Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Kapolres Madina: Laporkan Penyebar Isu SMS Penculikan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
  • print Cetak


MADINA- Isu penculikan anak yang marak menyebar via short massage service (sms), tampaknya membuat gerah pihak kepolisian. Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIk menghimbau, agar masyarakat melaporkan pelaku penyebar sms isu penculikan tersebut.

Demikian diungkapkan Kasat Reskrim, AKP SM Siregar SH kepada METRO, Kamis (2/12). Siregar menilai, bahwa isu adanya penculik anak merupakan ulah oknum yang tak bertanggung jawab dan hanya meresahkan ketentraman masyarakat Madina.

‘’Isu yang beredar tentang adanya gerombolan Orang Tak Dikenal (OTK) untuk melakukan penculikan anak, sudah sangat meresahkan masyarakat. Jadi kami himbau pada masyarakat yang mengetahui penyebar sms isu itu, agar segera melaporkannya ke polres,’’tegasnya.

Lanjut Siregar lagi, setelah pihaknya menelusuri dan melakukan investigasi di seluruh polsek yang ada di Kabupaten Madina, penyebar sms tersebut merupakan ulah sejumlah oknum tak bertanggung jawab. Akibatnya, warga di Kabupaten Madina panik, dan sebagian besar warga di pedesaan tidak membolehkan anak-anaknya keluar rumah karena ketakutan.
“Hingga hari ini, kami telah periksa dan melakukan investigasi ke seluruh Polsek di Madina dan tak ada laporan terkait penculikan anak atau yang kehilangan anak, meskipun isu yang ada saat ini telah ada sejumlah anak yang hilang dan diculik. Kami tegaskan itu tak benar dan hanya ulah oknum yang tak bertanggung jawab untuk meresahkan masyarakat,” tegas Kasat Reskrim.

Apabila ada pesan singkat atau SMS yang mengancam atau menyebarkan isu tersebut, Kasat Reskrim mengatakan supaya masyarakat melaporkannya ke Polres Madina untuk ditindaklanjuti dan dilakukan penangkapan atas penyebar SMS gelap tersebut..

“Kalau ada pesan atau SMS yang meresahkan warga, tolong laporkan kepada kami supaya kami cari dan tangkap, karena kami belum pernah menerima laporan atas kehilangan dan penculikan di Madina,” tegasnya.

Sementara itu, Holik (40), warga Kelurahan Panyabungan, Kecamatan Panyabungan mengatakan kepada METRO, penegasan Polres Madina kalau isu penculikan anak tersebut tidak benar membuat dirinya merasa lebih nyaman. Pasalnya, selama sebulan terakhir atau sejak munculnya isu penculikan anak itu, dirinya bersama istrinya lebih ketat mengawasi seluruh kegiatan anak-anaknya.

“Sejak isu itu saya dengan istri bergantian mengawasi kegiatan anak-anak, semisal berangkat sekolah, mengaji malam harus diantar dan kegiatan yang lainnya. Semoga saja memang benar, sms itu hanya isu belaka,’’harap Holik. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madina Didesak Sertakan 254 Desa di Pilkades 2022

    Bupati Madina Didesak Sertakan 254 Desa di Pilkades 2022

    • calendar_month Sabtu, 20 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal, Sumatera Utara didesak menjadwalkan pemilihan kepala desa (pilkades) untuk 254 desa. Desakan ini muncul karena bulan  September 2022 seharusnya sudah memasuki tahapan pilkades di 254 desa sesuai amanah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Sebanyak 254 kepala desa defenitif di Mandailing Natal (Madina) akan berakhir masa […]

  • BPBD Madina : Kabut Asap Belum Menggangu

    BPBD Madina : Kabut Asap Belum Menggangu

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Mandailing Natal (Madina), Rispan Zuliardy menyatakan kabut asap yang melanda Madina dalam beberapa terakhir ini belum mengganggu arus lalu lintas darat serta kesehatan manusia. “Saat ini jarak pandang masih terjangkau dan belum menggangu lalu lintas , begitu juga dengan kesehatan paru, hanya saja balita yang retan terkena […]

  • Nama-Nama PNS Yang Mutasi

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ansor, S.Pd.MM yang selama ini menjabat kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata dimutasi menjadi kepala BLU STAIM dalam mutasi di lingkungan Pemkab Mandailing Natal, Rabu (4/6/2013). Sementara kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata yang baru dijabat oleh Ahmad Meinul Lubis, AP yang selama ini menjabat Kepala Kantor Pelayanan Perizinan […]

  • Berdiri Sejak 2007, Lubuk Kapundung II Belum Punya SD

    Berdiri Sejak 2007, Lubuk Kapundung II Belum Punya SD

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK KAPUNDUNG II (Mandailing Online) – Selain pembangunan fisik (infrastruktur), pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) juga sangat perlu dalam memajukan daerah. Salah satunya adalah pendidikan. Desa Lubuk Kapundung II di wilayah Siulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis tidak memiliki dua keistimewaan itu. Selain jalan darat yang belum terealisasi, hingga hari ini sejak mekar pada tahun 2007 […]

  • Terpenting Pemuda Turut Andil Membangun Madina

    Terpenting Pemuda Turut Andil Membangun Madina

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua KNPI Mandailing Natal (Madina) Khairil Amri yang baru saja dilantik menyebutkan pengurus tidak berharap banyak selain pemuda turut andil dalam membangun daerah. “Kami tidak berharap banyak, yang terpenting pemuda bisa turut andil dalam pembangunan Madina dan bisa dirasakan kesejahteraan seperti cita – cita kemerdekaan,” katanya dalam sambutannya, Jumat (12/8). Pelantikan […]

  • Menemukan Peradaban dalam Prasasti Sorik Marapi

    Menemukan Peradaban dalam Prasasti Sorik Marapi

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Askolani Nasution Ketika melihat dokumen “Prasasti Sorik Marapi” saya segera berpikir banyak hal, hal yang saya tahu juga menjadi pikiran para arkeolog yang mendalami prasasti ini : 1) Di mana pusat peradaban sekitar Gunung Sorik Marapi, sehingga prasasti itu diletakkan di puncak gunung tertinggi di Kabupaten Mandailing Natal itu? 2) Untuk masyarakat mana […]

expand_less