Sabtu, 4 Apr 2026
light_mode

KAIN SARUNG DI PEMKAB MADINA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 18 Mar 2019
  • print Cetak

Warga Miyanmar yang mayoritas Budha juga memakai kain sarung

 

Catatan : Dahlan Batubara

Di India yang mayoritas Hindu. Kain sarung disebut lungi, phanek, mundu, kaili, saaram, vetti. Perbedaan penggunaan istilah ini tergantung pada daerah-daerah di India.

Selain pakaian sehari-hari, juga untuk acara perayaan keagamaan.

Di Sri Langka, juga mayoritas Hindu. Penggunaan kain sarung lebih didominasi pria. Sebenarnya ada juga perempuan. Kain sarung yang dipakai perempuan disebut Redda.

Bahkan, digunakan oleh pejabat negara. Sebagai pakaian yang menunjukkan nilai kerendahan hati. Sekaligus nasionalisme mereka. Karena kain sarung dianggap sebagai pakaian nasional Sri Lanka.

Di Miyanmar, mayoritas Budha, juga berbudaya kain sarung. Sehari-hari. Lelaki, pun perempuan. Di negara yang “mengusir” muslim Rohingya ini, kain sarung dikenal dengan istilah Longji atau Longyi.

Pria Miyanmar menyimpan dompet di kaos dalam. Rokok dan mancis juga di kaos dalam. HP diselipkan di Longyi bagian belakang. Dekat pinggul.

Orang Somalia di Afrika menjadikan kain sarung pakaian sehari-hari. Di manapun Anda di Somalia, pasti melihat orang-orang banyak memakai kain sarung.

Di Afrika Timur, disebut Kanga. Digunakan perempuan Afrika. Kikoy digunakan pria Afrika.

Di Madagascar, disebut Lamba.

Di area Arabian Peninsula, kain sarung dikenal dengan istilah futah, izaar, wizar, ma’waz. Sarung sering digunakan sebagai pakaian sehari-hari. Sebagai bawahan. Atau pakaian tidur. Atau kaftan.

Di Malaysia, Kain Pelikat. Sabok jika yang dipakai perempuan. Tapeh untuk yang dipakai pria.

Di Indonesia. Penduduk di desa-desa masih banyak yang memakai kain sarung. Tetapi kaum milenial-nya sehari-hari sudah celana panjang. Hanya pakai sarung kalau ke masjid.

Santri di banyak pesantren juga pakai sarung. Sehari-hari.

Di Pemkab Madina. Pegawai pria diharuskan memakai kain sarung. Tiap hari Jum’at. Berdasar peraturan daerah tentang Busana Muslim. Dimulai sejak Jum’at (15/3/2019).

Di Al-Qur’an, seingat saya, tak disebutkan kain sarung sebagai busana muslim.

Apakah kain sarung menyebabkan meningkatnya taqwa? Apakah meningkatkan pelayanan birokrasi?

Apakah menurunkan korupsi?

Apakah. Apakah. Apakah.

Di desa-desa terisolir di Madina. Yang jumlahnya puluhan desa itu. Jalannya masih jenis tanah. Menanjak. Becek kalau hujan. Sulit dilalui kenderaan. Membawa hasil pertanian setengah mati. Membawa sembako ke sana setengah mati. Sampai-sampai masuk ke dalam prioritas di visi misi pemerintah daerah.

Sampai kini. Sampai kini. Sampai kini.

Sampai kini belum juga ada kabar datangnya beko dan buldozer. Kabarnya belum juga diaspal. Walau masa priode sudah nyaris berakhir. Warga masih belum “merdeka”.

Walau warganya sejak dulu tetap konsisten memakai kain sarung.***

 

Sumber tambahan : sarungatlas.co.id

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nikah Siri WNI di Malaysia Timbulkan Masalah

    Nikah Siri WNI di Malaysia Timbulkan Masalah

    • calendar_month Minggu, 20 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kuala Lumpur, (MO) – Kasus nikah tanpa dokumen atau yang biasa dikenal dengan istilah nikah siri banyak terjadi di kalangan warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia sehingga menimbulkan banyak permasalahan seperti ketidakjelasan status kewarganegaraan anak-anak mereka. Banyaknya kasus nikah siri tersebut diungkapkan oleh sejumlah narasumber dan para peserta dalam acara talk show bertajuk “Status Perkawinan […]

  • DanaTak Cukup, Kontingen Porsadin Sumut Dimungkinkan Gagal Berangkat ke Tingkat Nasional

    DanaTak Cukup, Kontingen Porsadin Sumut Dimungkinkan Gagal Berangkat ke Tingkat Nasional

    • calendar_month Kamis, 9 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kontingen Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) dari Sumatera Utara dimungkinkan gagal berangkat ke ajang nasional di Pasuruan, Jawa Timur. Kemungkinan gagal itu diakibatkan oleh ketidakseriusan pemerintah daerah menyediakan biaya. Sebanyak 5 orang dalam kontingen yang akan ke tingkat nasional itu berasal dari Mandailing Natal (Madina) yang tampil menjadi […]

  • MEMANGGUL BAN DALAM

    MEMANGGUL BAN DALAM

    • calendar_month Selasa, 2 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dua orang kaum perempuan di Desa Jambur Baru Kecamatan Batang Natal memanggul ban dalam ukuran besar menuju sungai hendak mengumpul pasir dan batu sebagai mata pencaharian alternatif. Belakangan ini tingkat pendapatan masyarakat di Batang Natal sangat rendah akibat masih rendahnya harga karet yang selama ini sebagai mata pencaharian utama penduduk di Batang Natal. (foto : […]

  • Wabup Atika: Efek Sinovac Lebih Ringan

    Wabup Atika: Efek Sinovac Lebih Ringan

    • calendar_month Selasa, 18 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANDUAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengatakan banyak masyarakat menginginkan vaksin Sinovac karena efeknya lebih ringan. “Banyak masyarakat menginginkan vaksin Sinovac karena dianggap berdampak ringan pascavaksinasi,” katanya saat mengikuti rapat evaluasi Vaksinasi Anak Usia 6-11 di aula kantor Bupati Madina, Selasa (18/1). Untuk itu, Wakil Bupati peraih dua […]

  • Jafar, Siaswa SMK Negeri 2 Panyabungan Juara I LKS Tingkat Sumut

    Jafar, Siaswa SMK Negeri 2 Panyabungan Juara I LKS Tingkat Sumut

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Prestasi gemilang kembali ditorehkan putra Mandailing Natal (Madina). Kali ini, Jakfar kelas XI TKK SMK Negeri 2 Panyabungan meraih juara I Lomba Kompetensi Siwa (LKS) tingkat Provinsi Sumatera Utara. Dalam catatan Kabupaten Mandailing Natal, baru baru kali ini pelajar dari Madina meraih juara I pada ajang tersebut. “Alhamdulilah Ananda Jakfar yang […]

  • Polres Madina Musnahkan Barang Bukti Narkotika

    Polres Madina Musnahkan Barang Bukti Narkotika

    • calendar_month Sabtu, 21 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUSNAHKAN Kabag Sumda Kompol Abdul Hakim, Kajari Panyabungan Satimin, Kakan Kesbang Linmas Budiman Nasution, tokoh masyarakat Madina H Ismail Lubis melakukan pemusnahan barang bukti narkotika secara serentak di halaman Polres Madina, Jumat (20/1). (medanbisnis/henri)

expand_less