Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

Kapolres Diinstruksikan Berkantor di Polsek Tiap Jumat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
  • print Cetak

Medan,

Setelah terjadinya aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Solo, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro sangat mendukung dan menyambut baik dilaksanakannya acara silaturahmi dengan tokoh-tokoh agama yang digelar Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Medan di Tiara Convention Hall, Senin (26/09/2011) malam.

“Silaturahmi ini sangat tepat, sebab semua komponen agama yang ada di Kota Medan berkumpul. Kemudian, kita coba memberikan masukan tentang langkah-langkah apa yang akan mereka ambil untuk mengantisipasi teror bom. Jika semua umat beragama mengikuti dan menjalankan agamanya masing-masing dengan baik, maka bom bunuh diri tidak akan  terjadi,” kata Kapolda.

Dalam acara yang turut dihadiri Walikota Medan Rahudman Harahap, Sekda Syaiful Bahri Lubis, Kajari Medan Raja Nafrizal, Muspida Plus serta tokoh agama dari semua agama yang ada di kota ini, Kapolda menegaskan agama mana pun pasti melarang umatnya melakukan bom bunuh diri.

“Untuk itulah kita minta kepada semua tokoh-tokoh agama di Kota Medan untuk memberi arahan kepada umatnya masing-masing sehingga tidak mudah terpancing dan terpengaruh dengan ajakan sesat. Jika itu dilakukan, saya yakin suasana Kota Medan yang saat ini sudah kondusif akan tetap terjaga dengan baik,” ungkapnya.

Pasca bom bunuh diri di Solo, aparat kepolisian kini telah melakukan pengamanan di ruamh-rumah ibadah. Selain itu, jelas Kapolda, pihaknya kini pro aktif menjemput bola. Artinya, Kapolresta Medan dan Walikota sudah mendatangi tokoh agama dan masyarakat. Selain itu juga mendatangi pesantren-pesantren untuk menyampaikan arahan agar tidak mudah terpancing maupun terprovokasi dengan ajakan-ajakan sesat.

“Tidak ada namanya jihad dalam Islam dengan melakukan bom bunuh diri.  Jihad itu hanya dilakukan untuk jalan agama,” jelasnya.

Kapolda selanjutnya meminta kepada seluruh Kapolres untuk setiap Jumat berkantor di polsek-polsek yang berada di wilayah hukumnya. Sebab, polsek merupakan ujung tombak paling terdepan. Dengan demikian akan diketahui kondisi apa yang tengah terjadi di wilayah tersebut. Jika pun terjadi sesuatu dengan cepat bisa terdeteksi.

Kepada para pendeta, Kapolda minta untuk memberi pengertian kepada para jemaatnya agar tidak membawa tas besar-besar ketika melaksanakan kebaktian di gereja. Disarankannya, cukup bawa tas kecil yang isinya bisa memuat alkitab guna memudahkan pihaknya dalam melakukan pengawasan.

“Selama ini kita melihat banyak jemaat yang mengikuti kebaktian di gereja dengan membawa tas-tas besar. Malah ada yang membawa ransel. Tentunya itu akan menyulitkan kita untuk mengetahui apa isi dalam tas tersebut. Untuk itu saya minta kepada para pendeta untuk mengimbau jemaatnya supaya membawa tas kecil saja,” harapnya.

Di ujung arahannya, Kapolda mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga Kota Medan dari teror bom. Di samping itu berharap agar pertemuan dengan tokoh-tokoh agama ini harus rutin dilaksanakan minimal sekali dalam sebulan. Pertemuan itu tidak harus dilaksanakan di hotel-hotel.  “Pertemuan ini bisa dilakukan di masjid, gereja, kuil maupun vihara,” sarannya.

Sementara itu Walikota Medan Rahudman Harahap dalam sambutannya mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya teror bom di kota ini  bukan hanya tanggungjawab aparat keamanan semata tetapi tanggung jawab seluruh lapisan, termasuk tokoh-tokoh agama. Untuk itu harus tercipta kebersamaan yang dibangun melalui silaturahmi.

Menurut Walikota, kebersamaan itu selama ini sudah terjalin dengan baik berkat kerjasama antar tokoh agama yang tergabung dalam FKUB. Dengan FKUB ini seluruh umat beragama yang ada  di Ibukota Provinsi Sumatera Utara ini hidup saling berdampingan, menghormati dan damai.

