah-sekolah itu adalah SD Negeri 080 Panyabungan dan SD Negeri 086 Dalan Lidang (kategori sekolah dasar). Untuk Taman Kanak-Kanak diwakili TK Masitoh Assalam, Lumban Dolok, Kecamatan Siabu. Untuk SLTA diwakili SMP Negeri 5 Sinunukan. Tim penilai Usaha […]

  • Siantar tak Terima CPNS 2011

    Siantar tak Terima CPNS 2011

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIANTAR- Untuk tahun 2011, Pemko Siantar dipastikan tidak menerima calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan alasan memaksimalkan tenaga PNS dan Honorer yang saat ini berjumlah 8.327 orang, dengan rincian PNS 6.567 orang dan honorer 1.760 orang. Pemerintah Kota Siantar akan lebih fokus untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelaksanaan pelatihan serta melanjutkan pendidikan. […]

  • 57 Tahun Pidato Natsir Tentang Sekularisme (1)

    57 Tahun Pidato Natsir Tentang Sekularisme (1)

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Dr. Adian Husaini (dikutip dari hidayatullah.com) PADA tanggal 12 November 1957, Mohammad Natsir menyampaikan pidato bersejaranhya tentang Islam dan Sekulerisme. Di depan Sidang Majelis Konstituante yang bertugas merumuskan Dasar Negara bagi Indonesia, Mohammad Natsir mengajak bangsa Indonesia untuk meninggalkan paham sekulerisme dan menjadikan agama sebagai dasar kehidupan pribadi, masyarakat, dan negara. Pidato itu […]

  • Malaysia Tak Pede Menang

    Malaysia Tak Pede Menang

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KUALALUMPUR – Hingga satu hari menjelang partai puncak leg pertama final Piala ASEAN Football Federation (AFF) Suzuki 2010, loket penjualan tiket di Stadion Bukit Jalil, Kualalumpur, Malaysia, masih terlihat sepi. Tak ada antrean panjang, apalagi sampai berdesak-desakan seperti yang terjadi di Jakarta. Wartawan Tribun, Husein Sanusi dan Dany Permana, dari Stadion Bukit Jalil, melaporkan, hanya […]

  • Bupati Madina Minta SMGP Hentikan Operasional Sumur T-11

    Bupati Madina Minta SMGP Hentikan Operasional Sumur T-11

    • calendar_month Kamis, 29 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal Ja’far Sukhairi Nasution menyurati PT SMGP agar menghentikan sementara operasional di Wellpad Sumur T-11. Penghentian dimaksud berlaku sampai ada penyelesaian insiden yang terjadi pada, Selasa (27/9/2022), secara komprehensif. Surat bupati itu ditujukan kepada direktur PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power) bernomor 660/2812/DLH/2022 tanggal 28 September 2022, perihal Penghentian Sementara Operasional […]

  • Soal Kelangkaan Pupuk, Ternyata Akibat Pengurangan Kuota

    Soal Kelangkaan Pupuk, Ternyata Akibat Pengurangan Kuota

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Pemkab Mandailing Natal (Madina) mengakui kebenaran kelangkaan pupuk bersubsidi di daerah ini. Penyebabnya, terjadi pengurangan kuota oleh pemerintah. Kepala Bdang Agribisnis Dinas Pertanian Peternakan Madina, Latifa Hannum menjawab wartawan, Jum’at (25/10/2013) mengungkapkan jenis kuota pupuk yang dikurangi adalah ZA, Ponska dan SP36. Penyebab kekurangan pupuk subsidi ini akibat kelengahan kelompok […]

expand_less