“Untuk menjaga kekondusifan ini, FKUB juga telah memberikan pelatihan kepada relawannya sehingga bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat yang hidup dalam keanekaragaman baik suku maupun agama ini untuk tetap hidup saling rukun dan damai,” jujar Walikota. (BS-024)

Sumber : beritasumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lobi dan Kerja Keras Untuk Lompatan Pembangunan Madina

    Lobi dan Kerja Keras Untuk Lompatan Pembangunan Madina

    • calendar_month Jumat, 21 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Adventorial Lobi dan Kerja Keras Bupati Madina Untuk Lompatan Pembangunan Madina   Pembangunan Kabupaten Mandailing Natal itu harus dikebut. Bahkan perlu lompatan. Agar terget-target menuju kemajuan di sektor-sektor strategis dapat diraih. Tetapi, semua itu membutuhkan kerja keras, kecerdasan, membutuhkan tim dari berbagai lini, berbagai kalangan, berbagai kekuatan. Mengebut pembangunan tak bisa jika bergantung pada APBD, […]

  • Komersialisasi Kursi Perguruan Tinggi, Bukti Pendidikan Berwajah Kapitalistik?

    Komersialisasi Kursi Perguruan Tinggi, Bukti Pendidikan Berwajah Kapitalistik?

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan lslam Perguruan Tinggi kini tengah dihebohkan dengan kasus Rektor Unila, Profesor Karomani. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Profesor Karomani dengan kasus dugaan suap dari jalur penerimaan mahasiswa baru. Tarif yang dipatok tidak main-main. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan nominal uang disekapati bervariasi. Kisaran minimal 100 juta hingga 350 […]

  • Mencuri Kayu, Pemkab Takut Kepada PT. MMM

    Mencuri Kayu, Pemkab Takut Kepada PT. MMM

    • calendar_month Senin, 22 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Maraknya pencurian kayu di Madina yang sudah berjalan bertahun tahun membuktikan kinerja aparat Dinas Kehutanan Madina dan Kepolisian Madina seakan tidak bernyali bila berhadapan dengan pengusaha. “Seperti illegal loging yang terjadi di hutan Kelurahan Tapus, Kecamatan Linggabayu dimana pelakunya diduga kuat adalah PT. Madinah Mas Mining (PT.MMM) bekerja sama dengan masyarakat […]

  • Kadin Akan Kordinasi dengan 15 Daerah Untuk Persiapan KEK Madina

    Kadin Akan Kordinasi dengan 15 Daerah Untuk Persiapan KEK Madina

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kadin akan melakukan pembicaraan dengan 15 kabupaten/kota di Sumut, Sumbar dan Aceh terkait proses pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus di Mandailing Natal (Madina). Itu diungkapkan Ketua Kadin Sumut, Ivan Iskandar Batubara kepada wartawan di Panyabungan, Sabtu (22/2/2020) usai Rakerda Kadin Madina. Sejauh ini 15 kabupaten dan kota wilayah pantai barat Sumatera […]

  • Paca Kerusuhan, Danrem Persatukan Warga Pardomuan dan Sihepeng

    Paca Kerusuhan, Danrem Persatukan Warga Pardomuan dan Sihepeng

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPANULI SELATAN (Mandailing Online) – Pemkab Tapsel, Pemkab Madina, tokoh masyarakat Desa Parmouan (Aek Badak Siture) dan Desa Sihepeng melakukan  pertemuan, pasca kerusuhan. Pertemuan yang dimediasi Danrem 023/KS Kolonel Inf Richard TH Tampubolon yang juga dihairi unsur Polres Tapsel dan Polres Madina itu dilaksanakan di Ranto Natas, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanili Selatan, Rabu (21/9). […]

  • Bayi Tanpa Batok Kepala Dibawa ke Jakarta

    Bayi Tanpa Batok Kepala Dibawa ke Jakarta

    • calendar_month Rabu, 18 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ditolak di RUSD Adam Malik Sahrini, bayi berusia 10 bulan yang lahir tanpa batok kepala sejak dilahirkan ibunya, Eliana (24) akan dibawa berobat ke Rumah Sakit Cipta Mangunkusumo atau RSCM di Jakarta. Keberangkatan bayi malang yang sempat ditolak RS Adam Malik, Medan, Oktober 2011 lalu, akan difasilitasi Dewan Pimpinan Daerah Golongan Karya Sumatera Utara (DPD […]

expand_less